Jepang Tersandung! Swedia Gagalkan Kemenangan Samurai Biru
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 176
- comment 0 komentar
- print Cetak

Para pemain Swedia (kiri) dan Jepang (kanan) memasuki lapangan jelang laga penyisihan grup Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas, disambut antusias ribuan suporter yang memadati tribun. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEXAS, PRONEWS5.COM – Jepang gagal mengamankan kemenangan pada laga penentuan Grup F Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Swedia dengan skor 1-1 di Stadion AT&T, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026).
Hasil tersebut lahir setelah pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh disiplin taktik. Jepang sempat berada di atas angin melalui gol Daizen Maeda pada menit ke-56, namun Swedia hanya membutuhkan enam menit untuk menyamakan kedudukan lewat Anthony Elanga.
Kedua tim akhirnya harus puas berbagi satu poin setelah tidak mampu mencetak gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi.
Sejak awal pertandingan, duel berlangsung ketat dengan pertarungan sengit di lini tengah.
Jepang tampil lebih sabar membangun serangan melalui kombinasi Daichi Kamada dan Ritsu Doan, sementara Swedia mengandalkan kekuatan fisik serta mobilitas Alexander Isak dan Viktor Gyökeres untuk membongkar pertahanan Samurai Biru.
Babak pertama berjalan relatif seimbang. Kedua tim saling menekan, namun disiplin organisasi pertahanan membuat peluang-peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-56. Ritsu Doan mengirim umpan terobosan akurat yang berhasil dimanfaatkan Daizen Maeda.
Penyerang Jepang itu melepaskan penyelesaian keras yang tak mampu dihentikan kiper Jacob Widell Zetterström sehingga Jepang unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Swedia meningkatkan intensitas tekanan dengan memanfaatkan sisi sayap.
Pada menit ke-62, Viktor Gyökeres menusuk pertahanan Jepang sebelum mengirim umpan matang kepada Anthony Elanga yang tanpa kesalahan menaklukkan Zion Suzuki. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan.
Jepang memasukkan Junya Ito dan Koki Ogawa guna meningkatkan daya serang, sedangkan Swedia tetap mengandalkan kombinasi Gyökeres dan Isak dalam memburu gol kemenangan.
Meski Jepang sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 51 persen berbanding 49 persen milik Swedia, efektivitas serangan justru lebih berpihak kepada tim Eropa tersebut.
Swedia mencatatkan 10 tembakan dengan lima mengarah ke gawang, sedangkan Jepang hanya melepaskan delapan tembakan dan tiga tepat sasaran.
Pertandingan juga berlangsung keras. Jepang melakukan 20 pelanggaran sebagai upaya meredam agresivitas serangan Swedia.
Shogo Taniguchi menerima kartu kuning pada menit ke-77, sementara Swedia memperoleh dua kartu kuning melalui Isak Hien dan Viktor Gyökeres.
Hingga wasit meniup peluit panjang, kedua tim gagal menemukan gol penentu kemenangan.
Skor 1-1 tetap bertahan sekaligus menutup laga penentuan Grup F dengan hasil imbang yang menjaga persaingan menuju fase gugur tetap terbuka.
Secara keseluruhan, pertandingan memperlihatkan duel dua filosofi berbeda.
Jepang tampil lebih rapi dalam sirkulasi bola dan akurasi operan mencapai 88 persen, sedangkan Swedia lebih efektif memanfaatkan ruang serta menciptakan ancaman melalui transisi cepat. Hasil imbang menjadi cerminan keseimbangan kekuatan kedua tim sepanjang 90 menit pertandingan.
[**/VAN]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar