Spanyol dan Prancis Terdepan dalam Perburuan Gelar Piala Dunia 2026, Portugal Jadi Kuda Hitam
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- visibility 389
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Gambar: ist/dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
FOOTBALL, PRONews5.com — Piala Dunia FIFA 2026 resmi bergulir di Amerika Utara sejak 11 Juni 2026. Turnamen terbesar sepak bola dunia itu langsung menghadirkan persaingan sengit, dengan Spanyol dan Prancis muncul sebagai dua favorit utama dalam bursa calon juara.
Memasuki pekan pertama fase grup, berbagai lembaga analisis statistik dan prediksi menempatkan Spanyol di posisi teratas kandidat peraih trofi.
Generasi baru La Furia Roja dinilai memiliki kombinasi ideal antara pengalaman, kedalaman skuad, dan konsistensi permainan yang membuat mereka unggul dibanding rival-rival lainnya.
Data model prediksi Opta yang dirilis pada 13 Juni menunjukkan peluang juara Spanyol mencapai 16,3 persen.
Posisi kedua ditempati Prancis dengan peluang 13,5 persen, disusul Inggris sebesar 10,4 persen.
Sementara Argentina sebagai juara bertahan berada di peringkat keempat dengan peluang sekitar 9 persen.
Prediksi tersebut sejalan dengan sejumlah simulasi kecerdasan buatan (AI) yang ramai diperbincangkan di media sosial sepanjang pekan pembukaan turnamen.
Dalam simulasi tersebut, Spanyol bahkan disebut memiliki peluang lebih besar untuk mengangkat trofi dibanding negara lain.
Generasi Emas Baru Spanyol
Kebangkitan Spanyol tidak lepas dari hadirnya generasi emas baru yang dipimpin Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Rodri.
Di bawah arahan pelatih Luis de la Fuente, Spanyol tampil dengan identitas permainan yang kuat melalui kombinasi penguasaan bola dan tekanan tinggi yang efektif.
Banyak analis menilai gaya bermain tersebut menjadikan Spanyol sebagai tim paling komplet di turnamen kali ini.
Mereka dianggap mampu menyerang dengan cepat sekaligus menjaga stabilitas pertahanan.
Prancis Masih Menjadi Ancaman Besar
Di belakang Spanyol, Prancis tetap menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan.
Tim asuhan Didier Deschamps memiliki kedalaman skuad yang sulit ditandingi negara lain.
Kehadiran Kylian Mbappé sebagai kapten tim menjadi faktor utama yang membuat Les Bleus tetap diperhitungkan.
Dukungan sejumlah pemain muda dari kompetisi elite Eropa semakin memperkuat peluang Prancis untuk kembali mengangkat trofi dunia.
Inggris, Argentina, dan Brasil Mengintai
Inggris juga masuk dalam kelompok unggulan.
Di bawah komando Thomas Tuchel, The Three Lions berambisi mengakhiri penantian panjang sejak meraih gelar dunia pertama pada 1966.
Sementara itu, Argentina masih mengandalkan fondasi tim yang dibangun pelatih Lionel Scaloni.
Kehadiran Lionel Messi yang disebut menjalani Piala Dunia terakhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi Albiceleste.
Brasil juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Era baru bersama Carlo Ancelotti menghadirkan optimisme baru.
Performa impresif Vinícius Júnior bersama klubnya dalam beberapa musim terakhir membuat Brasil kembali masuk radar calon juara.
Portugal Jadi Kuda Hitam
Selain lima favorit utama, Portugal disebut sebagai kuda hitam paling berbahaya.
Tim tersebut masih diperkuat Cristiano Ronaldo yang mencatat sejarah dengan tampil pada enam edisi Piala Dunia.
Meski peluang juara Portugal berada di bawah para favorit, pengalaman dan kualitas individu pemain membuat mereka berpotensi menciptakan kejutan besar.
Format Baru Buka Peluang Kejutan
Piala Dunia 2026 menjadi edisi paling besar sepanjang sejarah setelah FIFA memperluas jumlah peserta menjadi 48 negara.
Turnamen berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan di 16 kota sebelum mencapai partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di kawasan New York/New Jersey.
Sejumlah hasil awal fase grup sudah menunjukkan bahwa kejutan bisa datang dari mana saja.
Australia berhasil mengalahkan Turki 2-0, Korea Selatan menundukkan Ceko 2-1, sementara Qatar mencatat sejarah dengan menahan imbang Swiss 1-1.
Dengan format yang lebih panjang dan jumlah pertandingan yang meningkat drastis, jalan menuju trofi kini semakin berat.
Namun satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 membuka peluang lahirnya juara baru sekaligus menguji apakah Spanyol mampu mengulang kejayaan 2010 atau justru Prancis, Argentina, maupun Brasil yang kembali berjaya di panggung sepak bola dunia.
(Redaksi PRONews5.com)
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar