PWI Sulut dan KMNU-I Sepakat Perkuat Sinergi Tunjang Program Pemerintah
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 198
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua PWI Sulut Sintya NC Bojoh bersama jajaran pengurus KMNU-I dalam agenda silaturahmi di Sekretariat KMNU-I, kawasan Pelabuhan Manado, Senin (6/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut) dan Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesia (KMNU-I) mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama untuk mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Ketua PWI Sulut Sintya NC Bojoh ke Sekretariat KMNU-I di kawasan Pelabuhan Manado, Senin (6/10/2026).
Kehadiran Sintya didampingi Wakil Ketua OKK PWI Sulut Vanny Loupatty alias Maemossa. Keduanya disambut Sekretaris Umum KMNU-I Yohanis Missah bersama Bendahara Umum KMNU-I Yusak Walo.
Dalam pertemuan tersebut, Sintya mengaku terkesan melihat semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat Nusa Utara yang tergabung dalam KMNU-I.
“Ini kunjungan silaturahmi. PWI Sulut kagum dengan kekompakan komunitas ini. Untuk itu saya bersedia bertemu langsung dengan segenap pengurus KMNU-I,” ujar Sintya.
Menurutnya, KMNU-I merupakan salah satu kekuatan masyarakat yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan Sulawesi Utara. Karena itu, sinergitas dan kebersamaan yang telah terbangun di dalam komunitas tersebut perlu terus dijaga.
Ia juga berharap partisipasi masyarakat Nusa Utara dalam pembangunan daerah dapat semakin ditingkatkan.
“Selain itu, diharapkan peran serta dan partisipasi masyarakat Nusa Utara terhadap pembangunan dapat lebih dimaksimalkan,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum KMNU-I Yusak Walo menyambut baik kunjungan silaturahmi Ketua PWI Sulut tersebut. Ia menilai kehadiran PWI Sulut menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi antara masyarakat, pers dan pemerintah.
Menurut Yusak, di tengah derasnya pembangunan Sulawesi Utara, masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mendapatkan informasi yang faktual. Peran tersebut, kata dia, salah satunya dapat dijalankan melalui pers.
“Dan itu ada di tangan PWI Sulut yang dapat menyodorkan informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Yusak.
Penggagas berdirinya KMNU-I ini menegaskan, pers memiliki peran besar dalam menjamin kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi faktual kepada masyarakat.
Karena itu, menurut Yusak, sinergitas antara KMNU-I dan PWI Sulut memiliki arti penting dalam mengawal pembangunan daerah.
“Dua organisasi ini tidak hadir untuk mengambil alih peran pemerintah. Tetapi bersedia memberi diri untuk membantu suksesnya program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dialog antara organisasi pers, komunitas masyarakat dan pemerintah dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan dengan tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama.
“Jika organisasi pers dan komunitas masyarakat duduk dialog bersama dengan pemerintah, lalu menjadikan kepentingan rakyat sebagai titik temu, maka di situlah demokrasi menemukan napasnya,” ungkap Yusak.
Ia berharap kebersamaan antara KMNU-I dan PWI Sulut dapat menjadi energi positif dalam mengawal pembangunan Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Usai pertemuan di Sekretariat KMNU-I, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama di Daseng Karangria, Kecamatan Tuminting, Manado.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh Nusa Utara, di antaranya Rimata Narande, Salmon Jacobus, Wandi Hontong, Jean Montolalu, serta Wakil Bendahara Umum KMNU-I Lucia Stevanie.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar