Jojo Langie Ukir Prestasi di Chandradimuka Bawa Nama Sulut ke Tingkat Nasional
- account_circle (**/VIC)
- calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Johanes Adhyaksa Pesik Langie atau Jojo Langie, putra Komjen Pol. Roycke Harry Langie, yang meraih predikat terbaik pertama dalam seleksi tingkat daerah penerimaan Akpol 2026. Dokumentasi foto perlu disesuaikan dengan sumber dan keterangan resmi. (Foto: Dok.Vic)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAGELANG, PRONEWS5.COM — Johanes Adhyaksa Pesik Langie, pemuda berdarah Minahasa yang akrab disapa Jojo Langie, dilaporkan meraih peringkat pertama dalam Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 di Magelang, Jawa Tengah.
Pencapaian tersebut menambah catatan prestasinya setelah sebelumnya dinyatakan sebagai peserta terbaik pertama dalam seleksi tingkat daerah penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 melalui jalur kuota Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Jojo merupakan putra bungsu Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., yang kini menjabat sebagai Astamaops Kapolri, dan Joan Ferawaty Koloay, S.E., Ak. Ia memiliki latar belakang keluarga dari Sulawesi Utara, tepatnya Desa Pakuweru, Kabupaten Minahasa Selatan.
Prestasi yang dikaitkan dengan namanya tersebut memperlihatkan perjalanan pendidikan seorang calon perwira yang telah mencatatkan capaian di bidang kepemimpinan, olahraga, dan akademik sebelum memasuki pendidikan kepolisian.
Sebelum memasuki pendidikan integrasi di Magelang, Jojo terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi penerimaan taruna Akpol 2026 melalui jalur kuota Pemerintah Daerah DKI Jakarta di wilayah Polda Metro Jaya.
Berdasarkan pemberitaan RRI dan sejumlah media lokal pada 5 Juni 2026, Jojo dinyatakan meraih predikat terbaik pertama pada seleksi tingkat daerah tersebut. Proses seleksi di jalur yang diikutinya melibatkan 5.432 peserta terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Pilihan jalur seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan penerimaannya sebagai calon taruna Akpol.
Namun, capaian peringkat dalam seleksi daerah perlu dibedakan dari hasil kelulusan akhir tingkat nasional karena keduanya merupakan tahapan yang berbeda.
Dalam konteks rekrutmen anggota Polri, prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH) menjadi landasan yang harus diterapkan dalam seluruh proses penerimaan.
Karena itu, pencapaian seorang peserta idealnya dibaca berdasarkan hasil seleksi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata latar belakang keluarganya.
Jojo lahir di Bekasi pada 7 Juli 2008 dan merupakan lulusan SMA Presiden Boarding School di kawasan Jababeka, Bekasi.
Sebelum mengikuti seleksi Akpol, ia telah mencatatkan sejumlah prestasi yang menunjukkan keterlibatannya dalam kegiatan kebangsaan, olahraga, dan pengembangan kemampuan akademik.
Pada 2024, Jojo terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional yang mewakili Provinsi Jawa Barat.
Ia turut menjalani tugas kenegaraan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara.
Setahun kemudian, ia dilaporkan meraih dua medali perak dalam MBW Taekwondo International Championship di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada 2025, Jojo juga memperoleh penghargaan Appreciation Excellent dalam kompetisi akademik internasional The World Scholar’s Cup di Bali.
Rangkaian pencapaian tersebut memberikan gambaran mengenai aktivitas dan pengalaman yang dijalaninya sebelum memasuki pendidikan calon perwira kepolisian. Meski demikian, setiap prestasi tetap perlu dinilai berdasarkan bidang, kategori, dan dokumentasi resmi penyelenggara masing-masing.
Pendidikan dasar integrasi di Resimen Chandradimuka Akademi TNI dan Akademi Kepolisian merupakan bagian dari proses pembentukan karakter serta kemampuan dasar calon perwira dari lingkungan militer dan kepolisian.
Program tersebut mempertemukan calon taruna dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian dalam pendidikan dasar bersama.
Para peserta ditempa melalui pembelajaran, pembinaan disiplin, latihan fisik, serta pengembangan sikap dan perilaku yang diperlukan dalam kehidupan kedinasan.
Laman resmi Akademi Kepolisian pada September 2026 memuat sejumlah kegiatan pendidikan dasar integratif di Magelang, termasuk latihan medan dan pembentukan ketangguhan calon taruna.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa Chandradimuka merupakan salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan calon perwira TNI dan Polri.
Dalam lingkungan pendidikan tersebut, pencapaian akademik maupun nonakademik perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi.
Kemampuan memimpin, kepatuhan terhadap aturan, ketahanan fisik, pengendalian diri, dan integritas menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari pendidikan calon perwira.
Adapun informasi mengenai peringkat pertama Jojo dalam pendidikan integrasi 2026 masih perlu diperkuat dengan pengumuman atau dokumen resmi penyelenggara agar hasil yang diberitakan dapat dipastikan secara akurat.
Perjalanan Jojo juga tidak dapat dilepaskan dari lingkungan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan institusi kepolisian.
Ayahnya, Roycke Harry Langie, merupakan perwira tinggi Polri, sedangkan kakaknya, Brigtar Joshua Langie, S.Tr.K., telah menempuh pendidikan Akpol.
Latar belakang tersebut merupakan bagian dari profil keluarga, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan hasil yang diperoleh seorang peserta dalam proses seleksi.
Penilaian terhadap prestasi Jojo tetap harus merujuk pada capaian individual, tahapan pendidikan, dan bukti yang tersedia.
Di sisi lain, perjalanan dari Paskibraka Nasional hingga seleksi Akpol menunjukkan bahwa Jojo telah mengikuti beragam kegiatan yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi.
Bagi generasi muda Sulawesi Utara, rekam jejak tersebut dapat menjadi dorongan untuk mengembangkan kemampuan melalui pendidikan, latihan, dan kompetisi yang terukur.
Prestasi tidak cukup hanya dicatat sebagai kebanggaan daerah, tetapi juga perlu diikuti dengan komitmen menjaga integritas dan tanggung jawab dalam setiap tahap pengabdian.
Pada akhirnya, keberhasilan seorang calon perwira tidak hanya ditentukan oleh peringkat yang diraih selama pendidikan, melainkan juga oleh kualitas karakter dan kemampuannya menjalankan tugas secara profesional.
Bagi Jojo Langie, perjalanan menuju pengabdian di institusi kepolisian masih panjang dan akan terus diuji melalui proses pendidikan serta pelaksanaan tugas pada masa mendatang.
- Penulis: (**/VIC)



Saat ini belum ada komentar