Pejuang Pembentukan Kota Tomohon Ajak Warga Sukseskan TIFF 2026
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar
- print Cetak

Harry Runtuwene dan Ibrahim Bam Tular, tokoh yang disebut sebagai pejuang pembentukan Kota Tomohon, mengajak masyarakat bersama-sama menyukseskan TIFF 2026 dan Tournament of Flowers. (Dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONEWS5.COM – Dua tokoh pejuang pembentukan Kota Tomohon, Harry Runtuwene dan Ibrahim Bam Tular, menyerukan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 dan Tournament of Flowers (ToF).
Ajakan tersebut disampaikan menjelang rangkaian TIFF 2026 yang berlangsung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Keduanya menekankan bahwa keberhasilan festival internasional tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah dan panitia, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan dan keramahan kota.
Menurut Harry Runtuwene, ketika Tomohon menjadi pusat perhatian wisatawan dan tamu dari luar daerah maupun mancanegara, masyarakat memiliki peran penting dalam menunjukkan wajah terbaik kota.
Ia mengajak warga menjaga lingkungan masing-masing agar para pengunjung yang datang selama TIFF 2026 merasa aman dan nyaman.
“Keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan agar setiap tamu yang datang ke Tomohon merasa aman dan nyaman,” ujar Harry.
Selain keamanan, Harry menilai ketertiban juga menjadi bagian penting dalam menyukseskan TIFF dan ToF. Warga diharapkan mematuhi aturan, tertib berlalu lintas serta saling menghargai, terutama ketika aktivitas masyarakat dan arus kendaraan meningkat selama festival.
Persoalan kebersihan juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan, ruas jalan serta lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan festival.
Tak kalah penting, Harry mengingatkan aspek keramahan dan etika dalam menerima tamu.
Menurut dia, senyum, sapaan dan pelayanan yang baik kepada wisatawan merupakan hal sederhana, tetapi dapat meninggalkan kesan kuat bagi mereka yang datang ke Tomohon.
“Berikan senyum, sapa dan layani para tamu dengan ramah serta penuh hormat. Hal-hal sederhana seperti itu justru bisa membuat orang memiliki kesan baik terhadap Tomohon,” katanya.
Sementara itu, Ibrahim Bam Tular menyampaikan dukungan terhadap aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan TIFF 2026 dan ToF.
Ia berharap kepolisian dapat bertindak tegas dan tanpa pandang bulu terhadap pihak mana pun yang terbukti mengganggu keamanan maupun ketertiban.
Menurut Ibrahim, dukungan masyarakat sangat diperlukan agar aparat dapat menjalankan tugas secara maksimal.
“Aparat tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama TIFF 2026 dan Tournament of Flowers,” ujar Ibrahim.
Ia menilai kondisi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan kegiatan berskala internasional. Terlebih, selama festival berlangsung, mobilitas masyarakat, wisatawan dan tamu akan meningkat di berbagai kawasan Kota Tomohon.
Karena itu, Ibrahim mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga suasana kota.
Harry Runtuwene dan Ibrahim Bam Tular juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon, jajaran pejabat daerah, aparatur sipil negara, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala lingkungan serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TIFF 2026.
Menurut keduanya, dukungan terhadap festival tidak semata-mata diukur dari anggaran atau keterlibatan dalam kegiatan resmi, tetapi juga dari kerja nyata di lapangan.
Mulai dari menjaga kebersihan, menata lingkungan, memastikan pelayanan kepada masyarakat hingga menciptakan kondisi yang aman dan tertib merupakan bagian penting dari keberhasilan TIFF.
Bagi Harry dan Ibrahim, TIFF 2026 tidak hanya berkaitan dengan kemeriahan festival bunga.
Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi Kota Tomohon untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Indonesia dan wisatawan mancanegara.
Festival yang meriah memang dapat menarik wisatawan datang. Namun, pengalaman mereka selama berada di Tomohon—mulai dari rasa aman, kondisi lalu lintas, kebersihan lingkungan hingga keramahan masyarakat—akan ikut menentukan citra kota.
Karena itu, kesuksesan TIFF 2026 dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau panitia penyelenggara.
Masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan Tomohon mampu tampil sebagai kota yang aman, tertib, bersih dan ramah.
Keduanya berharap semangat kolaborasi dan slogan “Tomohon Maju” serta semangat “Bersama Kita Bisa” dapat diwujudkan melalui partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“TIFF 2026 harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Tomohon mampu menjadi tuan rumah yang baik, mendorong ekonomi masyarakat dan membuat nama Tomohon semakin dikenal dunia,” kompak Harry Runtuwene dan Ibrahim Bam Tular.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar