Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Desakan Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal Sulut Bergema dari Daerah hingga ke Pusat

Desakan Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal Sulut Bergema dari Daerah hingga ke Pusat

  • account_circle rafael
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 425
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONews5.com – Gelombang desakan agar negara bertindak tegas terhadap praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sulawesi Utara terus menguat. Setelah sebelumnya disuarakan oleh Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut, kini tuntutan serupa kembali disampaikan aktivis Uni Demokrasi Indonesia (UDI) melalui aksi demonstrasi di Jakarta.

Sebelumnya, massa Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut menggelar aksi damai di Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut, Jumat (5/3/2026).

Massa Masyarakat Adat Waraney Toar Lumimuut menggelar aksi damai di Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut mendesak Prabowo Subianto membersihkan oknum TNI/Polri yang diduga membeking mafia pertambangan ilegal di Tanah Toar Lumimuut.

Dalam aksi tersebut mereka meminta Prabowo Subianto selaku Presiden Republik Indonesia mengambil langkah tegas dengan membersihkan oknum TNI/Polri yang diduga memberikan perlindungan terhadap jaringan mafia pertambangan ilegal di wilayah Tanah Toar Lumimuut.

Para aktivis menilai penertiban tambang emas ilegal tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Penindakan harus menyasar seluruh rantai bisnis, mulai dari penambang di lapangan, pemodal, hingga pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Tanpa langkah tegas dari pemerintah, kerusakan lingkungan dan potensi kerugian negara dikhawatirkan akan terus berlanjut.

Desakan itu kini kembali menguat setelah aktivis UDI menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Aktivis Uni Demokrasi Indonesia (UDI) menggelar aksi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta, menuntut penertiban tambang emas ilegal di Sulawesi Utara serta pengusutan jaringan mafia tambang.

Aksi tersebut dipimpin Koordinator Aksi Muhammad Ali dengan John Aprijaya sebagai Koordinator Lapangan. Mereka mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik tambang ilegal yang disebut telah berlangsung lama di sejumlah wilayah Sulawesi Utara.

Dalam orasinya, Muhammad Ali menegaskan bahwa tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan persoalan serius yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan penguasaan sumber daya alam oleh kelompok tertentu.

“Tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini kejahatan terhadap lingkungan sekaligus perampasan kekayaan alam. Negara tidak boleh membiarkan sumber daya alam dikuasai jaringan mafia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, aktivitas PETI di berbagai wilayah Sulawesi Utara umumnya berlangsung tanpa izin resmi, tanpa standar keselamatan kerja, serta tanpa kajian dampak lingkungan yang memadai.

Akibatnya, kawasan hutan rusak, lubang-lubang tambang dibiarkan terbuka, dan aliran sungai terancam tercemar.

Selain itu, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dalam proses pemisahan emas dari batuan juga menjadi perhatian serius. Zat beracun tersebut berpotensi mencemari lingkungan, merusak ekosistem sungai, dan mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar area tambang.

UDI juga menilai aktivitas tambang ilegal menyebabkan kerugian besar bagi negara karena hasil tambang tidak tercatat sebagai penerimaan resmi.

“Emas diambil dari perut bumi, tetapi tidak masuk ke kas negara. Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang tersisa hanyalah kerusakan lingkungan,” ujar Ali.

Dalam aksi tersebut, UDI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka mendesak Kementerian ESDM segera melakukan penertiban terhadap seluruh aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Sulawesi Utara.

Selain itu, aparat penegak hukum diminta mengusut secara menyeluruh jaringan yang berada di balik praktik tambang ilegal, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal maupun memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.

UDI juga meminta Kejaksaan Agung membuka penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan oknum pejabat daerah maupun pihak lain yang diduga memperoleh keuntungan dari bisnis tambang ilegal.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penambang kecil di lapangan. Aparat harus berani menelusuri dan menindak aktor besar yang mengendalikan bisnis ini,” kata Ali.

[**/ARP]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Pledoi, Nadiem Pertanyakan Tagihan Rp5,6 Triliun: Dari Mana Angkanya?

    Di Pledoi, Nadiem Pertanyakan Tagihan Rp5,6 Triliun: Dari Mana Angkanya?

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mempertanyakan dasar perhitungan tuntutan uang pengganti sebesar Rp5,6 triliun yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Dalam nota pembelaan (pledoi) yang dibacakannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), Nadiem menilai angka tersebut […]

  • Revisi UU Adminduk Disahkan Desember 2026, Disdukcapil Berpeluang Jadi Instansi Vertikal

    Revisi UU Adminduk Disahkan Desember 2026, Disdukcapil Berpeluang Jadi Instansi Vertikal

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SEMARANG, PRONEWS4.COM – Komisi II DPR RI menargetkan penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Administrasi Kependudukan (RUU Adminduk) dapat rampung dan disahkan menjadi undang-undang sebelum Desember 2026. Revisi ini diproyeksikan bakal mengganti sebagian besar substansi dan pasal guna menghadirkan tata kelola data kependudukan yang lebih modern dan berdaya saing. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi […]

  • Prabowo Pilih Dipanggil Bang Bowo Bukan Mbah atau Eyang

    Prabowo Pilih Dipanggil Bang Bowo Bukan Mbah atau Eyang

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 128
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan soal sapaan yang ingin digunakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026). Dalam suasana yang disebutnya penuh kekeluargaan, Prabowo meminta keluarga besar PAN tidak memanggilnya dengan sapaan yang terkesan terlalu […]

  • Detik-Detik Tembakan di Washington Hilton, Trump Dievakuasi Dramatis

    Detik-Detik Tembakan di Washington Hilton, Trump Dievakuasi Dramatis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 254
    • 0Komentar

    WASHINGTON D.C. — Kepanikan pecah di tengah kemewahan ajang tahunan White House Correspondents’ Dinner setelah suara tembakan mengguncang Washington Hilton Hotel, Sabtu malam waktu setempat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump dievakuasi cepat oleh United States Secret Service kurang dari 30 menit setelah tiba di lokasi. Sedikitnya lima letusan terdengar dari […]

  • Arab Saudi Tahan Gempuran Uruguay, Al-Owais Jadi Tembok Penyelamat

    Arab Saudi Tahan Gempuran Uruguay, Al-Owais Jadi Tembok Penyelamat

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 186
    • 0Komentar

    FLORIDA, PRONews5.com – Arab Saudi membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil mengejutkan setelah berhasil menahan imbang Uruguay 1-1 dalam laga perdana Grup yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Florida, Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB. Hasil ini menjadi poin berharga bagi skuad Green Falcons yang tampil di bawah tekanan sepanjang pertandingan. […]

  • SMSI Sulut Dukung Pesan YSK Perangi Hoaks

    SMSI Sulut Dukung Pesan YSK Perangi Hoaks

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) mengajak insan pers memperkuat perannya sebagai penyampai informasi yang faktual, benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pesan tersebut disampaikan dalam Coffee Morning Gubernur Sulawesi Utara bersama Media Pemprov yang digelar di Manado, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan […]

expand_less