Kapolres Boltim Bantah Tudingan Kendalikan Wartawan, Sebut Isu yang Beredar Hoaks
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- visibility 285
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan,.S.H,.M.Si.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLTIM, PRONews5.com– Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya maupun institusi Polres Boltim mengendalikan atau mengatur wartawan dalam pemberitaan terkait aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres menyusul beredarnya berbagai informasi yang mengaitkan institusi kepolisian dengan dugaan adanya pihak tertentu yang mengatur koordinasi wartawan terkait pemberitaan aktivitas pertambangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
AKBP Golfried menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun untuk mengendalikan, mengatur, maupun mengoordinasikan kerja jurnalistik media massa.
“Tidak benar jika ada yang menyebut Polres menunjuk seseorang untuk mengendalikan atau mengatur wartawan. Pers memiliki independensi dan kami menghormati tugas jurnalistik yang dijalankan media,” tegas Kapolres.
Menurutnya, Polres Boltim selama ini menjalin komunikasi secara terbuka dengan seluruh insan pers tanpa membedakan media maupun kepentingan tertentu. Hubungan kemitraan yang dibangun tetap mengedepankan profesionalisme serta penghormatan terhadap kebebasan pers.
Kapolres menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak pernah mencampuri independensi media dalam menjalankan fungsi jurnalistik, termasuk dalam pemberitaan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas berbagai informasi yang menyeret sejumlah nama dalam isu koordinasi wartawan terkait pemberitaan aktivitas pertambangan.
Di sisi lain, Kapolres kembali menjelaskan pernyataannya mengenai keberadaan aktivitas tambang manual yang dilakukan masyarakat di sejumlah wilayah Boltim. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan realitas yang telah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak warga yang menggantungkan kehidupan ekonomi dari sektor pertambangan tradisional.
“Yang saya sampaikan adalah fakta di lapangan bahwa aktivitas tambang rakyat memang ada dan dilakukan oleh banyak masyarakat. Karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan secara sederhana tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, namun perlu mempertimbangkan kondisi sosial agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Terkait munculnya nama-nama tertentu yang dikaitkan dengan institusi kepolisian dalam berbagai komunikasi yang beredar, Kapolres menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing pihak dan tidak dapat dikaitkan dengan Polres Boltim tanpa bukti yang jelas.
“Jangan sampai muncul asumsi yang berkembang menjadi opini seolah-olah institusi terlibat. Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Polres, tentu harus dibuktikan dan diklarifikasi secara objektif,” katanya.
Kapolres juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara utuh.
AKBP Golfried menegaskan bahwa tugas utama Polres Boltim tetap berada pada koridor penegakan hukum, menjaga keamanan daerah, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
[**/NOX]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar