Extra Time Mematikan! Argentina Kubur Perlawanan Swiss 3-1
- account_circle (**/VAN)
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- visibility 242
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lionel Messi memeluk Lautaro Martínez usai Argentina menaklukkan Swiss 3-1 pada perempat final Piala Dunia FIFA 2026 dan memastikan tiket semifinal. (Foto: Tangkapan layar siaran langsung TVRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KANSAS CITY, PRONEWS5.COM – Tim Nasional Argentina memastikan satu tempat di babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu (extra time) pada laga perempat final di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026).
Kemenangan ini mengantar sang juara bertahan menghadapi Inggris pada semifinal, setelah sebelumnya The Three Lions menyingkirkan Norwegia.
Laga berlangsung sengit selama 120 menit, dengan Argentina baru mampu memastikan kemenangan setelah Swiss kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina tampil dominan melalui penguasaan bola dan intensitas serangan yang tinggi.
Keunggulan Albiceleste lahir pada menit ke-10 ketika Alexis Mac Allister menanduk bola hasil sepak pojok Lionel Messi.
Gol tersebut membuat Argentina mengontrol ritme permainan sepanjang babak pertama hingga unggul 1-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.
Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-67 melalui penyelesaian Dan Ndoye yang mengubah skor menjadi 1-1.
Namun momentum kebangkitan Swiss tidak berlangsung lama.
Penyerang Breel Embolo menerima kartu kuning kedua akibat dinilai melakukan simulasi (diving), sehingga Swiss harus bermain dengan 10 orang hingga pertandingan usai.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Argentina pada babak tambahan waktu. Setelah beberapa peluang tercipta, Julián Álvarez memecah kebuntuan pada menit ke-112.
Ketika Swiss berusaha mengejar ketertinggalan, Lautaro Martínez memastikan kemenangan lewat gol pada menit ke-120 sekaligus mengunci skor akhir 3-1.
Secara statistik, Argentina memang tampil lebih efektif. Tim asuhan Lionel Scaloni menguasai 62 persen penguasaan bola, melepaskan 18 tembakan dengan sembilan di antaranya tepat sasaran.
Sebaliknya, Swiss hanya mencatat delapan percobaan dengan tiga mengarah ke gawang.
Lini tengah Argentina kembali menjadi pembeda. Alexis Mac Allister tampil impresif sebagai pengatur tempo permainan sekaligus pencetak gol pembuka.
Selain aktif membangun serangan, gelandang Liverpool tersebut juga beberapa kali membantu pertahanan ketika Swiss mencoba menekan pada babak kedua.
Lionel Messi juga memperlihatkan pengaruh besarnya sebagai kreator serangan. Meski tidak mencetak gol, kapten Argentina itu menyumbang assist pembuka dan terus menjadi ancaman bagi pertahanan Swiss sepanjang pertandingan.
Di kubu Swiss, disiplin permainan sebenarnya mampu menyulitkan Argentina hingga waktu normal berakhir.
Namun kehilangan Breel Embolo membuat keseimbangan tim berubah.
Bermain dengan 10 orang selama babak tambahan menguras energi mereka dan membuka ruang bagi Argentina untuk memanfaatkan keunggulan.
Hasil ini sekaligus memperpanjang langkah Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya.
Tantangan berikutnya dipastikan jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Inggris pada semifinal dalam duel dua kekuatan besar sepak bola dunia yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia 2026.
- Penulis: (**/VAN)



Saat ini belum ada komentar