Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

Misteri Kematian Nelayan di Sitaro, Polisi Temukan 3 Ton Diduga Sianida di Perahu

  • account_circle (**/Frank)
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 286
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SITARO, PRONews5.com — Misteri kematian seorang nelayan asal Kabupaten Kepulauan Sangihe, Junior Kristianus Darui (64), mulai mengarah pada dugaan praktik penyelundupan bahan berbahaya lintas negara. Saat aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban di pesisir Kampung Balirangen Lindongan III, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (19/5/2026) dini hari, polisi justru menemukan 60 karung diduga berisi taekone sianida dengan total berat sekitar tiga ton di dalam perahu yang ditumpangi korban.

Penemuan tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait aktivitas pelayaran yang dilakukan korban bersama sejumlah pria lainnya dari Sulawesi Utara hingga diduga masuk ke wilayah General Santos City, Filipina.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sekitar pukul 03.40 WITA, Piket Siaga “A” Polres Kepulauan Sitaro menerima laporan masyarakat mengenai adanya seorang pria meninggal dunia di pesisir Kampung Balirangen.

Polisi kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Korban diketahui bernama Junior Kristianus Darui, warga Kampung Bebu, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Korban berprofesi sebagai nelayan dan disebut ikut dalam pelayaran pengangkutan barang bersama beberapa pria lainnya menggunakan dua perahu mesin gantung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, perjalanan tersebut bermula ketika empat orang ditawari pekerjaan mengangkut barang yang disebut sebagai pakan ternak ayam dan babi dengan upah Rp4 juta sekali perjalanan.

Tawaran pekerjaan itu diduga dikendalikan seorang pria berinisial IK alias Ivan.

Pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WITA, rombongan berangkat dari Kecamatan Wori menuju Pulau Sangihe menggunakan dua perahu. Setelah berlayar sekitar tiga hari, para saksi mengaku diarahkan menuju sebuah pulau yang belakangan diketahui diduga berada di luar wilayah Indonesia.

Di lokasi tersebut, mereka dijemput seorang pria bernama Amos dan diajak makan serta berkeliling.

Para saksi mengaku baru mengetahui lokasi itu diduga berada di General Santos City, Filipina, setelah perjalanan berlangsung.

Sekitar pukul 21.00 WITA, para saksi kembali ke perahu dan mendapati muatan sudah terisi penuh. Mereka mengira barang tersebut merupakan pakan ternak sebelum akhirnya kembali berlayar menuju wilayah Sulawesi Utara.

Dalam perjalanan pulang, terjadi pergantian perahu atas instruksi Ivan Kondoai. Namun korban Junior Darui menolak menukar perahu karena merasa bertanggung jawab atas armada yang digunakannya.

Tidak lama kemudian, korban mengeluh mual dan memilih tidur di atas perahu. Saat perahu singgah untuk menerima kiriman makanan dari Pulau Sangihe, korban disebut tidak ikut makan karena masih tertidur.

Beberapa jam setelah pelayaran dilanjutkan, tepatnya sekitar pukul 10.00 WITA, salah seorang saksi mencoba membangunkan korban untuk makan.

Namun korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tengkurap.

Saksi kemudian memeriksa denyut nadi korban dan memastikan korban telah meninggal dunia.

Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada IK yang kemudian mengarahkan mereka menuju Pulau Siau untuk menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.

Di tengah perjalanan menuju Siau, salah satu pria bernama Yus yang berada di perahu lain diduga melarikan diri dengan memutar balik arah perahunya. Hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Setibanya di pesisir Kampung Balirangen sekitar pukul 03.00 WITA, keluarga korban bersama aparat kepolisian melakukan penjemputan jenazah.

Saat pemeriksaan dilakukan terhadap perahu yang ditumpangi korban bersama dua saksi lainnya, polisi menemukan 60 karung diduga berisi taekone sianida dengan berat masing-masing sekitar 50 kilogram.

Seluruh barang bukti bersama dua saksi langsung diamankan ke Mapolres Kepulauan Sitaro untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini kini berkembang bukan hanya sebagai peristiwa kematian misterius di laut, tetapi juga mengarah pada dugaan jaringan distribusi bahan kimia berbahaya lintas negara.

Polisi masih mendalami asal-usul muatan, tujuan pengiriman, hingga kemungkinan keterlibatan jaringan ilegal yang beroperasi di perairan Sulawesi Utara dan Filipina.
Belum diketahui pasti penyebab kematian korban.

Aparat diperkirakan akan melakukan pendalaman medis serta investigasi forensik guna memastikan ada atau tidaknya kaitan antara kematian korban dengan muatan bahan kimia yang ditemukan di atas perahu.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Polres Kepulauan Sitaro.

  • Penulis: (**/Frank)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AGP Gelar Pasar Murah di Dua Titik Ternate, Sentuh Warga Padat Lewat Metode Door to Door

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 392
    • 0Komentar

    TERNATE, PRONews5.com — Artha Graha Peduli (AGP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dengan menggelar Program Pasar Murah di dua titik strategis di Kota Ternate, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Pahlawan Revolusi dan Jl. Batu Meja, Kecamatan Makassar Timur, menyasar langsung warga binaan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pelaksanaan Pasar […]

  • Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil di Tengah Dinamika Global

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil meskipun terjadi gejolak harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kepastian ini diberikan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga menjelang Hari Raya Idulfitri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan […]

  • MBG Menuai Protes, Warga Tomohon Usul Skema Baru: Uang Tunai atau Dapur Sekolah

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 604
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONews5.com – Dugaan keracunan massal yang menimpa 111 siswa SMA dan SMK di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Senin (26/1/2026) memicu gelombang keresahan publik. Warga dan orang tua murid mendesak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara dan dievaluasi total, menyusul banyaknya siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program tersebut. Peristiwa […]

  • Buronan Penyiksa Kekasih Ditangkap di Bandung, Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi Berakhir

    Buronan Penyiksa Kekasih Ditangkap di Bandung, Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi Berakhir

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 324
    • 0Komentar

    BANDUNG, PRONEWS5.COM – Tim Gabungan Resmob Priangan Polda Jawa Barat menangkap Taufik Hidayat (30), buronan kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026) malam. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan dan mengakhiri pelarian tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Jawa Barat. Sebelum penangkapan, Gubernur Jawa […]

  • Jelang Buka Puasa, Polda Sulut Berbagi Takjil di Jalan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 357
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Puluhan Polisi Wanita (Polwan) dari berbagai satuan kerja di Polda Sulawesi Utara membagikan paket takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di ruas Jalan Bethesda, tepat di depan Markas Komando Polda Sulut, pada Jumat (6/3/2026) sore. Kegiatan berbagi takjil yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Koordinator […]

  • RUU Daerah Kepulauan Harus Seimbangkan Ekologi dan Kesejahteraan

    RUU Daerah Kepulauan Harus Seimbangkan Ekologi dan Kesejahteraan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Daerah Kepulauan Julie Sutrisno Laiskodat menilai RUU Daerah Kepulauan harus mampu menjadi instrumen yang menyeimbangkan perlindungan ekologis dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kebijakan perlindungan lingkungan tidak boleh mengabaikan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam di wilayah kepulauan. Hal tersebut disampaikan Julie dalam Rapat Dengar Pendapat […]

expand_less