Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dugaan Mafia BBM & Aksi Premanisme Merekah di SPBU Tateli: Dari Intimidasi Wartawan Hingga Penganiayaan Sopir Ekspedisi

Dugaan Mafia BBM & Aksi Premanisme Merekah di SPBU Tateli: Dari Intimidasi Wartawan Hingga Penganiayaan Sopir Ekspedisi

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM — Bau amis dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di SPBU 74.593.21 Tateli, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini kian menyeruak ke permukaan.

Bukan sekadar masalah kelangkaan, praktik yang merugikan masyarakat luas ini disinyalir kuat dibalut aksi premanisme mulai dari teror terhadap jurnalis hingga penganiayaan fisik terhadap sopir ekspedisi.

SPBU yang berdiri strategis di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tateli, tersebut diduga telah “dikuasai” oleh kelompok tertentu.

Dua nama, yakni Carles Calamu alias Cale dan Rizky Supit alias Kiky, mencuat serta disebut-sebut sebagai aktor utama di balik kendali distribusi Solar bersubsidi di lokasi tersebut.

Kendati demikian, dugaan keterlibatan keduanya masih membutuhkan pembuktian hukum serta klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Dugaan kebobrokan pengelolaan di SPBU Tateli kian benderang setelah jurnalis abadipost.com, Siska Salu, membeberkan pengalaman kelamnya.

Siska mengaku pernah menjadi sasaran intimidasi akibat meliput aktivitas di SPBU tersebut, bahkan teror itu berlanjut hingga ke kediaman pribadinya pada pertengahan tahun ini.

“Saya salah satu wartawan yang pernah mengalami peristiwa tersebut. Bahkan kelompok preman itu pernah mendatangi rumah saya sekitar bulan Juli 2026 lalu,” ungkap Siska dengan nada prihatin.

Aksi intimidasi terhadap insan pers ini makin mempertegas dugaan adanya upaya sistematis dari pihak tertentu untuk membungkam informasi dan menutupi praktik penyelewengan BBM yang telah lama meresahkan warga.

Tak hanya jurnalis, kekerasan juga menimpa rakyat kecil yang menggantungkan hidup di jalanan. Bagas (nama samaran), seorang sopir ekspedisi, harus menelan pil pahit saat mengais rezeki. Berharap mendapat bahan bakar untuk mengantar barang antar-kota, ia justru menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa miris itu bermula ketika Bagas rela mengantre sejak pukul 02.30 WITA demi mendapatkan Solar bersubsidi.

Namun, keputusasaan menghampirinya saat gilirannya tiba sekitar pukul 10.07 WITA, di mana operator SPBU dengan dingin menyatakan bahwa stok Solar telah habis.

Kekecewaan Bagas membuncah karena persis di depannya, sebuah mobil Isuzu Panther hitam berpelat nomor DB 8559 AI bebas menyedot Solar dalam jumlah yang tidak wajar.

Curiga dengan kejanggalan tersebut, Bagas lantas merekam aktivitas pengisian itu. Dalam rekaman video, angka pada layar dispenser pengisian menunjukkan angka fantastis mencapai 154 liter, jumlah yang sangat janggal dan melanggar ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

“Saya mengantre dari jam 2 malam. Begitu giliran saya, malah dibilang habis. Tapi di saat yang sama, mobil Panther hitam itu bisa bebas maju menghalangi saya dan menyedot sampai 154 liter. Ini kan sangat jelas ada permainan!” cerca Bagas dengan nada gusar.

Petaka tak berhenti sampai di situ. Setelah video pengisian tak wajar tersebut mendadak tular di media sosial dan disorot media massa, pria pengemudi mobil Panther yang berinisial Gosi mendatangi tempat kerja Bagas di Gudang Cahaya Lestari. Tanpa basa-basi, Bagas diduga mengalami penganiayaan dan pemukulan.

“Saya sangat kecewa. BBM tidak dapat, malah jadi korban pemukulan. Padahal hari itu saya harus mengantar barang ke luar kota. Akibat kejadian ini, pekerjaan saya terbengkalai dan tertunda,” keluh Bagas.

Berdasarkan penelusuran dan informasi yang dihimpun redaksi PRONEWS5.COM, alokasi Solar bersubsidi di SPBU 74.593.21 Tateli diduga kuat telah diatur secara sepihak oleh kelompok Cale dan Kiky.

Pola distribusinya terbilang sangat culas. Sebagai gambaran, dari pasokan rutin yang mencapai 8.000 liter, separuhnya atau sebanyak 4.000 liter diduga langsung disedot oleh armada milik kelompok tertentu.

Sementara itu, seperempatnya atau sekitar 2.000 liter dialokasikan untuk kendaraan warga maupun pihak terafiliasi, dan sisa 2.000 liter sisanya barulah dilemparkan ke jalur umum untuk diperebutkan oleh masyarakat luas serta para sopir ekspedisi.

Praktik monopoli ini jelas merampas hak masyarakat kurang mampu dan merusak rantai pasok logistik.

Di sisi lain, sikap pengelola SPBU 74.593.21 Tateli berinisial RM alias Sitorus turut dipertanyakan publik atas dugaan pembiaran terhadap penyimpangan distribusi BBM dan rentetan aksi kekerasan tersebut.

