Meksiko Jinakkan Ekuador, El Tri Melaju Perkasa ke 16 Besar
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- visibility 188
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kiper Meksiko mengangkat kedua tangan merayakan kemenangan 2-0 atas Ekuador yang mengantar El Tri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. (Foto.Dok)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AZTECA, PRONEWS5.COM– Tim Nasional Meksiko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga hidup-mati babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Azteca, Rabu.
Kemenangan tersebut mengukuhkan El Tri sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan pada fase gugur.
Meski kalah dalam penguasaan bola, Meksiko tampil jauh lebih efektif, disiplin, dan memanfaatkan setiap celah pertahanan lawan untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Tim berjuluk La Tri mengendalikan 57 persen penguasaan bola, berusaha menekan pertahanan Meksiko melalui kombinasi serangan dari lini tengah.
Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang. Justru Meksiko yang mengandalkan transisi cepat dan serangan balik mampu menghukum setiap kesalahan lawan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-22 melalui Julián Quiñones. Berawal dari umpan matang Roberto Alvarado, Quiñones sukses menaklukkan Hernán Galíndez. Sempat diperiksa melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut akhirnya dinyatakan sah.
Unggul satu gol membuat kepercayaan diri Meksiko meningkat drastis. Hanya sembilan menit berselang, tepatnya menit ke-31, Raul Jimenez menggandakan keunggulan setelah menerima umpan dari Quiñones. Penyelesaian dingin sang penyerang veteran membuat skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Ekuador mencoba mengubah keadaan. Pergantian pemain dengan memasukkan Kendry Páez dan Kevin Rodríguez diharapkan mampu meningkatkan daya gedor.
Namun rapatnya organisasi pertahanan Meksiko membuat hampir seluruh peluang Ekuador gagal dikonversi menjadi gol. Sepanjang pertandingan, Ekuador hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari delapan percobaan.
Sebaliknya, Meksiko menunjukkan efisiensi tinggi. Dari 15 tembakan yang dilepaskan, tiga mengarah tepat ke gawang dan dua di antaranya berbuah gol.
Petaka bagi Ekuador terjadi pada masa tambahan waktu. Bek andalan Piero Hincapié menerima kartu merah langsung pada menit ke-90+4 usai melakukan pelanggaran keras. Keputusan wasit diambil setelah meninjau tayangan VAR, sekaligus mengakhiri harapan Ekuador untuk mengejar ketertinggalan.
Statistik pertandingan memperlihatkan kontras menarik. Meksiko hanya menguasai bola 43 persen, tetapi mampu tampil lebih produktif. Akurasi operan kedua tim nyaris seimbang, yakni 83 persen milik Meksiko dan 84 persen milik Ekuador.
Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sepak bola modern tidak hanya ditentukan oleh dominasi penguasaan bola.
Meksiko memperlihatkan kualitas dalam membaca ritme pertandingan, disiplin bertahan, dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Sementara itu, Ekuador harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kekecewaan.
Dominasi permainan yang mereka tampilkan gagal diterjemahkan menjadi gol, bahkan berakhir dengan kekalahan dan kartu merah di penghujung laga.
Dengan hasil tersebut, Meksiko resmi melangkah ke babak 16 besar dan menunggu lawan berikutnya pada fase gugur.
Penampilan efektif yang ditunjukkan El Tri menjadi sinyal bahwa mereka siap menghadapi tantangan yang lebih berat dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar