Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Nelayan Bergerak, Pemkab Minahasa Masih Menunggu? Ikan Sapu-Sapu Kepung Danau Tondano

Nelayan Bergerak, Pemkab Minahasa Masih Menunggu? Ikan Sapu-Sapu Kepung Danau Tondano

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 448
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA|Pronews5.com — Ketika nelayan mulai bergerak menyelamatkan Danau Tondano dari invasi ikan sapu-sapu, Pemerintah Kabupaten Minahasa justru dinilai masih berkutat pada laporan dan rencana. Aksi Hendro Kandouw yang viral menjadi tamparan publik atas lambannya respons pemerintah menghadapi ancaman nyata terhadap ekosistem dan ekonomi nelayan.

Ledakan populasi ikan sapu-sapu di Danau Tondano bukan lagi isu baru. Dalam beberapa tahun terakhir, nelayan terus mengeluhkan perubahan drastis hasil tangkapan.

Ikan konsumsi seperti mujair, payangka, hingga lobster air tawar semakin sulit didapat, tergeser oleh spesies invasif yang tidak bernilai jual.

Hendro Kandouw, nelayan asal Minahasa, menjadi sorotan setelah videonya saat menangkap ikan sapu-sapu menyebar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, ia menunjukkan bagaimana jaringnya hampir sepenuhnya dipenuhi ikan tersebut.

Nelayan Bergerak, Pemkab Minahasa Masih Menunggu? Ikan Sapu-Sapu Kepung Danau Tondano

Postingan Hendro Kandouw pada Minggu (26/4/2026), sekitar 19 jam sebelumnya, memperlihatkan hasil jaringannya yang didominasi ikan sapu-sapu saat menjaring ikan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Danau Tondano.

“Biasanya kami dapat mujair, payangka, dan lobster. Sekarang yang masuk jaring hampir semua ikan sapu-sapu. Tidak bisa dijual, tidak juga dimakan. Terpaksa kami buang ke darat,” ujarnya.

Langkah Hendro membuang ikan ke darat bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika dilepas kembali, ikan tersebut akan terus berkembang biak dan memperparah kondisi.

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki kemampuan reproduksi tinggi. Dalam sekali bertelur, betina mampu menghasilkan ratusan hingga ribuan telur yang menetas dalam waktu 3–7 hari. Induk jantan menjaga telur hingga menetas, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.

Ditambah lagi, ikan ini dapat berkembang biak sepanjang tahun, terutama saat musim penghujan.

Dengan karakter seperti itu, dominasi ikan sapu-sapu hanya soal waktu jika tidak dikendalikan secara serius.

Sejumlah nelayan lain menguatkan kondisi di lapangan. Mereka menyebut hampir setiap aktivitas penangkapan kini “diserbu” ikan sapu-sapu, dengan ukuran bervariasi dari 5 sentimeter hingga mencapai 50 sentimeter.

“Ikan ini sudah sangat banyak. Kalau tertangkap, tidak kami lepas lagi. Langsung dibuang supaya tidak berkembang biak,” ujar salah satu nelayan.

Respons masyarakat pun mengalir deras. Banyak yang mengapresiasi aksi Hendro sebagai bentuk kepedulian nyata, sekaligus menyindir keras pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret.

“Nelayan saja bisa bergerak, masa pemerintah hanya menunggu? Jangan nanti danau rusak baru panik,” tulis seorang warga.

Sindiran itu bukan tanpa dasar. Hingga kini, langkah pemerintah masih sebatas pelaporan dan rencana penanganan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ir. Lendy Aruperes, mengakui lonjakan populasi ikan sapu-sapu dan menyebut laporan telah disampaikan ke pimpinan daerah.

“Sudah dilaporkan kepada pimpinan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan secara masif bersama masyarakat pesisir Danau Tondano,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Namun bagi nelayan, waktu “dalam waktu dekat” bisa berarti kerugian yang terus berjalan setiap hari.

Di tengah ancaman yang kian nyata, aksi individu nelayan justru lebih cepat daripada gerak birokrasi.

Jika tidak segera diikuti langkah konkret, bukan tidak mungkin Danau Tondano akan lebih dulu “dikuasai” ikan sapu-sapu, sementara pemerintah masih sibuk menyusun rencana.

 

 

  • Penulis: (**/ARP)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Haji Indonesia di Makkah Wujud Kehormatan Nasional

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah melalui inisiatif pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Program strategis ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat bagi jutaan warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah di Tanah Suci. Presiden Prabowo Subianto mengatakan rencana pembangunan kampung […]

  • Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M7,6 di Maluku Utara Dihentikan, BMKG Pantau Kenaikan Muka Air

    Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M7,6 di Maluku Utara Dihentikan, BMKG Pantau Kenaikan Muka Air

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA — Peringatan dini tsunami akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara resmi diakhiri oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Kamis, 2 April 2026. Meski peringatan dicabut, BMKG tetap memantau potensi kenaikan muka air di beberapa wilayah pesisir. Gempa terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, […]

  • Prabowo Minta 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

    Prabowo Minta 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PEKANBARU, PRONEWS5.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau didalami lebih jauh. Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026). Presiden meminta tiga tersangka dibawa ke Jakarta untuk pendalaman serta meminta Badan Intelijen […]

  • Tromol Ilegal di Modayag Makan Korban Jiwa! FM Terancam Pidana

    Tromol Ilegal di Modayag Makan Korban Jiwa! FM Terancam Pidana

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BOLTIM, PRONEWS5.COM — Aktivitas pengolahan emas menggunakan tromol yang diduga ilegal di Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berujung maut. Seorang pekerja berinisial JM alias Jul (20), warga Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026). Korban dilaporkan mengalami kecelakaan saat bekerja di lokasi pengolahan material emas tersebut. Peristiwa ini […]

  • Legislator Senayan Pertanyakan Kinerja Komdigi Atasi Judol dan Blank Spot

    Legislator Senayan Pertanyakan Kinerja Komdigi Atasi Judol dan Blank Spot

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 308
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Cindy Monica menyoroti kapasitas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menghadapi persoalan judi online, perlindungan anak, serta pemerataan akses internet. Ia meminta penguatan infrastruktur digital berjalan seimbang dengan peningkatan kapasitas pengawasan ruang digital. Cindy mengatakan program pengembangan dan penguatan infrastruktur digital memperoleh lebih […]

  • Pemerintah Percepat Pembangunan 1.046 Hunian Sementara untuk Korban Banjir di Aceh Timur

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pembangunan sebanyak 1.046 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Timur sebagai bagian dari tahapan pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan warga segera keluar dari pengungsian dan dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan mendukung pemulihan kehidupan sosial serta ekonomi keluarga. Presiden Republik Indonesia […]

expand_less