Diduga Tertimbun Longsor, Dua Penambang Ilegal di PETI Patung Belum Ditemukan
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keluarga dua penambang yang diduga tertimbun longsor di lokasi PETI Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, menanti dengan penuh harap di sekitar lokasi pencarian sembari menunggu kabar dan berharap kedua korban segera ditemukan. (Foto: Istimewa/Nox)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLMONG, PRONEWS5.COM – Dua penambang emas diduga tertimbun material longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Patung, yang berada di kawasan konsesi PT Bulawan Daya Lestari (BDL), Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (26/6/2026). Hingga Jumat (27/6/2026), kedua korban masih dalam pencarian.
Korban diketahui bernama Baim, warga Minahasa, dan Alip, yang berdomisili di Desa Mopait. Tim gabungan bersama masyarakat terus melakukan pencarian dengan bantuan alat berat jenis excavator.
Seorang warga setempat mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kedua penambang benar-benar tertimbun longsor atau hanya dinyatakan hilang. Karena itu, proses pencarian masih terus dilakukan.
“Pencarian korban masih berlanjut hingga hari ini. Belum diketahui secara pasti apakah dua orang itu tertimbun atau hilang. Semua masih bersifat dugaan,” ujar warga setempat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow mengonfirmasi telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung mengerahkan tim ke lokasi.
“Kami sudah menerima laporan tadi sekitar pukul 09.00 WITA. Sekarang tim sudah menuju lokasi,” kata personel BPBD, Apri Mokolanot.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dugaan sementara menyebutkan material yang longsor berasal dari timbunan limbah di kawasan perusahaan.
Di bawah lokasi tersebut terdapat daseng atau tempat para penambang beristirahat, sehingga diduga kedua korban berada di area tersebut saat longsor terjadi.
“Material yang longsor diduga berasal dari timbunan limbah perusahaan. Di bawahnya ada daseng tempat para penambang beristirahat,” ujar seorang warga.
Keluarga korban berharap proses pencarian segera membuahkan hasil sehingga kedua penambang dapat segera ditemukan.
Hingga Jumat malam (27/6/2026), kedua penambang yang diduga tertimbun longsor belum berhasil ditemukan. Proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dan alat berat di lokasi kejadian.
[**/NOX]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar