Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Empat Gubernur Sulut Raih Penamas, Akankah Penghargan Serupah Diraih 2027?

Empat Gubernur Sulut Raih Penamas, Akankah Penghargan Serupah Diraih 2027?

  • account_circle rafael
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 706
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penerima terakhir, Olly Dondokambey, yang dianugerahi Pena Emas pada 2023, hadir di era paling kompleks. Disrupsi digital, banjir hoaks, tekanan ekonomi media, hingga meningkatnya kriminalisasi wartawan menjadi tantangan nyata.

Memberi dukungan terhadap pers profesional di era ini bukan pekerjaan ringan, sebab godaan untuk mengendalikan narasi jauh lebih besar dibanding masa lalu.

Pena Emas Bukan Hadiah Kekuasaan

Ketua PWI Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan, dengan tegas mengingatkan bahwa Pena Emas bukan hadiah, bukan dagangan, dan bukan hasil barter kepentingan. Pernyataan ini relevan di tengah kecenderungan sebagian pejabat yang gemar “merangkul pers” dengan cara yang justru melemahkan independensinya.

Pena Emas hanya diberikan kepada mereka yang terbukti, bukan sekadar terlihat, mendukung kemerdekaan pers.

Prosesnya berlapis, ketat, dan diverifikasi langsung oleh PWI Pusat. Usulan bisa datang dari daerah, tetapi penilaian akhir tetap berada dalam mekanisme nasional yang independen.

Empat Pena Emas yang dimiliki Sulawesi Utara seharusnya tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga cermin. Pertanyaannya sederhana, namun mendasar:
apakah pemimpin hari ini masih melihat pers sebagai mitra kritis, atau mulai menganggapnya sebagai ancaman?

Di tengah meningkatnya kekerasan terhadap jurnalis, pembatasan akses informasi, serta tekanan ekonomi media, komitmen terhadap pers tidak lagi cukup diucapkan. Ia harus tampak dalam kebijakan, sikap, dan keberanian menerima kritik—bahkan ketika kritik itu tidak nyaman.

Menuju Pena Emas Kelima?

Harapan untuk lahirnya penerima Pena Emas kelima dari Sulawesi Utara tentu ada. Namun sejarah membuktikan, penghargaan ini tidak pernah lahir dari pencitraan. Ia lahir dari konsistensi panjang, sikap kenegarawanan, dan penghormatan tulus terhadap kemerdekaan pers.

Empat Pena Emas telah tercatat. Apakah sejarah itu akan berlanjut atau justru berhenti, sepenuhnya bergantung pada pilihan para pemegang kekuasaan hari ini.
Karena pada akhirnya, pers yang merdeka adalah ukuran paling jujur dari kualitas demokrasi.

Penulis adalah:
Pemimpin Redaksi PRONews5.com
Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Mencintai dari Baduy: PWI Gelar Kemah Budaya Jelang Puncak HPN 2026 di Banten

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 396
    • 0Komentar

    BANTEN, PRONews5.com – Menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada 9 Februari di Provinsi Banten, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya di kawasan adat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, pada 16–17 Januari 2026. Kegiatan bertema “Belajar Mencintai dari Baduy” ini diikuti puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah […]

  • Osco ‘Kepung’ Tomohon dengan Baliho, Ternyata Ini Maksudnya

    Osco ‘Kepung’ Tomohon dengan Baliho, Ternyata Ini Maksudnya

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 795
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Maraknya baliho bergambar Osco Olfriady Letunggamu yang terpasang di berbagai ruas jalan Kota Tomohon akhirnya mendapat penjelasan. Kehadiran baliho dalam jumlah besar tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. Penjelasan itu disampaikan melalui Nisia Moraya Tewu, Asisten Konsul Kehormatan Belanda di Sulawesi, saat memberikan keterangan kepada […]

  • Kapolda Sulut Diminta Turun Tangan, Nurbaya Supit Siapkan Laporan Polisi terhadap Rio Koyong

    Kapolda Sulut Diminta Turun Tangan, Nurbaya Supit Siapkan Laporan Polisi terhadap Rio Koyong

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 393
    • 0Komentar

    MITRA, PRONEWS5.COM – Dugaan pengrusakan lahan milik pribadi di Desa Ratatotok Tenggara, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), berujung pada rencana pelaporan ke polisi. Pengusaha setempat, Nurbaya Supit, menyatakan akan melaporkan Rio Koyong alias Tayo ke Polres Minahasa Tenggara karena diduga merusak lahan yang sebelumnya disewa untuk aktivitas pengambilan material. Selain meminta penanganan hukum, sejumlah […]

  • Mudik Gratis 2026 Sediakan Beragam Moda Transportasi untuk Pemudik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran tahun 2026. Program ini diselenggarakan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari bus, kereta api, hingga kapal laut, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan sekaligus menjamin perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penyelenggaraan […]

  • Polres Mitra Tertibkan Kendaraan Bising di Ratatotok

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 318
    • 0Komentar

    MITRA, PRONews5.com – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara kembali menunjukkan langkah tegas terhadap pelanggaran lalu lintas di wilayahnya. Pada Rabu (25/2/2026), personel Polres Mitra menggelar operasi penertiban besar-besaran terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong di Kecamatan Ratatotok. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat mengenai kebisingan kendaraan yang semakin meresahkan, mengganggu kenyamanan, serta mengurangi kualitas […]

  • Konferensi PWI Minahasa Digelar, Voucke Lontaan: Jangan Ada Kubu-Kubuan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 420
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa periode 2026–2029 resmi digelar, dengan penegasan kuat agar organisasi tetap solid, demokratis, dan profesional tanpa kubu-kubuan. Ketua PWI Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan, menegaskan bahwa PWI hanya memiliki satu Ketua Umum PWI Pusat yang sah, yakni Akhmad Munir, serta mendorong konsistensi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan […]

expand_less