Melihat kondisi yang semakin meresahkan, masyarakat dan para pengguna jalan mendesak Pertamina Patra Niaga bersama Polda Sulawesi Utara untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik mafia BBM di SPBU Tateli.

Pemeriksaan menyeluruh diharapkan mencakup audit pola distribusi, cek rekaman CCTV, hingga penindakan hukum tegas atas dugaan tindak penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis.

Warga juga meminta agar sanksi terberat, seperti penghentian pasokan hingga penutupan izin operasional SPBU, diberikan secara tegas apabila pelanggaran terbukti secara hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, Carles Calamu alias Cale dan Rizky Supit alias Kiky belum berhasil dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan mereka.

Sementara itu, Johanes selaku Manajer SPBU 74.593.21 Tateli membantah keras dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM jenis Solar bersubsidi di lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026), Johanes menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan penyimpangan penyaluran BBM, termasuk pengisian sebanyak 154 liter pada salah satu kendaraan yang videonya beredar di media sosial, tidak benar.

Bantahan tersebut juga mencakup informasi mengenai dugaan adanya kendaraan tertentu yang mendapatkan pengisian Solar bersubsidi, sementara kendaraan lain yang telah mengantre justru diberi informasi bahwa stok BBM telah habis.

Terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan yang melakukan peliputan serta informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir ekspedisi bernama Bagas (nama samaran), Johanes juga menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Namun, bantahan Johanes tersebut dipertanyakan sejumlah sumber yang mengaku memiliki bukti terkait dugaan aktivitas pengisian BBM di SPBU Tateli.

“Wajar kalau dia bilang tidak benar. Lalu bagaimana dengan bukti-bukti ini?” ungkap salah satu sumber.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi XIII Setujui Tambahan Rp555,9 Miliar untuk Anggaran MPR 2027

    Komisi XIII Setujui Tambahan Rp555,9 Miliar untuk Anggaran MPR 2027

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 119
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Komisi XIII DPR RI menyepakati hasil pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Sekretariat Jenderal MPR RI dan Sekretariat Jenderal DPD RI Tahun Anggaran (TA) 2027 untuk diteruskan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Pihaknya juga menyetujui usulan tambahan anggaran MPR RI sebesar Rp555,982 miliar. Kesepakatan tersebut diambil setelah Komisi XIII DPR RI […]

  • Polres Tomohon Ambil Sampel Makanan MBG, Selidiki Keracunan Massal Pelajar

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 1.641
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Puluhan siswa dari tiga sekolah menengah di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/1/2026). Menyikapi kejadian yang menyangkut keselamatan pelajar tersebut, Polres Tomohon langsung turun ke lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan sampel makanan dari dapur produksi MBG untuk kepentingan […]

  • Kejati Sulut Bahas Kendala AMDAL Proyek RSUD Bolmut

    Kejati Sulut Bahas Kendala AMDAL Proyek RSUD Bolmut

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 72
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menggelar rapat koordinasi untuk membahas penyelesaian persoalan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berkaitan dengan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam program PHTC Batch III Tahun Anggaran 2026. Pembahasan tersebut difokuskan pada identifikasi dan penanganan ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan […]

  • Usai Dilantik, Hukum Tua Desa Mokupa Fanny Runtuwene Ajak Warga Bersatu, Siapkan Digitalisasi Layanan dan Desa Wisata

    Usai Dilantik, Hukum Tua Desa Mokupa Fanny Runtuwene Ajak Warga Bersatu, Siapkan Digitalisasi Layanan dan Desa Wisata

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 163
    • 0Komentar

    TOMBARIRI, PRONEWS5.COM – Baru dilantik sebagai Hukum Tua Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Fanny Mikhael Runtuwene (FMR) langsung bergerak cepat menyiapkan arah pembangunan desa. Usai dilantik bersama 128 hukum tua terpilih oleh Bupati Minahasa di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Selasa (14/7/2026), FMR mengajak seluruh masyarakat bersatu dan meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Pemilihan Hukum […]

  • Konsumsi Energi Secara Bijak Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 252
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah mendorong konsumsi energi yang bijak sebagai langkah antisipasi krisis global demi menjaga ketahanan nasional. Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan penghematan BBM, termasuk opsi kerja dari rumah, sebagai strategi menghadapi dampak konflik global terhadap harga energi dan pangan. “Perkembangan global di Eropa dan Timur Tengah tentu memberi dampak kepada kita, karena akan memengaruhi […]

  • Dituding PETI, Kegiatan AM dan Lukas Berada di WIUP Berizin Resmi: Jangan Bangun Opini Sesat di Masyarakat

    Dituding PETI, Kegiatan AM dan Lukas Berada di WIUP Berizin Resmi: Jangan Bangun Opini Sesat di Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BOLMONG, PRONEWS5.COM – Humas pengusaha lokal berinisial AM, Ali Kobandaha, menyampaikan hak jawab dan hak koreksi atas sejumlah pemberitaan yang menyebut aktivitas pertambangan emas di Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sebagai Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Selasa (4/8/2026), Ali menegaskan bahwa kegiatan yang dimaksud berada […]

expand_less