Kadispora Manado Bonix Saweho Bantah Pukul Orang Tua Atlet: Saya Justru Melerai
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadispora Manado Bonix Saweho (insert) memberikan klarifikasi terkait kericuhan usai Liga Pelajar di Youth Center Manado. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado, Bonix Saweho, membantah tudingan bahwa dirinya melakukan pemukulan maupun intimidasi terhadap orang tua atlet dalam kericuhan yang terjadi usai pertandingan Liga Pelajar di Youth Center Manado, Sabtu (6/9/2026).
Dalam keterangannya kepada PRONEWS5.COM, Senin (7/9/2026), Bonix menegaskan bahwa dirinya berada di lokasi untuk melerai perkelahian, bukan melakukan kekerasan. Ia mengaku turun tangan setelah melihat sejumlah pihak terlibat aksi saling pukul.
“Saya tidak pernah melakukan pemukulan dan tidak pernah ada intimidasi kepada orang tua atlet. Saya justru melerai keributan,” tegas Bonix dalam keterangannya.
Menurut Bonix, kericuhan bermula dari protes salah satu orang tua atlet terkait anaknya yang disebut belum menerima piagam penghargaan setelah pertandingan. Situasi kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga terjadi aksi saling pukul.
Melihat kondisi tersebut, Bonix mengaku berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat agar keributan tidak semakin meluas.
“Sudah baku pukul, saya melerai, saya kasih pisah mereka. Sampai di luar Youth Center masih ada baku kejar, saya tetap melerai,” ungkapnya.
Bonix juga secara khusus membantah informasi yang menyebut dirinya melakukan kekerasan terhadap orang tua atlet. Ia meminta kejadian tersebut dilihat secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia.
Menurut dia, rekaman video maupun bukti lain dapat digunakan untuk mengetahui secara jelas posisi dan tindakan masing-masing pihak saat kericuhan berlangsung.
“Tidak ada sama sekali saya memukul. Saya justru melerai,” katanya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Bonix untuk meluruskan informasi yang berkembang terkait insiden selepas Liga Pelajar di Youth Center Manado. Ia berharap pemberitaan mengenai peristiwa tersebut tidak hanya dibangun berdasarkan keterangan sepihak, melainkan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.
Dengan demikian, persoalan mengenai siapa yang melakukan tindakan kekerasan dalam kericuhan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan bukti dan keterangan para pihak yang terlibat.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar