Penutupan SPPG Tomohon Bukan Dampak Kasus BGN, Pengelola: Sudah Direnovasi Sejak Mei dan Sekolah Telah Diberitahu
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 934
- comment 0 komentar
- print Cetak

SPPG Kamasi di Tomohon Tengah yang sementara tidak beroperasi karena proses renovasi dan pembenahan fasilitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Istimewa PRONews5.com)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONews5.com – Penghentian sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tomohon dipastikan bukan akibat penahanan tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung.
Perwakilan pengelola menjelaskan bahwa penutupan tersebut telah direncanakan jauh sebelumnya karena proses renovasi fasilitas dapur dan telah diberitahukan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.
Klarifikasi itu disampaikan menyusul munculnya spekulasi yang mengaitkan berhentinya aktivitas beberapa dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat tiga mantan pimpinan BGN.
Menurut perwakilan pengelola, SPPG Kamasi di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, sudah menghentikan operasional sebelum penahanan para tersangka pada 3 Juni 2026.
“Penutupan ini bukan karena kasus yang terjadi di pusat. Kami sudah menyurat sejak 16 Mei 2026 terkait renovasi dan pemberitahuan penghentian sementara layanan juga telah disampaikan kepada sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat,” ujarnya kepada PRONews5.com, Senin (8/6/2026).
Dokumen laporan renovasi SPPG Kamasi tertanggal 16 Mei 2026 mencatat sejumlah pekerjaan pembenahan fasilitas, antara lain penambahan gudang ompreng, pembangunan gudang peralatan masak, serta penambahan meja stainless steel pada ruang persiapan dan pemorsian makanan.
Dalam laporan tersebut disebutkan renovasi dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik setelah operasional kembali normal.
Pengelola juga menegaskan bahwa penghentian sementara tidak hanya terjadi di SPPG Kamasi. Beberapa unit pelayanan lainnya di Kota Tomohon juga menjalani penyesuaian operasional dan pembenahan fasilitas.
Meski demikian, masyarakat berharap informasi terkait penghentian maupun jadwal operasional kembali dapat disampaikan secara lebih terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Hingga berita ini diterbitkan, sebagian SPPG di Kota Tomohon masih beroperasi dan tetap mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat, sementara beberapa lainnya masih dalam proses renovasi dan penyesuaian fasilitas.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar