Polda Sulut Ungkap Kronologi Gugurnya Briptu Excel Mamuli Saat Bertugas
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- visibility 1.041
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan. (Foto. Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Polda Sulawesi Utara memastikan penanganan insiden yang menewaskan personel Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bolaang Mongondow Utara, Briptu Excel Mamuli (25), akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan.
Polisi tersebut gugur setelah terkena tembakan saat menjalankan tugas pengamanan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Minggu (28/6/2026) malam.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika Tim URC menerima laporan masyarakat mengenai dugaan keributan yang melibatkan sejumlah orang bersenjata tajam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga personel URC yang dipimpin Brigpol RT diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi.
“Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan upaya pengamanan terhadap para terduga pelaku.
Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat, salah seorang terduga pelaku diduga hendak menyerang Briptu Excel Mamuli menggunakan senjata tajam,” ujar Alamsyah, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, menghadapi ancaman tersebut, Brigpol RT mengeluarkan senjata api dan mengarahkan tembakan kepada terduga pelaku.
Namun dalam kondisi yang berlangsung sangat cepat, peluru justru mengenai Briptu Excel Mamuli.
Akibat luka tembak yang dideritanya, korban segera dievakuasi ke RSUD Bolaang Mongondow Utara sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.
Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Briptu Excel Mamuli dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.15 Wita.
Polda Sulut menegaskan, penyelidikan tidak hanya difokuskan pada rangkaian peristiwa di lokasi kejadian, tetapi juga terhadap penggunaan senjata api oleh personel yang terlibat.
Tim Bidang Propam Polda Sulut bersama Satreskrim Polres Bolaang Mongondow Utara telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota yang berada di lokasi guna memastikan proses investigasi berlangsung secara objektif dan sesuai prosedur.
“Seluruh personel yang berada di lokasi telah dimintai keterangan untuk memastikan proses investigasi berjalan secara profesional, objektif, dan transparan,” kata Alamsyah.
Selain mengusut penyebab tertembaknya Briptu Excel Mamuli, aparat kepolisian juga masih memburu dua terduga pelaku yang melarikan diri usai insiden tersebut.
Dari tiga orang yang diduga terlibat dalam keributan, satu orang telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Polda Sulut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum sekaligus memastikan seluruh rangkaian peristiwa akan diungkap secara terbuka.
“Atas nama Kapolda Sulawesi Utara beserta seluruh jajaran, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum.
Polda Sulut berkomitmen menangani kejadian ini secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pengejaran terhadap dua terduga pelaku yang melarikan diri terus dilakukan hingga berhasil diamankan,” tegas Alamsyah.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan gugurnya anggota Polri saat menjalankan tugas.
Hasil penyelidikan internal maupun proses pidana diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi insiden sekaligus memperkuat akuntabilitas dalam penegakan hukum di lingkungan kepolisian.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar