Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Tak Hanya di Danau, Ikan Sapu-Sapu Kuasai Sungai Tondano

Tak Hanya di Danau, Ikan Sapu-Sapu Kuasai Sungai Tondano

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM — Ledakan populasi ikan sapu-sapu di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini semakin mengkhawatirkan. Tak hanya mendominasi perairan danau, spesies invasif ini juga dilaporkan telah menyebar hingga ke dasar sungai dan aliran air yang terhubung, Sabtu (25/4/2026).

Fenomena ini terungkap dari aktivitas penangkapan nelayan yang hampir setiap hari mendapati jaring mereka dipenuhi ikan sapu-sapu.

Kondisi tersebut mencuat setelah video yang diunggah Hendro Kandouw, nelayan lokal, viral di media sosial, memperlihatkan hasil tangkapan yang didominasi ikan tersebut.

“Bukan cuma banyak, tapi besar-besar. Ada yang sampai dua kilo lebih,” ujar Hendro dalam video tersebut.

Sejumlah nelayan mengungkapkan, ikan sapu-sapu kini tidak hanya ditemukan di Danau Tondano, tetapi juga telah merambah hingga ke dasar sungai dan aliran air di sekitarnya.

Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa penyebaran ikan tersebut semakin meluas dan sulit dikendalikan.

“Ikan ini sudah sangat banyak. Kalau tertangkap, langsung kami buang ke darat supaya tidak berkembang biak lagi,” kata seorang nelayan.

Hasil tangkapan menunjukkan ukuran ikan yang bervariasi, mulai dari anakan 5–10 sentimeter, ukuran sedang 15–30 sentimeter, hingga indukan besar mencapai 40–50 sentimeter.

Variasi ini menandakan reproduksi berlangsung masif dan berkelanjutan.

Secara biologis, ikan sapu-sapu memiliki kemampuan berkembang biak tinggi.

Dalam satu kali bertelur, seekor betina mampu menghasilkan ratusan hingga lebih dari 1.000 butir telur, mempercepat ledakan populasi jika tidak dikendalikan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa, Ir. Lendy Aruperes, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebut laporan terkait lonjakan populasi telah disampaikan ke pimpinan daerah.

“Sudah dilaporkan kepada pimpinan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan secara masif bersama masyarakat pesisir Danau Tondano,” ujar Aruperes saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).

Situasi ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Jika dibiarkan, dominasi ikan sapu-sapu berpotensi merusak ekosistem perairan serta mengancam mata pencaharian nelayan di kawasan Danau Tondano.

 

  • Penulis: (**/ARP)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Sekadar Viral, Ini Misi Besar EKRAF Kumpulkan Kreator Konten Sulut

    Bukan Sekadar Viral, Ini Misi Besar EKRAF Kumpulkan Kreator Konten Sulut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 325
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital dengan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif bertajuk “Konten Viral Bernilai” di Aston Manado Hotel, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan puluhan kreator konten dari berbagai daerah di Sulawesi Utara untuk meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan konten digital yang tidak […]

  • Pemerintah Tetapkan Skema Kompensasi untuk Korban Bencana Sumatra, Percepat Pemulihan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah menetapkan skema kompensasi bagi korban bencana di wilayah Sumatra sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur pascabencana. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kepastian bantuan yang adil, terukur, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam melindungi warganya dari dampak bencana alam yang terjadi secara berulang. Penetapan […]

  • BMKG: Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut Diikuti 93 Gempa Susulan

    BMKG: Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut Diikuti 93 Gempa Susulan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle **/DIO
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis, (2/4/2026) pukul 05.48 WIB. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkap, Peristiwa alam itu diikuti 93 gempa susulan dengan magnitude 2,8 hingga 5,8. “Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB itu, telah terjadi 93 […]

  • Paraguay Permalukan Jerman, Sang Juara Dunia Angkat Koper

    Paraguay Permalukan Jerman, Sang Juara Dunia Angkat Koper

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 299
    • 0Komentar

    MASSACHUSETTS, PRONEWS5.COM – Kejutan terbesar kembali tersaji di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Paraguay sukses menumbangkan salah satu raksasa sepak bola Eropa, Jerman, melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Stadion Gillette, Massachusetts, Selasa (30/6/2026). Kemenangan tersebut memastikan La Albirroja melangkah ke babak […]

  • Hutan Konservasi Digasak Cukong Jakarta, Polda Sulut Didorong Tindak Tegas Tambang Batu Hitam Ilegal di Toraut

    Hutan Konservasi Digasak Cukong Jakarta, Polda Sulut Didorong Tindak Tegas Tambang Batu Hitam Ilegal di Toraut

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 184
    • 0Komentar

    BOLMONG, PRONEWS5.COM — Kawasan konservasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kian terancam. Aktivitas penambangan batu hitam (black stone) ilegal yang beroperasi secara masif kini memicu keresahan tajam di tengah masyarakat. Mirisnya, penambangan liar di zona lindung tersebut diduga kuat dikendalikan oleh cukong besar asal […]

  • Pemerintah Pastikan Rupiah Terkendali di Tengah Gejolak Global

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 286
    • 0Komentar

    JAKARTA — Nilai tukar rupiah masih menunjukkan stabilitas di tengah dinamika pasar keuangan global yang dipicu ketegangan geopolitik dan penguatan dolar Amerika Serikat. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memastikan berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan intervensi […]

expand_less