Ledakan LPG 50 Kg Pakuwon City Hancurkan Puluhan Ruko dan Melukai Lima Pekerja
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas kepolisian memasang garis pembatas di depan ruko yang hancur akibat ledakan tabung elpiji di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, PRONEWS5.COM — Sebuah dentuman dahsyat memicu kerusakan parah pada 41 bangunan dan 16 kendaraan di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara I, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi.
Kebocoran gas elpiji kapasitas 50 kilogram dari dapur rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi menjadi pemicu utama gelombang tekanan yang memorak-porandakan pemukiman dan pusat bisnis setempat.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 07.11 WIB ini mengakibatkan lima karyawan restoran mengalami cedera bakar tingkat sedang.
Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Kelima korban yang mengalami luka bakar 13 hingga 18 persen di bagian wajah, leher, serta tangan telah dirujuk ke RSUD dr. Soetomo usai mendapat pertolongan awal di RS Haji dan RS Mitra Keluarga Kenjeran.
Laporan kepolisian mencatat paparan gelombang kejut merusak 26 unit ruko di blok San Antonio serta 15 kediaman warga di Blok N5 yang berada persis di belakang pusat perbelanjaan.
Kerusakan bervariasi dari kategori berat hingga sedang, ditandai dengan fasad bangunan remuk, atap runtuh, dan pintung gulung besi melengkung parah. Selain bangunan, runtuhan material menghantam empat mobil mewah, satu truk, serta 11 sepeda motor yang terparkir di sekitar area kejadian.
Aktivitas dapur dimulai sejak pukul 07.00 WIB untuk persiapan operasional harian. Petugas memasak mendadak mencium aroma menyengat dari instalasi tiga tabung gas elpiji industri.
Hanya dalam hitungan menit, akumulasi gas di ruang tertutup menyambar sumber api hingga memicu dentuman hebat yang getarannya terasa sejauh 100 meter.
Guna memastikan pemicu percikan api secara teknis, Tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama Laboratorium Forensik Gegana Polda Jawa Timur memasang garis steril dan mengamankan sisa barang bukti dari lokasi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan penyisiran menyeluruh terus dilakukan demi mengidentifikasi penyebab pasti kebocoran sistemik tersebut.
Sejumlah tempat usaha di sekitar lokasi menghentikan kegiatan sementara guna pembersihan puing dan evaluasi kelayakan struktur bangunan.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar