Dorr! Tembakan Pecah di Tambang Ratatotok, Warga Desak Polisi Militer dan Propam Turun Tangan
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- visibility 792
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana tegang di tambang emas tradisional Nona Hoa, Ratatotok, sesaat sebelum terdengar suara tembakan. Identitas pihak dalam video masih menunggu konfirmasi resmi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RATATOTOK, PRONEWS5.COM – Ketegangan terjadi di kawasan pertambangan emas tradisional Nona Hoa, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Senin (3/8/2026).
Insiden yang terekam dalam video dan beredar di media sosial itu memperlihatkan sejumlah pria sedang bersitegang sebelum terdengar dua kali suara tembakan ke udara yang memicu kepanikan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti terjadinya ketegangan tersebut belum diketahui.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai latar belakang maupun kronologi lengkap peristiwa itu.
Berdasarkan rekaman video yang diterima PRONews5.com, terlihat sejumlah pria terlibat adu argumentasi.
Dalam rekaman tersebut juga tampak beberapa pria memegang senjata tajam yang diduga digunakan saat berada di lokasi.
Di tengah situasi yang memanas, muncul seorang pria mengenakan topi dan jaket tebal.
Pria tersebut tampak mengeluarkan benda yang diduga pistol dari dalam jaketnya, kemudian melepaskan dua kali tembakan ke udara.
“Dor! Dor!”
Suara tembakan itu membuat suasana seketika berubah.
Sejumlah pria yang sebelumnya terlibat perdebatan tampak terdiam.
Namun, terdengar pula suara seseorang yang menantang dengan mengatakan, “Silakan tembak kalau berani.”
Sejumlah warga yang berada di lokasi mengaku panik setelah mendengar dua kali suara tembakan tersebut.
Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengusut peristiwa itu secara profesional dan mengungkap siapa yang melepaskan tembakan serta apa yang menjadi penyebab insiden.
Menurut keterangan warga kepada PRONews5.com, lokasi yang menjadi titik ketegangan merupakan lahan milik masyarakat yang selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas pertambangan emas tradisional di kawasan Nona Hoa.
“Warga hanya ingin ada kejelasan. Kami berharap kejadian ini diusut secara profesional sehingga diketahui siapa yang melepaskan tembakan dan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat juga meminta Pangdam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P., menurunkan Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, warga meminta Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., memerintahkan Subbid Provos Bidpropam Polda Sulut melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum anggota Polri.
Permintaan tersebut disampaikan agar penanganan dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun tindak pidana.
Hingga berita ini dipublikasikan, PRONews5.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Polres Minahasa Tenggara, Polda Sulawesi Utara, maupun Kodam XIII/Merdeka terkait identitas pihak-pihak yang berada di lokasi, asal-usul benda yang diduga merupakan senjata api, serta penyebab terjadinya insiden.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar