Jumlah Korban Keracunan MBG di Tomohon Capai 111 Siswa, Penyebab Masih Misterius
- account_circle rafael
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 858
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Koordinator Makanan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah Tomohon, Stefania Runtuwene, membenarkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi para siswa diproduksi dan didistribusikan dari salah satu Dapur MBG di Kelurahan Kolongan Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, tepatnya di Jalan Kantor Kejaksaan Negeri Tomohon.
“Benar, makanan MBG dimasak dan didistribusikan dari dapur di Kolongan Satu. Dapur ini melayani 12 sekolah, namun berdasarkan data sementara, baru tiga sekolah yang terdampak,” jelas Stefania kepada PRONews5.com.
Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan kondisi siswa, sembari memastikan apakah ada sekolah lain yang berpotensi terdampak.
Sejumlah siswa menyebut menu MBG yang dikonsumsi hari itu terdiri dari nasi kuning, bihun, sayur timun, buah melon, serta lauk abon atau ikan pampis cakalang.
Salah satu orang tua siswa mengungkapkan, gejala keracunan muncul beberapa jam setelah anaknya tiba di rumah.
“Begitu sampai rumah, anak langsung mengeluh sakit perut dan pusing. Jam tiga mulai terasa, jam empat kami langsung bawa ke rumah sakit,” tuturnya.
[**/ARP]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar