Keluarga Korban Drag Race Kotamobagu Buka Suara: Jangan Politisir Musibah Ini
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
- visibility 173
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keluarga korban tragedi drag race di Kotamobagu meminta semua pihak menghormati suasana duka dan tidak mempolitisasi musibah yang terjadi. (Dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Keluarga korban tragedi drag race di Kotamobagu meminta semua pihak tidak memanfaatkan musibah tersebut untuk kepentingan politik maupun memanaskan suasana.
Keluarga menyatakan telah menerima kepergian orang yang mereka cintai dengan tulus dan ikhlas serta berharap proses penyelesaian persoalan diserahkan kepada pihak berwenang.
Pesan itu disampaikan keluarga korban di tengah suasana duka yang masih dirasakan setelah insiden drag race yang menewaskan sejumlah warga dan menyebabkan korban lainnya mengalami luka-luka.
Keluarga mengaku tidak ingin kehilangan tersebut berkembang menjadi persoalan baru akibat provokasi, adu pernyataan, atau narasi yang dapat memicu kemarahan.
Menurut keluarga, perhatian dan bantuan yang diberikan berbagai pihak selama masa duka sangat berarti.
Mereka menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia, Wali Kota Kotamobagu, Bupati Bolaang Mongondow, serta pihak-pihak lain yang telah memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga korban.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian, pendampingan dan bantuan. Kami menerimanya dengan tulus dan ikhlas,” ujar pihak keluarga.
Namun, keluarga meminta agar kepedulian tersebut tidak kemudian diarahkan menjadi upaya untuk memperbesar persoalan.
Mereka menegaskan tidak ingin tragedi yang sudah mereka terima sebagai sebuah musibah dipolitisir atau dijadikan bahan untuk membangkitkan kemarahan keluarga korban.
“Kami sudah ikhlas. Tolong jangan bangkitkan amarah kami. Jangan membuat luka baru di atas musibah yang sudah kami terima,” demikian pesan keluarga.
Bagi keluarga, kehilangan anggota keluarga akibat tragedi tersebut sudah menjadi beban yang sangat berat.
Karena itu, mereka memilih untuk tidak memperpanjang persoalan melalui pernyataan yang dapat memperkeruh suasana.
Keluarga juga menyerahkan proses penanganan dan penyelesaian persoalan kepada aparat serta instansi yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan hukum.
Mereka berharap seluruh pihak menghormati proses tersebut dan tidak mengambil langkah sendiri yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Sikap keluarga tersebut sekaligus menjadi pesan agar tragedi kemanusiaan tidak ditarik ke dalam kepentingan lain.
Menurut mereka, yang paling dibutuhkan saat ini bukan pertentangan, melainkan ruang untuk berduka dan memulihkan diri.
“Kami hanya ingin ketenangan. Kami sudah menerima musibah ini dengan tulus dan ikhlas.
Tolong jangan ada yang memanas-manasi kami atau membuat persoalan baru,” ujar keluarga.
Keluarga berharap seluruh pihak dapat menghormati keputusan mereka untuk menerima musibah tersebut dengan ikhlas.
Mereka meminta agar tidak ada provokasi, adu pernyataan maupun upaya yang dapat membuka kembali luka yang sedang berusaha mereka pulihkan.
- Penulis: (**/NOX)
- Editor: Donald Taliwongso



Saat ini belum ada komentar