Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dugaan Mafia BBM & Aksi Premanisme Merekah di SPBU Tateli: Dari Intimidasi Wartawan Hingga Penganiayaan Sopir Ekspedisi

Dugaan Mafia BBM & Aksi Premanisme Merekah di SPBU Tateli: Dari Intimidasi Wartawan Hingga Penganiayaan Sopir Ekspedisi

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM — Bau amis dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di SPBU 74.593.21 Tateli, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini kian menyeruak ke permukaan.

Bukan sekadar masalah kelangkaan, praktik yang merugikan masyarakat luas ini disinyalir kuat dibalut aksi premanisme mulai dari teror terhadap jurnalis hingga penganiayaan fisik terhadap sopir ekspedisi.

SPBU yang berdiri strategis di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tateli, tersebut diduga telah “dikuasai” oleh kelompok tertentu.

Dua nama, yakni Carles Calamu alias Cale dan Rizky Supit alias Kiky, mencuat serta disebut-sebut sebagai aktor utama di balik kendali distribusi Solar bersubsidi di lokasi tersebut.

Kendati demikian, dugaan keterlibatan keduanya masih membutuhkan pembuktian hukum serta klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Dugaan kebobrokan pengelolaan di SPBU Tateli kian benderang setelah jurnalis abadipost.com, Siska Salu, membeberkan pengalaman kelamnya.

Siska mengaku pernah menjadi sasaran intimidasi akibat meliput aktivitas di SPBU tersebut, bahkan teror itu berlanjut hingga ke kediaman pribadinya pada pertengahan tahun ini.

“Saya salah satu wartawan yang pernah mengalami peristiwa tersebut. Bahkan kelompok preman itu pernah mendatangi rumah saya sekitar bulan Juli 2026 lalu,” ungkap Siska dengan nada prihatin.

Aksi intimidasi terhadap insan pers ini makin mempertegas dugaan adanya upaya sistematis dari pihak tertentu untuk membungkam informasi dan menutupi praktik penyelewengan BBM yang telah lama meresahkan warga.

Tak hanya jurnalis, kekerasan juga menimpa rakyat kecil yang menggantungkan hidup di jalanan. Bagas (nama samaran), seorang sopir ekspedisi, harus menelan pil pahit saat mengais rezeki. Berharap mendapat bahan bakar untuk mengantar barang antar-kota, ia justru menjadi korban penganiayaan.

Peristiwa miris itu bermula ketika Bagas rela mengantre sejak pukul 02.30 WITA demi mendapatkan Solar bersubsidi.

Namun, keputusasaan menghampirinya saat gilirannya tiba sekitar pukul 10.07 WITA, di mana operator SPBU dengan dingin menyatakan bahwa stok Solar telah habis.

Kekecewaan Bagas membuncah karena persis di depannya, sebuah mobil Isuzu Panther hitam berpelat nomor DB 8559 AI bebas menyedot Solar dalam jumlah yang tidak wajar.

Curiga dengan kejanggalan tersebut, Bagas lantas merekam aktivitas pengisian itu. Dalam rekaman video, angka pada layar dispenser pengisian menunjukkan angka fantastis mencapai 154 liter, jumlah yang sangat janggal dan melanggar ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

“Saya mengantre dari jam 2 malam. Begitu giliran saya, malah dibilang habis. Tapi di saat yang sama, mobil Panther hitam itu bisa bebas maju menghalangi saya dan menyedot sampai 154 liter. Ini kan sangat jelas ada permainan!” cerca Bagas dengan nada gusar.

Petaka tak berhenti sampai di situ. Setelah video pengisian tak wajar tersebut mendadak tular di media sosial dan disorot media massa, pria pengemudi mobil Panther yang berinisial Gosi mendatangi tempat kerja Bagas di Gudang Cahaya Lestari. Tanpa basa-basi, Bagas diduga mengalami penganiayaan dan pemukulan.

“Saya sangat kecewa. BBM tidak dapat, malah jadi korban pemukulan. Padahal hari itu saya harus mengantar barang ke luar kota. Akibat kejadian ini, pekerjaan saya terbengkalai dan tertunda,” keluh Bagas.

Berdasarkan penelusuran dan informasi yang dihimpun redaksi PRONEWS5.COM, alokasi Solar bersubsidi di SPBU 74.593.21 Tateli diduga kuat telah diatur secara sepihak oleh kelompok Cale dan Kiky.

Pola distribusinya terbilang sangat culas. Sebagai gambaran, dari pasokan rutin yang mencapai 8.000 liter, separuhnya atau sebanyak 4.000 liter diduga langsung disedot oleh armada milik kelompok tertentu.

Sementara itu, seperempatnya atau sekitar 2.000 liter dialokasikan untuk kendaraan warga maupun pihak terafiliasi, dan sisa 2.000 liter sisanya barulah dilemparkan ke jalur umum untuk diperebutkan oleh masyarakat luas serta para sopir ekspedisi.

Praktik monopoli ini jelas merampas hak masyarakat kurang mampu dan merusak rantai pasok logistik.

Di sisi lain, sikap pengelola SPBU 74.593.21 Tateli berinisial RM alias Sitorus turut dipertanyakan publik atas dugaan pembiaran terhadap penyimpangan distribusi BBM dan rentetan aksi kekerasan tersebut.

Melihat kondisi yang semakin meresahkan, masyarakat dan para pengguna jalan mendesak Pertamina Patra Niaga bersama Polda Sulawesi Utara untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik mafia BBM di SPBU Tateli.

Pemeriksaan menyeluruh diharapkan mencakup audit pola distribusi, cek rekaman CCTV, hingga penindakan hukum tegas atas dugaan tindak penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis.

Warga juga meminta agar sanksi terberat, seperti penghentian pasokan hingga penutupan izin operasional SPBU, diberikan secara tegas apabila pelanggaran terbukti secara hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, Carles Calamu alias Cale dan Rizky Supit alias Kiky belum berhasil dikonfirmasi mengenai dugaan keterlibatan mereka.

Sementara itu, Johanes selaku Manajer SPBU 74.593.21 Tateli membantah keras dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM jenis Solar bersubsidi di lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026), Johanes menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan penyimpangan penyaluran BBM, termasuk pengisian sebanyak 154 liter pada salah satu kendaraan yang videonya beredar di media sosial, tidak benar.

Bantahan tersebut juga mencakup informasi mengenai dugaan adanya kendaraan tertentu yang mendapatkan pengisian Solar bersubsidi, sementara kendaraan lain yang telah mengantre justru diberi informasi bahwa stok BBM telah habis.

Terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan yang melakukan peliputan serta informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang sopir ekspedisi bernama Bagas (nama samaran), Johanes juga menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Namun, bantahan Johanes tersebut dipertanyakan sejumlah sumber yang mengaku memiliki bukti terkait dugaan aktivitas pengisian BBM di SPBU Tateli.

“Wajar kalau dia bilang tidak benar. Lalu bagaimana dengan bukti-bukti ini?” ungkap salah satu sumber.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Siapkan Pembentukan BUMN Tekstil untuk Perkuat Rantai Industri Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi industri nasional melalui pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Langkah strategis ini dibiayai oleh Danantara Indonesia sebagai lembaga investasi negara yang diproyeksikan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Di tengah tekanan global terhadap industri manufaktur dan membanjirnya […]

  • Prabowo Pastikan Penanganan Bencana Sumatra Berjalan Sistematis

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif guna memastikan pemulihan menyeluruh bagi masyarakat terdampak. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek […]

  • PT Futai Dikepung Warga Bitung, Aksi Protes Pecah di Gerbang Pabrik

    PT Futai Dikepung Warga Bitung, Aksi Protes Pecah di Gerbang Pabrik

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 374
    • 0Komentar

    BITUNG, PRONews5.com – Penolakan warga terhadap aktivitas PT Futai Sulawesi Utara kembali memuncak. Ratusan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang perusahaan, Jumat (19/6/2026), menuntut penghentian sementara operasional pabrik serta pengusutan dugaan pencemaran lingkungan yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun. Aksi yang berlangsung sejak pagi tersebut […]

  • Ketum PWI Pusat Ajak Wartawan Menata Mental di Momentum Ramadan Saat Buka Puasa Bersama Pengurus

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 348
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengajak para wartawan menata mental dan menjaga kejernihan berpikir dalam menjalankan profesi jurnalistik. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan buka puasa bersama jajaran pengurus PWI Pusat yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan itu dihadiri sejumlah […]

  • BNPB Turun Langsung ke Minahasa, Suharyanto Tinjau Dampak Gempa 7,6 SR dan Salurkan Bantuan ke Warga

    BNPB Turun Langsung ke Minahasa, Suharyanto Tinjau Dampak Gempa 7,6 SR dan Salurkan Bantuan ke Warga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 730
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan 7,6 SR di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026). Kunjungan kerja ini sekaligus memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan berjalan efektif di lapangan. Kunjungan dimulai sekitar pukul 11.58 Wita di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, saat […]

  • Legislator Senayan Pertanyakan Kinerja Komdigi Atasi Judol dan Blank Spot

    Legislator Senayan Pertanyakan Kinerja Komdigi Atasi Judol dan Blank Spot

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 312
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Cindy Monica menyoroti kapasitas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menghadapi persoalan judi online, perlindungan anak, serta pemerataan akses internet. Ia meminta penguatan infrastruktur digital berjalan seimbang dengan peningkatan kapasitas pengawasan ruang digital. Cindy mengatakan program pengembangan dan penguatan infrastruktur digital memperoleh lebih […]

expand_less