Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Hampir Rp12 Miliar Pasar Kayu Bulan Malalayang Tak Terpakai

Hampir Rp12 Miliar Pasar Kayu Bulan Malalayang Tak Terpakai

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MANADO, PRONEWS5.COM — Proyek pembangunan Pasar Restorasi di Kayu Bulan, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, menyisakan pertanyaan serius terkait pemanfaatan fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran belasan miliar rupiah.

Bangunan pasar tersebut disebut belum dimanfaatkan secara optimal, sementara berdasarkan data pengadaan yang beredar, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan nilai pekerjaan mencapai hampir Rp12 miliar.

Informasi yang dihimpun PRONEWS5.COM pada Selasa (1/9/2026), paket pembangunan tahap pertama tercatat sekitar Rp9,850 miliar. Pekerjaan kemudian berlanjut pada tahap kedua dengan nilai sekitar Rp2 miliar.

Selain dua paket pekerjaan fisik tersebut, terdapat pula anggaran sekitar Rp100 juta untuk jasa konsultan pengawas.

Jika seluruh nilai paket tersebut dijumlahkan, anggaran yang tercatat mencapai kurang lebih Rp11,95 miliar.

Besarnya nilai belanja daerah itu menjadi alasan penting untuk mempertanyakan sejauh mana fasilitas pasar tersebut memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal pembangunannya.

Seorang sumber yang mengetahui kondisi di lapangan mengatakan, pembangunan pasar semestinya didasarkan pada perencanaan yang jelas, mulai dari kebutuhan pedagang, potensi aktivitas perdagangan, akses masyarakat hingga pola pengelolaannya.

“Pembangunan pasar seharusnya memiliki tujuan yang jelas, yakni menyediakan ruang bagi pedagang sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika fasilitas yang sudah dibangun justru tidak digunakan, tentu perlu dilihat kembali efektivitas pembangunannya,” ujar sumber tersebut kepada PRONEWS5.COM.

Sumber meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena alasan tertentu.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian aktivis Sulawesi Utara, Eddy Rompas dari Lembaga Investigasi Nasional (LIN) Sulut.

Menurut Eddy, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka apakah sebelum pembangunan telah dilakukan kajian yang memadai mengenai kebutuhan pasar dan kesiapan pengelolaannya.

“Publik berhak mengetahui apakah sejak awal sudah dilakukan kajian mengenai kebutuhan pedagang, jumlah pengguna, aksesibilitas, pengelolaan pasar hingga kesiapan fasilitas pendukung,” kata Eddy.

Ia menilai pembangunan fasilitas publik tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya bangunan dan selesainya pekerjaan fisik.

“Pembangunan fisik tanpa kepastian pemanfaatan berpotensi membuat fasilitas publik kehilangan fungsi dan manfaatnya,” ujarnya.

Karena itu, Eddy meminta Pemerintah Kota Manado memberikan penjelasan mengenai status pasar tersebut, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan apa yang menjadi kendala sehingga fasilitas itu belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Menurut Eddy, apabila dalam proses pembangunan ditemukan indikasi pelanggaran hukum, penyimpangan anggaran atau persoalan lain yang berpotensi merugikan keuangan negara/daerah, maka Aparat Penegak Hukum (APH) dapat melakukan penyelidikan sesuai kewenangan dan berdasarkan bukti yang tersedia.

“Kalau memang terdapat indikasi pelanggaran, tentu aparat penegak hukum perlu melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada atau tidaknya unsur pelanggaran. Tetapi semuanya harus berdasarkan data dan bukti,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan alasan pembangunan dilakukan dalam dua tahap dengan nilai pekerjaan yang secara keseluruhan mencapai miliaran rupiah.

“Jangan sampai anggaran besar berakhir menjadi bangunan kosong. Pemerintah Kota Manado perlu membuka secara terang kondisi proyek tersebut kepada masyarakat,” kata Eddy.

Menurutnya, transparansi penting karena pembangunan tersebut menggunakan uang negara yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Ini menyangkut efektivitas penggunaan uang publik. Hampir Rp12 miliar telah dikucurkan,” pungkasnya.

PRONEWS5.COM masih melakukan upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kota Manado dan pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai proses pembangunan, nilai kontrak, tahapan pekerjaan, sumber anggaran, hasil pekerjaan serta rencana pemanfaatan pasar tersebut.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Mudik Lebaran 2026 Dipastikan dalam Kondisi Prima

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Jakarta — Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan di berbagai jalur utama mudik dalam kondisi prima menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Berbagai langkah percepatan perbaikan, peningkatan kualitas jalan, serta koordinasi lintas lembaga telah dilakukan guna menjamin kelancaran perjalanan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono […]

  • Akses Jalan Lancar, Distribusi Bantuan di Sumatera Meningkat Pesat ke Daerah Terdampak

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Salah satu capaian signifikan yang dirasakan langsung masyarakat adalah semakin lancarnya akses jalan menuju daerah terdampak. Kondisi ini berdampak positif terhadap peningkatan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas petugas di lapangan, sehingga proses penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi. Menteri […]

  • KPK Dorong Komunikasi Publik Jadi Instrumen Transparansi dan Pencegahan Korupsi di Sulut

    KPK Dorong Komunikasi Publik Jadi Instrumen Transparansi dan Pencegahan Korupsi di Sulut

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Informasi publik tidak berhenti pada publikasi. Ketika dikelola secara terbuka, mudah dipahami, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, komunikasi publik dapat menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus memperkuat pencegahan korupsi di daerah. Seruan ini mengemuka dalam forum kolaborasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Dinas Komunikasi, […]

  • Penguatan Ekonomi Nasional: Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Pasar Dunia

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 284
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat strategi ekonomi nasional untuk menjaga stabilitas di tengah dinamika pasar global. Berbagai langkah pembenahan dilakukan secara terukur agar fondasi perekonomian semakin kokoh, adaptif, dan mampu merespons perubahan eksternal dengan lebih sigap. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan pentingnya konsistensi dalam meningkatkan kualitas tata kelola. “Ada atau tidak […]

  • Heboh! Dua Nama Asal Sulut Muncul dalam Daftar yang Beredar Terkait Kasus MBG, Kejagung Belum Beri Keterangan Resmi

    Heboh! Dua Nama Asal Sulut Muncul dalam Daftar yang Beredar Terkait Kasus MBG, Kejagung Belum Beri Keterangan Resmi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Dua nama asal Sulawesi Utara, yakni Felly Estelita Runtuwene dan Patris Rumbayan, muncul dalam daftar yang beredar terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025–2026. Informasi tersebut mencuat setelah mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, melalui kuasa […]

  • Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Transformasi Ritno Kurniawan Menggerakkan Desa Nyarai Jadi Destinasi Berkelanjutan

    Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Transformasi Ritno Kurniawan Menggerakkan Desa Nyarai Jadi Destinasi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PADANG PARIAMAN | PRONEWS5.COM – Perubahan besar terjadi di Desa Wisata Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dari kawasan yang dulu bergantung pada aktivitas penebangan kayu, kini desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang tumbuh berkat peran seorang warga lokal, Ritno Kurniawan. Ritno, yang dahulu juga menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di […]

expand_less