PT GEJ Sampaikan Belasungkawa atas Korban Longsor Tambang Emas Patung, Harap Pencarian Korban Hilang Segera Berhasil
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 276
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: Istimewa/Nox)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLMONG, PRONEWS5.COM – Musibah tanah longsor yang terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (25/6/2026), terus menyisakan duka mendalam. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua penambang tertimbun material longsor.
Hingga Minggu (28/6/2026), satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Operasi pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat.
Direktur PT Global Emas Jaya (GEJ), Asri Mamonto yang akrab disapa Ali, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas musibah yang merenggut nyawa para penambang tersebut.
“Saya turut prihatin atas musibah longsor di tambang emas Patung yang telah merenggut nyawa penambang. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujar Ali saat menghubungi media ini, Minggu (28/6/2026).
Ali juga berharap proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang dapat segera membuahkan hasil sehingga keluarga memperoleh kepastian.
Sementara itu, Kapolsek Lolayan, AKP Johan Atang, membenarkan bahwa satu korban berhasil ditemukan setelah tiga hari proses pencarian.
“Satu korban sudah ditemukan dan saat ini masih dalam proses identifikasi. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan satu korban lainnya,” kata Johan.
Sebelumnya, dua penambang yang dilaporkan tertimbun longsor adalah Alipu Atimu alias Alip, warga asal Gorontalo yang berdomisili di Desa Mopait, serta Rivaldo Kandouw alias Baim, warga Desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga mengubur sejumlah kendaraan dan alat berat yang berada di lokasi.
Seorang warga di lokasi, Acip, mengatakan tim gabungan berhasil mengevakuasi lima unit sepeda motor dan satu unit excavator merek Kobelco berwarna hijau toska yang sebelumnya tertimbun material longsor.
“Sepeda motor dan satu unit excavator juga sudah ditemukan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan dengan menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian publik karena terjadi di kawasan pertambangan emas tanpa izin yang memiliki tingkat risiko keselamatan sangat tinggi.
Aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti longsor, termasuk menelusuri dugaan keterkaitan dengan material buangan (overburden/OB) di sekitar lokasi tambang.
[**/NOX]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar