Prabowo Minta 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta
- account_circle (**/BEN)
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 124
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, PRONEWS5.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau didalami lebih jauh. Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
Presiden meminta tiga tersangka dibawa ke Jakarta untuk pendalaman serta meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dilibatkan dalam penyelidikan.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menginterupsi paparan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan terkait penanganan karhutla dan mempertanyakan kemungkinan adanya korporasi yang menyuruh atau memanfaatkan masyarakat untuk melakukan pembakaran lahan.
Kapolda Riau melaporkan adanya tiga orang yang diamankan dalam kasus karhutla sebelumnya.
Ketiganya disebut berada di lokasi kebakaran dengan alasan sedang memancing.
Namun, pemeriksaan di lapangan tidak menemukan sumber air maupun lokasi pemancingan. Ketiganya juga diketahui tidak memiliki kebun atau lahan di lokasi yang terbakar.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta perkara tidak berhenti pada tiga orang yang berada di lapangan.
Presiden ingin penyidik mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memerintah, membiayai atau memanfaatkan masyarakat dalam aksi pembakaran lahan.
“Tolong dibawa ke Jakarta ya. Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami di sini. Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut,” kata Prabowo.
Selain itu, Presiden meminta nama lima perusahaan yang sebelumnya mendapatkan sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena dinilai tidak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla.
Prabowo menegaskan perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab menjaga dan mencegah kebakaran dapat dikenai tindakan tegas, termasuk pencabutan izin.
“Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga, itu kita cabut izinnya. Enggak boleh dia seenaknya, dia tidak mencegah,” tegas Prabowo.
Penanganan karhutla di Riau sepanjang 2026 juga telah menghasilkan 33 laporan polisi dengan 36 orang ditetapkan sebagai tersangka. Luas area terbakar yang masuk dalam perkara penyidikan mencapai 806,57 hektare.
Sementara itu, luas lahan terbakar di Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dilaporkan mencapai 16.277,50 hektare dengan 10.514 titik panas dan 521 titik api riil.
Kasus tiga tersangka tersebut menjadi perhatian karena mereka disebut tidak memiliki lahan di lokasi kebakaran. Kondisi itu menjadi salah satu dasar Presiden meminta penyelidikan diperluas untuk mengetahui kemungkinan adanya aktor lain di balik pembakaran.
Meski demikian, dugaan keterlibatan korporasi masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Aparat perlu menelusuri hubungan antara tersangka, lokasi kebakaran, pengelola lahan, kemungkinan aliran dana serta pihak yang memperoleh keuntungan dari pembakaran.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
- Penulis: (**/BEN)



Saat ini belum ada komentar