Jelang Paskah 2026, Pasar Ekstrem Tomohon Diserbu Warga: Ular, Paniki hingga RW Jadi Primadona
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
- visibility 932
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seorang pedagang tampak memotong ular piton berukuran besar di Pasar Beriman Tomohon, yang menjadi salah satu komoditas paling diburu pembeli menjelang Paskah 2026. (Foto:Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON – Sehari menjelang perayaan Paskah 2026, aktivitas di Pasar Beriman Tomohon memuncak. Sabtu (4/4/2026), pasar yang dikenal sebagai pusat penjualan daging ekstrem itu diserbu warga dari berbagai daerah, memburu kebutuhan konsumsi tradisional, mulai dari ular piton, kelelawar (paniki), hingga daging anjing (RW). Lonjakan pengunjung terlihat sejak pagi buta.
Warga tidak hanya berasal dari Kota Tomohon, tetapi juga dari Manado, Minahasa, hingga Minahasa Selatan.
Kepadatan terjadi hampir di seluruh lapak pedagang, khususnya penjual daging yang menjadi pusat perhatian menjelang hari raya umat Kristiani tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beragam komoditas daging ekstrem tersedia dalam jumlah besar.
Pedagang terlihat sibuk melayani permintaan yang meningkat tajam dalam dua hari terakhir.
Ular piton berukuran besar dipotong langsung di tempat, sementara stok paniki tampak menggunung di beberapa meja.

Daging anjing (RW) tampak diburu warga di Pasar Beriman Tomohon menjelang Paskah 2026, menjadi salah satu komoditas paling laris di tengah lonjakan permintaan.
Selain itu, daging RW, babi, tikus hutan hingga kucing turut menjadi incaran warga untuk melengkapi menu khas Paskah.
Seorang pedagang mengungkapkan, momentum Paskah selalu menjadi puncak penjualan tahunan.
“Permintaan sudah naik sejak dua hari lalu, tapi hari ini paling padat. Banyak yang beli untuk acara keluarga besok,” ujarnya.
Secara kultural, konsumsi daging ekstrem bagi masyarakat Minahasa bukan sekadar pilihan kuliner, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang melekat kuat, terutama saat perayaan besar seperti Paskah dan Natal.
Tradisi ini menjadi faktor utama yang mendorong tingginya permintaan, meski harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan.
Dari sisi ekonomi, fenomena ini menunjukkan perputaran uang yang besar di pasar tradisional tersebut.
Pasar ekstrem Tomohon bukan hanya ruang transaksi, tetapi juga simbol ketahanan budaya lokal yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi dan sorotan global.
Namun, di balik tingginya aktivitas perdagangan, muncul kekhawatiran terkait aspek kesehatan dan keamanan pangan.
Warga berharap pemerintah melalui dinas terkait meningkatkan pengawasan terhadap higiene, sanitasi, serta kelayakan konsumsi daging yang dijual.
Pasar yang berlokasi di Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Timur ini selama ini juga dikenal sebagai destinasi wisata kuliner ekstrem yang menarik perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara.
Keunikan komoditas yang dijual menjadikan pasar ini berbeda dari pasar tradisional lainnya di Indonesia.

Daging kelelawar (paniki) turut menjadi buruan warga di Pasar Beriman Tomohon jelang Paskah 2026
Menjelang puncak perayaan Paskah, geliat di Pasar Beriman Tomohon menjadi gambaran nyata perpaduan antara tradisi, ekonomi, dan identitas budaya masyarakat Minahasa yang tetap hidup dan berkembang hingga kini.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar