BNPB Turun Langsung ke Minahasa, Suharyanto Tinjau Dampak Gempa 7,6 SR dan Salurkan Bantuan ke Warga
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 723
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala BNPB RI Suharyanto bersama tim meninjau langsung kerusakan di Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor akibat gempa bumi. (Foto: Ist/PN5)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, PRONEWS5.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Suharyanto, turun langsung meninjau lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan 7,6 SR di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026). Kunjungan kerja ini sekaligus memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan berjalan efektif di lapangan.
Kunjungan dimulai sekitar pukul 11.58 Wita di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, saat rombongan BNPB melaksanakan ibadah Salat Jumat. Setelah itu, rombongan bergerak menuju wilayah terdampak di Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu.
Setibanya di lokasi, Suharyanto bersama tim langsung meninjau kerusakan di Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor yang terdampak gempa. Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, BNPB juga menyerahkan bantuan kepada jemaat yang terdampak, yang diterima oleh Pastor Immanuel Oihoiwutuh.
Kunjungan ini tidak sekadar simbolis. BNPB melakukan evaluasi langsung terhadap penanganan darurat pascagempa, termasuk kesiapan logistik, distribusi bantuan, serta koordinasi lintas sektor di daerah terdampak.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut antara lain Deputi Penanganan Darurat BNPB RI Budi Irawan, Kapusdatin BNPB RI Abdul Muhari, serta Danrem 131/Santiago Martin Susilo M. Turnip bersama sejumlah pejabat TNI-Polri dan Basarnas.
Gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan rumah ibadah. BNPB menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain itu, pemerintah pusat juga ingin memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh masyarakat terdampak secara langsung, tanpa hambatan birokrasi di lapangan.
Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja BNPB di Minahasa berakhir sekitar pukul 13.45 Wita dalam kondisi aman dan lancar. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana guna menghadapi potensi gempa susulan.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar