NasDem Sulut Bergerak! Massa Desak Tempo Klarifikasi dan Minta Maaf
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- visibility 490
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem Sulawesi Utara menggelar aksi damai di NasDem Tower Sulut, Manado, Rabu (15/04/2026), menuntut klarifikasi dan permohonan maaf dari Majalah Tempo. (Foto: Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM – Ratusan kader dan simpatisan Partai NasDem Sulawesi Utara menggelar aksi damai di NasDem Tower Sulut, Manado, Rabu (15/04/2026), sebagai bentuk protes terhadap pemberitaan Majalah Tempo edisi 12–19 April 2026 yang dinilai tidak berimbang dan merugikan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Aksi yang dipusatkan di lantai 5 gedung tersebut berlangsung tertib sejak siang hari. Massa membawa poster dan spanduk berisi kecaman terhadap isi laporan yang dianggap tidak mencerminkan prinsip jurnalisme berimbang, serta berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap tokoh dan partai.
Ketua DPW Partai NasDem Sulut, Victor Mailangkay, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk spontanitas kader, pengurus, dan simpatisan yang merasa dirugikan oleh pemberitaan tersebut.
“Materi yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan. Kami tetap menghormati kebebasan pers, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika jurnalistik,” ujar Mailangkay.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW NasDem Sulut, Denny Rompas, membacakan tujuh poin pernyataan sikap.
Di antaranya menegaskan komitmen terhadap supremasi hukum, menghormati kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, serta mendesak Majalah Tempo untuk segera menyampaikan permohonan maaf terbuka.
Selain itu, massa juga meminta klarifikasi dan pelurusan atas pemberitaan dimaksud, mendorong Dewan Pers melakukan penilaian etik, serta mendesak DPP Partai NasDem mengambil langkah hukum melalui somasi resmi.
Secara analitis, aksi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara aktor politik dan media dalam ruang demokrasi, khususnya terkait batas antara kritik jurnalistik dan persepsi pencemaran nama baik.
Di sisi lain, mekanisme penyelesaian melalui Dewan Pers menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab etik.
Aksi damai tersebut berlangsung kondusif hingga selesai dengan pengawalan internal partai, tanpa adanya gangguan keamanan.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar