Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Terima Gelar Adat “Tonaas Tonsea Waraney In Tana” pada Harkitnas 2026
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 238
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits menerima gelar adat “Tonaas Tonsea Waraney In Tana” pada peringatan Harkitnas 2026 di Kota Bitung. (Foto:Dok/Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BITUNG, PRONews5.com — Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Kota Bitung berlangsung penuh makna dan sarat nuansa budaya. Dalam upacara yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (20/5/2026), Komandan Satuan Patroli Kodaeral VIII Bitung, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr. Hanla., CRMP., menerima gelar adat kehormatan “Tonaas Tonsea Waraney In Tana” dari Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea.
Penganugerahan gelar adat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, pengabdian, serta kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bitung dan kawasan maritim Sulawesi Utara.
Prosesi adat berlangsung khidmat dan sarat makna budaya. Rangkaian kegiatan diawali dengan sidang adat Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea, dilanjutkan pembacaan keputusan adat, penyematan atribut kehormatan, hingga doa adat sebagai simbol penghormatan sekaligus amanah kepada penerima gelar.
Dalam sambutannya, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan adat yang diberikan kepadanya.
“Penghargaan adat ini merupakan kehormatan besar sekaligus amanah bagi kami prajurit TNI Angkatan Laut untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, serta mempererat hubungan antara TNI AL dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Marvill.
Ia menegaskan, TNI Angkatan Laut tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kedekatan dengan masyarakat serta menjaga nilai-nilai kebangsaan, terutama di wilayah pesisir dan maritim.
Menurutnya, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bagi seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air demi Indonesia yang maju dan kuat,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar Deklarasi Damai yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung dan diikuti peserta parade budaya serta masyarakat yang hadir.
Deklarasi itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga toleransi, persaudaraan, serta stabilitas keamanan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup harmonis di Kota Bitung.
Dukungan terhadap penganugerahan gelar adat tersebut juga datang dari aktivis Sulawesi Utara, Berty Allan Lumempouw.
Menurutnya, penghargaan adat kepada Dansatrol Kodaeral VIII Bitung merupakan bentuk apresiasi masyarakat adat terhadap figur pemimpin TNI yang dinilai dekat dengan rakyat dan memiliki komitmen menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Pemberian gelar adat ini bukan sekadar simbol seremonial, tetapi bentuk penghormatan masyarakat kepada sosok pemimpin yang dianggap mampu menjaga persatuan, keamanan, dan kedekatan dengan masyarakat,” ujar Berty.
Ia menilai sinergitas antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan masyarakat adat sangat penting dalam menjaga kondusivitas wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kota Bitung sebagai daerah strategis maritim di Indonesia Timur.
“Bitung merupakan kota maritim yang memiliki keberagaman tinggi. Karena itu, kebersamaan antara aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat harus terus dijaga demi stabilitas daerah dan keutuhan bangsa,” tambahnya.
Penganugerahan gelar adat kepada Dansatrol Kodaeral VIII Bitung pada momentum Harkitnas 2026 sekaligus mempertegas eratnya hubungan antara TNI Angkatan Laut dan masyarakat adat dalam menjaga persatuan nasional, khususnya di wilayah maritim Indonesia Timur.
[**/ARP]
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar