Mengenal Pdt. Dr. Hendry Runtuwene dan Rekam Jejak Pelayanannya di GMIM
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pdt. Dr. Hendry Corneles Mamengko Runtuwene, S.Th., M.Si., yang memiliki rekam jejak pelayanan di tingkat jemaat, wilayah, sinode GMIM, dan dunia akademik. Foto: Dokumentasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Pdt. Dr. Hendry Corneles Mamengko Runtuwene, S.Th., M.Si., merupakan salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang dalam pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pengalamannya sebagai pendeta jemaat, pemimpin wilayah, pengurus tingkat sinode, hingga akademisi teologi menjadi bagian penting dari rekam jejaknya menjelang Sidang Majelis Sinode GMIM yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Nama Hendry turut diperbincangkan dalam dinamika kepemimpinan GMIM periode 2027–2032.
Pengalamannya di berbagai aras pelayanan gereja memberikan gambaran mengenai perjalanan pengabdian yang dijalaninya selama bertahun-tahun, baik dalam pelayanan pastoral maupun pengelolaan organisasi gerejawi.
Perjalanan pelayanan Hendry dimulai pada 1995–1996 ketika menjalani masa vikariat di Jemaat GMIM Debora Lilang, Wilayah Kema.
Tahap awal ini menjadi bagian dari pengabdiannya dalam pelayanan jemaat sebelum dipercaya mengemban tanggung jawab kepemimpinan di sejumlah wilayah pelayanan GMIM.
Pada 2000–2005, ia menjabat Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Kanaan Karowa.
Tanggung jawab serupa kemudian diembannya di GMIM Rumoong Atas 2 pada 2005–2009.
Dalam kedua penugasan tersebut, ia berada pada lingkup pelayanan jemaat yang berkaitan dengan pembinaan warga gereja dan pelaksanaan program pelayanan.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut pada 2009–2020 saat dipercaya sebagai Ketua BPMJ GMIM Sion Lobu sekaligus Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Tombatu Barat.
Penugasan tersebut menempatkannya dalam dua lingkup tanggung jawab, yakni pengelolaan pelayanan jemaat dan koordinasi pelayanan pada tingkat wilayah.
Hendry kemudian memasuki struktur pelayanan tingkat sinode.
Pada 2010–2014, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris Departemen Hubungan Kerja Sama Sinode GMIM.
Selanjutnya, pada 2014–2018, ia menjabat Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.
Jabatan Sekretaris Umum menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan organisasinya.
Pada tingkat ini, pelayanan tidak hanya berkaitan dengan pembinaan rohani, tetapi juga membutuhkan koordinasi kelembagaan, administrasi, komunikasi antarpelayanan, serta pelaksanaan keputusan organisasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Hendry dalam struktur kepemimpinan gereja.
Di bidang pendidikan, Hendry juga mengembangkan pengabdian sebagai akademisi.
Sejak 2019, ia tercatat aktif sebagai dosen Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dan menjabat Ketua Program Studi S3 Teologi UKIT.
Melalui peran tersebut, ia terlibat dalam lingkungan pendidikan yang berfokus pada pengembangan ilmu teologi dan pembinaan sumber daya manusia gereja.
Latar belakang pendidikannya mencakup bidang teologi dan ilmu lingkungan.
Hendry meraih gelar Sarjana Teologi (S.Th.) dari Fakultas Teologi UKIT pada 1995, kemudian menyelesaikan pendidikan magister hingga memperoleh gelar M.Si. Pada 2016, ia meraih gelar doktor dari Program Studi Ilmu Pertanian dengan minat Ilmu Lingkungan di Universitas Brawijaya, Malang.
Kombinasi pengalaman pelayanan gerejawi dan pendidikan akademik tersebut menjadi dua aspek yang menandai perjalanan profesionalnya.
Pengalaman organisasi memberikan keterlibatan dalam tata kelola gereja, sementara aktivitas akademik memperluas pengabdiannya pada pengembangan pendidikan teologi.
Dalam menjalankan pelayanan, Hendry berpegang pada prinsip yang merujuk pada 1 Samuel 16:7, yang menekankan bahwa manusia melihat apa yang tampak di depan mata, sedangkan Tuhan melihat hati.
Ia juga menjadikan Yohanes 15:16 sebagai salah satu landasan firman dalam perjalanan pelayanannya.
Menjelang Sidang Majelis Sinode GMIM 2027, rekam jejak pelayanan para figur yang muncul dalam pembicaraan mengenai kepemimpinan periode 2027–2032 menjadi bagian dari informasi yang relevan untuk diketahui warga gereja.
Pengalaman pada tingkat jemaat, wilayah, sinode, dan akademik merupakan aspek yang dapat ditelaah bersama dengan gagasan pelayanan serta visi kelembagaan masing-masing figur.
Dengan perjalanan pelayanan yang mencakup lebih dari satu aras organisasi, Hendry Runtuwene memiliki rekam jejak panjang di lingkungan GMIM.
Perkembangan mengenai perannya dalam kontestasi kepemimpinan mendatang akan mengikuti mekanisme dan keputusan resmi yang berlaku dalam Sidang Majelis Sinode.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar