Kepulan Asap Mencekam di Runway 18 Paksa Bandara Sam Ratulangi Lumpuh Total
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 211
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tampak depan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado yang beralamat di Jalan A.A. Maramis, Lapangan, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5 — Kebakaran vegetasi kering di sekitar kawasan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado mengganggu aktivitas penerbangan di Sulawesi Utara, Selasa (6/10/2026) siang.
Kobaran api yang menyebar ke area vegetasi di sekitar landasan pacu memicu kepulan asap pekat di sepanjang Runway 18. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang operasional turun hingga sekitar 300 meter sehingga aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat harus dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.
Otoritas penerbangan kemudian menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3815/26 sebagai dasar penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Sam Ratulangi.
Informasi di lapangan menyebutkan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.55 WITA pada lahan terbuka di luar area fasilitas bandara.
Kondisi cuaca panas, vegetasi yang mengering dan hembusan angin membuat api dengan cepat merambat hingga mendekati area dalam perimeter bandara.
Sekitar 15 menit kemudian, kepulan asap mulai mengganggu jarak pandang di sekitar landasan pacu.
Jarak pandang operasional dilaporkan berada pada kisaran 300 hingga 500 meter. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
AirNav Indonesia bersama pengelola Bandara Sam Ratulangi kemudian mengambil langkah penghentian sementara aktivitas penerbangan mulai sekitar pukul 11.15 WITA.
Penanganan kebakaran dilakukan secara gabungan. Personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pelokalan titik api dengan dukungan personel Lanud TNI AU serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado.
Upaya pemadaman dan pelokalan api berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WITA.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Gangguan operasional tersebut berdampak pada sedikitnya enam penerbangan. Empat penerbangan yang seharusnya mendarat di Manado terpaksa dialihkan ke Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo.
Keempat penerbangan tersebut masing-masing Super Air Jet rute Weda–Manado, Garuda Indonesia rute Jakarta–Manado, TransNusa rute Sorong–Manado dan Susi Air rute Larat–Manado.
Sementara dua penerbangan yang akan berangkat dari Manado mengalami keterlambatan dan tertahan di apron Bandara Sam Ratulangi.
Kedua penerbangan tersebut yakni Lion Air JT 749 rute Manado–Surabaya dan Wings Air IW 1174 rute Manado–Ternate.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko yang akrab disapa Oki, mengatakan penghentian sementara operasional merupakan langkah yang harus dilakukan ketika kondisi jarak pandang berada di bawah batas aman penerbangan.
“Persoalan keselamatan penerbangan merupakan prinsip yang mutlak dan tidak bisa ditawar.
Begitu kepulan asap membungkus jalur Runway 18 dan memicu keterbatasan jarak pandang ekstrem, tindakan korektif cepat harus segera diambil untuk mencegah risiko bahaya,” ujar Oki.
Setelah tim gabungan memastikan area di sekitar landasan pacu aman dari sisa pembakaran dan jarak pandang kembali berada di atas 2.000 meter, operasional penerbangan kembali dibuka.
NOTAM penutupan kemudian dicabut sekitar pukul 14.15 WITA.
Pengelola Bandara Sam Ratulangi bersama maskapai selanjutnya melakukan penyesuaian kembali jadwal penerbangan serta penanganan terhadap penumpang yang terdampak akibat penghentian operasional sementara tersebut.
Kebakaran vegetasi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kejadian berada di sekitar kawasan bandar udara dan sempat berdampak langsung terhadap aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas penerbangan.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar