Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Transformasi Ritno Kurniawan Menggerakkan Desa Nyarai Jadi Destinasi Berkelanjutan

Dari Penebang Kayu ke Pemandu Ekowisata: Transformasi Ritno Kurniawan Menggerakkan Desa Nyarai Jadi Destinasi Berkelanjutan

  • account_circle (**/VAN)
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 259
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PADANG PARIAMAN | PRONEWS5.COM – Perubahan besar terjadi di Desa Wisata Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dari kawasan yang dulu bergantung pada aktivitas penebangan kayu, kini desa tersebut bertransformasi menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang tumbuh berkat peran seorang warga lokal, Ritno Kurniawan.

Ritno, yang dahulu juga menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan Bukit Barisan, kini justru menjadi motor penggerak perubahan.

Ia memimpin masyarakat untuk beralih dari eksploitasi hutan menuju pengelolaan potensi alam secara berkelanjutan melalui pengembangan wisata alam.

Pada masa sebelumnya, sebagian besar warga Desa Nyarai menggantungkan penghasilan dari penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam seminggu.

Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan, aktivitas tersebut juga berdampak pada kerusakan lingkungan di kawasan lindung.

Melihat potensi alam yang dimiliki Nyarai seperti lubuk alami, jalur trekking, hingga arung jeram, Ritno mulai mendorong perubahan arah ekonomi desa.

Pendekatan persuasif yang ia lakukan perlahan membuka kesadaran masyarakat bahwa potensi wisata jauh lebih berkelanjutan dibanding eksploitasi hutan.

“Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I memiliki potensi wisata alam yang besar. Sebelumnya sekitar 80 persen masyarakat menggantungkan penghasilan dari penebangan kayu dengan risiko tinggi dan dampak lingkungan yang signifikan.

Namun melalui pendampingan yang konsisten, masyarakat kini mulai percaya diri menjadi pemandu wisata dengan penghasilan rata-rata Rp400–500 ribu per minggu,” ujar Ritno Kurniawan.

Transformasi ini semakin kuat dengan hadirnya program Desa Sejahtera Astra dari Astra International, yang memberikan dukungan berupa peningkatan kapasitas masyarakat, penyediaan peralatan wisata, hingga pengembangan atraksi seperti arung jeram.

Dalam waktu sekitar tiga bulan, warga yang sebelumnya belum mengenal standar pengelolaan wisata mulai mampu menjadi pemandu profesional.

Saat ini, tercatat sekitar 45 pemandu arung jeram aktif dan lebih dari 100 warga terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata, termasuk 25 orang sebagai pengurus inti.

Sebagian besar masyarakat yang dahulu bekerja sebagai penebang kayu kini beralih menjadi pelaku ekowisata yang tersertifikasi.

Dampaknya juga meluas ke sektor ekonomi desa. Kehadiran wisatawan domestik hingga mancanegara, termasuk dari Malaysia, turut mendorong tumbuhnya usaha baru seperti homestay, jasa pemandu, hingga UMKM lokal yang menopang ekosistem wisata Nyarai.

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat desa.

“Astra berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal.

Pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Nyarai membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi bisa berjalan beriringan.

Dengan akses pelatihan dan penguatan kapasitas, masyarakat tidak hanya memperoleh penghidupan yang lebih baik, tetapi juga berperan aktif menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Ke depan, Desa Wisata Nyarai diharapkan terus berkembang sebagai model ekowisata berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan antara ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Program ini juga sejalan dengan komitmen Astra dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta visi “Sejahtera Bersama Bangsa”.

Transformasi Nyarai menjadi bukti bahwa perubahan tidak selalu datang dari luar. Kadang, ia lahir dari kesadaran satu orang yang berani mengubah arah hidup satu kampung.

 

  • Penulis: (**/VAN)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Tomohon Keluarkan Himbauan Tegas: Ganggu Ketenteraman Malam Hari Terancam Denda Rp10 Juta

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 649
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com — Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, S.I.K., mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh warga Kota Tomohon untuk menjaga ketenteraman dan keamanan lingkungan, khususnya pada waktu malam hari, seiring diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur sanksi pidana bagi pelanggar ketenangan umum. Himbauan tersebut menegaskan bahwa setiap tindakan yang menimbulkan kebisingan atau keresahan […]

  • Ribuan Kaum Bapa GMIM Bakal Padati HAPSA di Kanaan Uluindano

    Ribuan Kaum Bapa GMIM Bakal Padati HAPSA di Kanaan Uluindano

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 905
    • 0Komentar

    TOMOHON|PRONews5.com — Jemaat GMIM Kanaan Uluindano dipastikan menjadi pusat pelaksanaan Hari Persatuan (HAPSA) Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM Wilayah Tomohon IV Tahun 2026. Ribuan peserta dari berbagai jemaat diperkirakan akan memadati lokasi kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026. Perhelatan tahunan tersebut bukan sekadar agenda rutin gerejawi, melainkan momentum mempererat persekutuan, […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle rafael
    • visibility 754
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Film Pig Feast Tuai Kritik, Dinilai Abaikan Pembangunan Energi Nasional

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (Pig Feast) yang mengkritik Program Strategis Nasional (PSN) di Papua menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai narasi yang diangkat dalam film yang juga tayang secara terbatas di Selandia Baru itu cenderung provokatif karena tidak melihat secara utuh konteks pembangunan energi nasional serta masa depan Papua. […]

  • Diduga Jadi Predator Anak, Oknum ASN Pemkab Minahasa Jalani Sidang, Yosadi Beri Bantuan Hukum Pro Bono

    Diduga Jadi Predator Anak, Oknum ASN Pemkab Minahasa Jalani Sidang, Yosadi Beri Bantuan Hukum Pro Bono

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 528
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM— Advokat senior Sofyan Jimmy Yosadi, SH kembali menegaskan komitmennya memberikan bantuan hukum pro bono secara gratis kepada korban anak dengan mengawali proses perdebatan dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang menyeret seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Minahasa. Perkara tersebut kini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tondano. […]

  • Isu Perselingkuhan yang Menyeret Nama Franciscus Enoch Ternyata Hoaks

    Isu Perselingkuhan yang Menyeret Nama Franciscus Enoch Ternyata Hoaks

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 263
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Anggota DPRD Minahasa dari PDI Perjuangan, Franciscus Enoch, SH, akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan perselingkuhan yang sempat beredar dan kembali dimunculkan menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minahasa. Franciscus Enoch menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar, tidak memiliki dasar yang jelas, dan hanya merupakan informasi bohong (hoaks) yang sengaja […]

expand_less