Dituding Isu Tak Sedap Rahman Salehe Akhirnya Buka Suara
- account_circle (**/NOX)
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 121
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Boltim Rahman Salehe saat memberikan klarifikasi dalam konferensi pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan, Senin (21/9/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOLTIM, PRONEWS5.COM — Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahman Salehe, akhirnya angkat bicara terkait sejumlah tudingan yang belakangan diarahkan kepadanya.
Rahman membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan narkoba serta tudingan mengenai ketidakhadirannya di kantor DPRD Boltim.
Klarifikasi tersebut disampaikan Rahman dalam konferensi pers yang digelar di ruang Fraksi PDI Perjuangan, Kantor DPRD Boltim, Senin (21/9/2026).
Terkait persoalan kehadiran di kantor, Rahman menjelaskan bahwa aktivitas seorang anggota DPRD tidak hanya berlangsung di dalam gedung parlemen. Menurutnya, terdapat sejumlah agenda di luar kantor yang juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat.
“Tugas seorang wakil rakyat tidak hanya terpusat di kantor saja, tetapi ada agenda kerja di luar kantor yang harus kita perhatikan,” kata Rahman.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir dirinya lebih banyak melakukan interaksi langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Tugas kami selaku wakil rakyat bukan hanya terfokus di kantor. Saya langsung turun menyerap dan mendengar aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rahman, aktivitas di lapangan merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi representasi masyarakat serta menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah daerah dan lembaga legislatif.
Selain persoalan kehadiran, Rahman juga secara tegas membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan penggunaan narkoba.
Ia menyatakan tidak pernah terlibat dalam persoalan tersebut. Bahkan, Rahman menyatakan dirinya siap menjalani pemeriksaan narkoba apabila dilakukan oleh instansi yang berwenang.
“Mengenai narkoba, jika ada instansi yang memeriksa saya, orang pertama yang siap diperiksa,” tegasnya.
Rahman mengaku merasa terganggu dengan pemberitaan maupun informasi yang menyebut dirinya menggunakan narkoba. Ia menilai tudingan tersebut turut berdampak terhadap keluarga dan konstituen yang diwakilinya.
“Saya risih dengan pemberitaan yang mengatakan saya menggunakan narkoba. Keluarga besar saya terganggu dan konstituen saya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk keseriusannya memberikan klarifikasi, Rahman bahkan meminta agar pemeriksaan narkoba tidak hanya dilakukan terhadap dirinya, tetapi juga terhadap seluruh anggota DPRD Boltim.
“Sekali lagi sebagai sikap, saya minta instansi terkait datang di rumah rakyat DPRD, datang lakukan tes narkoba dan saya orang pertama yang akan diperiksa,” pungkasnya.
Rahman berharap persoalan tersebut dapat disikapi secara objektif dan berdasarkan fakta. Ia meminta agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi yang dapat merugikan dirinya, keluarga maupun masyarakat yang diwakilinya.
- Penulis: (**/NOX)



Saat ini belum ada komentar