Bea Cukai Manado Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Emas WNA Tiongkok
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- visibility 217
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Bea Cukai Manado saat mengamankan barang bukti emas batangan seberat 16 kilogram di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Jumat (4/9/2026). (Foto: Istimewa/Humas Bea Cukai)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Petugas Bea Cukai Manado berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 kilogram emas batangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi pada Jumat (4/9/2026) siang.
Logam mulia bernilai tinggi tersebut rencananya akan dibawa keluar wilayah Sulawesi Utara menuju Surabaya oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok.
Penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai saat melakukan pemindaian rutin terhadap barang bawaan penumpang di terminal keberangkatan.
Mesin X-ray mendeteksi pendaran citra densitas logam mulia berukuran besar di dalam sebuah tas berbobot total 27 kilogram.
Saat dilakukan pemeriksaan fisik secara mendalam, petugas menemukan 16 batang emas murni tanpa dokumen resmi pendukung.
Terduga pelaku yang merupakan WNA Tiongkok sempat menyulitkan proses interogasi awal di lokasi karena terkendala bahasa dan tidak mampu menunjukkan pabean clearance atas kepemilikan barang tersebut.
Melihat ketiadaan dokumen legalitas dan keterbatasan komunikasi terduga pelaku, Bea Cukai Manado bergerak cepat melakukan tindakan pengamanan awal sebelum menyerahkan penanganan perkara ke pihak kepolisian.
“Pemilik barang beserta barang bukti langsung kami serahkan kepada Ditreskrimum Polda Sulawesi Utara untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar pejabat Bea Cukai Manado di lokasi kejadian.
Langkah pengambilalihan oleh Ditreskrimum Polda Sulut ini bertujuan untuk membongkar motif utama, melacak asal-usul 16 kg emas tersebut, serta mendalami dugaan keterlibatan jaringan sindikat kejahatan lintas negara (transnational crime).
Penyelidikan mendalam juga difokuskan pada jalur masuk barang ke Sulawesi Utara sebelum diupayakan terbang ke Surabaya.
Penggagalan ini menjadi sinyal tegas bahwa pengawasan lalu lintas barang berharga di jalur udara Sulawesi Utara kian diperketat.
Sinergi intensif antara Bea Cukai dan kepolisian diharapkan mampu mempersempit ruang gerak modus operasi penyelundupan serupa di masa mendatang.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar