Truk Diduga Pengangkut Solar Picu Antrean, Warga Walian Minta Kapolres Tomohon Bertindak
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
- visibility 374
- comment 0 komentar
- print Cetak

Antrean truk di SPBU Pertamina 74.953.13, Walian Satu, Tomohon Selatan, dikeluhkan warga karena memicu kemacetan. (Foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM – Warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, mengeluhkan antrean panjang kendaraan di SPBU Pertamina 74.953.13 yang berada di Jalan Raya Tomohon, Walian Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Antrean yang didominasi truk disebut terjadi hampir setiap hari dan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas serta kenyamanan masyarakat.
Sejumlah warga yang ditemui PRONEWS5.COM, Sabtu (18/7/2026), mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Mereka menilai kendaraan yang mengantre didominasi truk-truk yang sama sehingga memunculkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
“Setiap hari yang antre truk itu-itu saja. Kami menduga ada yang membeli solar di SPBU untuk dijual kembali,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan penyelidikan dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait.
Warga mengatakan antrean kendaraan kerap memanjang hingga keluar area SPBU.
Kondisi itu menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Tomohon tersendat, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Selain menimbulkan kemacetan, antrean panjang juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena sebagian badan jalan digunakan sebagai lokasi antre kendaraan.
Menurut warga, persoalan tersebut tidak hanya berdampak kepada pengguna jalan, tetapi juga mengurangi kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar SPBU.
Masyarakat berharap pengelola SPBU dapat memperbaiki sistem pelayanan agar antrean tidak meluber ke badan jalan.
Di sisi lain, mereka juga meminta instansi berwenang melakukan pengawasan terhadap penyaluran solar bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Harapan serupa disampaikan kepada Kapolres Tomohon yang baru, AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P.
Warga berharap kepolisian dapat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pemantauan serta penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam distribusi BBM bersubsidi.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar