Kebetulan atau Terencana? Braien Waworuntu dan Tahlis Gallang Diserang di Hari yang Sama
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 1.093
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kiri: Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang dan Kanan: Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu. Keduanya menjadi sasaran penyebaran informasi yang diduga hoaks di media sosial pada hari yang sama. (Foto:ist/dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Munculnya dua unggahan yang menyerang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Braien Waworuntu (BW) dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang pada hari yang sama memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Sejumlah warga hingga pegiat media sosial menduga kedua serangan tersebut tidak terjadi secara kebetulan dan meminta aparat kepolisian mengusut pihak yang berada di balik penyebaran informasi yang diduga hoaks tersebut.
Hasil penelusuran PRONEWS5.COM terhadap sejumlah sumber yang mengetahui penyebaran konten di media sosial menunjukkan bahwa narasi yang menyerang Braien Waworuntu dan Tahlis Gallang sama-sama mulai beredar pada hari yang sama, hanya berbeda waktu unggahan.
Temuan itu memunculkan dugaan adanya pola yang terorganisasi dalam penyebaran informasi tersebut.
Braien Waworuntu sebelumnya menjadi sasaran berbagai unggahan dari akun anonim dan akun yang diduga palsu di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, BW dikaitkan dengan berbagai tuduhan, mulai dari dugaan mengendalikan proyek hingga isu jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Menanggapi hal itu, Braien mengaku heran karena narasi yang sama terus berulang, padahal menurutnya klarifikasi telah berkali-kali disampaikan melalui media massa dan saluran resmi.
“Saya sudah berkali-kali memberikan klarifikasi. Namun akun-akun anonim kembali menyebarkan narasi yang sama tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Braien di Manado.
Menurutnya, penyebaran informasi tanpa bukti melalui akun anonim berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus mencemarkan nama baik seseorang.
Tidak lama berselang, serangan serupa juga mengarah kepada Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang.
Sebuah rekaman suara berdurasi sekitar 11 detik beredar luas di berbagai platform media sosial dengan narasi, “Kita janji pangoni Gubernur pasti dengar pakita, mar jangan lupa berbagi hasil kamari.”
Namun setelah dilakukan konfirmasi langsung oleh PRONEWS5.COM, Tahlis Gallang memastikan rekaman tersebut bukan suara maupun pernyataan resmi dirinya.
“Itu rekaman suara palsu,” tegas Tahlis Gallang saat dikonfirmasi PRONEWS5.COM, Senin (3/8/2026) malam.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan rekaman tersebut sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
Berdasarkan penelusuran PRONEWS5.COM serta keterangan sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, unggahan yang menyerang Braien Waworuntu dan Tahlis Gallang diketahui mulai beredar pada hari yang sama, meski berbeda jam.
“Kalau dilihat dari waktunya, dua postingan itu muncul di hari yang sama. Ini yang membuat banyak orang bertanya-tanya,” ujar salah seorang pegiat media sosial.
Pendapat serupa juga disampaikan sejumlah pemilik akun Facebook yang menilai adanya kemiripan pola penyebaran kedua konten tersebut.
“Mereka diserang pada hari yang sama. Jangan-jangan dilakukan oleh pelaku yang sama,” kata beberapa pengguna Facebook kepada PRONEWS5.COM.
Menanggapi situasi tersebut, aktivis Kota Tomohon sekaligus pengamat politik Danny Tular alias Kobis meminta Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Roycke Harry Langie agar mengusut tuntas pihak yang berada di balik penyebaran informasi yang diduga hoaks tersebut.
Menurut Danny, apabila penyebaran informasi palsu itu dilakukan secara terencana, maka dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekaligus mencederai ruang informasi publik.
Ia juga menilai aparat penegak hukum perlu menelusuri motif di balik penyebaran konten tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya membangun opini negatif terhadap tokoh tertentu.
Danny menilai Braien Waworuntu maupun Tahlis Gallang merupakan figur yang memiliki posisi strategis di Sulawesi Utara sehingga penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya berpotensi menimbulkan dampak luas apabila tidak segera ditangani.
“Kami berharap Bapak Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., dapat mengusut dan mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang diduga hoaks ini.
Jangan sampai ruang digital dipenuhi fitnah yang meresahkan masyarakat,” tegas Danny.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar