Terbukti! Sang Naga Hitam Bawa Enam Petinju Sulut Tembus Final
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum PERTINA Sulawesi Utara Hendra Jacob, S.IP., (tengah) bersama para atlet tinju Sulawesi Utara yang berhasil menembus babak final.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM — Enam petinju asal Sulawesi Utara berhasil melaju ke babak final dalam sebuah kejuaraan tinju. Capaian tersebut menjadi peluang bagi para atlet untuk mempersembahkan prestasi sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam persaingan olahraga tinju amatir.
Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Sulawesi Utara, Hendra Jacob, S.IP., yang dikenal dengan julukan Sang Naga Hitam, mengapresiasi perjuangan para petinju dan tim pelatih yang berhasil mengantarkan enam atlet Sulut ke babak final.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi momentum kebangkitan tinju Sulawesi Utara sekaligus memperkuat tradisi prestasi daerah di kancah olahraga nasional.
Menurut Hendra, keberhasilan menembus final merupakan hasil dari latihan, disiplin, kesiapan fisik, serta ketangguhan mental para atlet. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai karena para petinju masih harus menghadapi pertandingan penentuan.
“Keberhasilan enam petinju Sulawesi Utara mencapai final merupakan kebanggaan bagi PERTINA dan masyarakat Sulut. Kami berharap mereka mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas, serta menjaga kehormatan daerah,” ujar Hendra.
Hendra menilai capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk memperkuat sistem pembinaan tinju di Sulawesi Utara. Menurutnya, prestasi yang berkelanjutan tidak cukup dibangun melalui keikutsertaan dalam kejuaraan, tetapi membutuhkan program latihan terukur, peningkatan kompetensi pelatih, evaluasi performa atlet, serta dukungan organisasi yang konsisten.
Ia mengingatkan bahwa Sulawesi Utara memiliki rekam jejak dalam melahirkan petinju yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan melalui pembinaan yang terstruktur agar dapat menghasilkan atlet berprestasi secara berkesinambungan.
“Prestasi masa lalu harus menjadi motivasi untuk terus berkembang. Kita perlu bekerja bersama agar petinju Sulawesi Utara mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain dan meraih hasil terbaik dalam kompetisi berikutnya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus PERTINA, pelatih, atlet, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih baik sekaligus membuka kesempatan bagi atlet muda untuk berkembang.
Bagi Hendra, pertandingan tinju bukan sekadar adu kemampuan fisik dan teknik. Para atlet juga dituntut menunjukkan kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap aturan pertandingan.
Ia berharap keenam petinju yang telah mencapai final dapat menjaga konsentrasi, mengikuti arahan pelatih, serta bertanding dengan penuh tanggung jawab.
“Ketika seorang atlet memasuki ring, ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama daerah yang diwakilinya. Karena itu, bertandinglah dengan keberanian, disiplin, dan sportivitas hingga pertandingan berakhir,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda Sulawesi Utara untuk menekuni olahraga tinju melalui jalur pembinaan yang tepat.
Hendra turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sulawesi Utara yang memberikan doa dan dukungan kepada para atlet. Menurutnya, dukungan moral dapat menjadi salah satu sumber motivasi bagi petinju ketika menghadapi pertandingan penting.
Ia mengajak masyarakat untuk terus memberikan semangat kepada keenam atlet yang akan berlaga di partai final.
“Kami tidak ingin mendahului hasil pertandingan. Yang terpenting, para atlet berjuang maksimal, menjaga sportivitas, dan memberikan penampilan terbaik bagi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Hendra menegaskan, kepengurusan PERTINA Sulawesi Utara berupaya membangun pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada hasil satu kejuaraan. Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kualitas atlet agar memiliki peluang bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Ia menyebut upaya tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PERTINA Indonesia, Hillary Brigitta Lasut, serta Ketua Dewan Pembina PERTINA Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Jefri Rahawaring.
Menurut Hendra, pencapaian enam petinju di babak final harus ditindaklanjuti melalui evaluasi dan pengembangan kemampuan atlet. Dengan demikian, hasil positif tersebut dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas olahraga tinju di Sulawesi Utara.
Ia berharap semangat kebersamaan dan konsistensi pembinaan dapat mengantarkan lebih banyak petinju Sulut meraih prestasi pada masa mendatang.
Bagi PERTINA Sulawesi Utara, perjuangan belum berakhir di babak final. Hasil pertandingan nantinya diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan dan mengembalikan kejayaan tinju daerah.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar