Damkar yang Terlupakan Akhirnya Diberi Penghargaan, Marlon Bangonang: Terima Kasih Bapak Gubernur
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 453
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyerahkan sertifikat penghargaan kepada petugas Damkar Kota Manado, Marlon Bangonang, atas aksi heroiknya dalam proses evakuasi korban kebakaran Mega Mall Manado. (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO | PRONews5.com — Polemik hilangnya nama petugas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Marlon Bangonang, dari daftar penerima penghargaan akhirnya berujung bahagia. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Marlon akhirnya menerima langsung sertifikat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Penghargaan tersebut diberikan atas aksi heroik Marlon saat berjibaku dalam proses pemadaman dan evakuasi korban pada tragedi kebakaran Mega Mall Manado, Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Dalam pertemuan di Wisma Negara Bumi Beringin, Senin (18/5/2026), suasana haru terlihat ketika Marlon dipanggil langsung oleh Gubernur Sulut untuk menerima sertifikat penghargaan yang sebelumnya belum sempat diberikan akibat kekeliruan administrasi.
“Terima kasih Bapak Gubernur,” ucap Marlon Bangonang usai menerima penghargaan tersebut.
Sebelumnya, nama Marlon ramai dibahas setelah sebuah unggahan media sosial mempertanyakan alasan dirinya tidak tercantum dalam daftar penerima penghargaan, padahal ia disebut menjadi salah satu petugas yang turun langsung mengevakuasi korban dari dalam gedung yang terbakar.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan tidak pernah berniat mengabaikan jasa petugas Damkar yang bertaruh nyawa dalam peristiwa tersebut.
“Cepat sekali viralnya ya, tapi tidak ada niat melupakan mu. Kamu ini petarung pelayan masyarakat dan layak menerima penghargaan,” ujar Yulius di hadapan para personel Damkar.
Gubernur Yulius menjelaskan penghargaan sebelumnya diberikan berdasarkan data resmi yang diterima pemerintah provinsi, di mana hanya terdapat 11 nama personel Damkar.
“Data yang masuk ke saya hanya 11 orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Charles Esau Rotinsulu, S.E., M.Si., mengakui adanya kelalaian administrasi yang menyebabkan nama Marlon sempat terlewat.
“Kami minta maaf. Memang ada kekeliruan administrasi. Padahal Marlon yang mengangkat atau mengevakuasi korban,” ujar Jimmy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulut yang menerima data susulan sehingga penghargaan terhadap Marlon akhirnya dapat diberikan.
Marlon sendiri mengaku tidak mengetahui dirinya menjadi perbincangan di media sosial.
“Saya juga tidak tahu kalau sedang viral, Pak. Saya sedang tidur, justru isteri saya yang memberitahu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulut turut memberikan motivasi kepada seluruh personel Damkar Kota Manado agar terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, terutama di kawasan padat penduduk dan akses sempit di Kota Manado.
Selain itu, Gubernur Yulius juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya satu korban dalam kebakaran Mega Mall Manado dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar