Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Massa BMR “Mengamuk” di Kemendagri, Tuntut Sahkan RPP Petada dan Cabut Moratorium

Massa BMR “Mengamuk” di Kemendagri, Tuntut Sahkan RPP Petada dan Cabut Moratorium

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 236
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM — Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Aksi ini menjadi bentuk tekanan terbuka kepada pemerintah pusat agar segera mengambil keputusan terkait pemekaran daerah dan pengakuan masyarakat adat di wilayah BMR.

Aksi dilakukan oleh elemen masyarakat dari lima daerah di Bolaang Mongondow Raya.

Mereka menuntut pemerintah pusat segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah (Petada), menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Desa Adat (Desartada), serta mencabut moratorium pemekaran daerah yang dinilai menghambat pembentukan Provinsi BMR.

Demonstrasi berlangsung di depan pagar Kemendagri dengan pengawalan aparat kepolisian.

Dalam orasinya, massa menilai pemerintah pusat selama ini belum memberikan perhatian yang adil terhadap BMR. Mereka menyebut wilayah tersebut seolah diperlakukan sebagai “anak tiri” meski telah berkontribusi bagi negara sejak awal kemerdekaan.

Koordinator aksi, Parindo Potabuga, menegaskan bahwa secara historis BMR bukanlah wilayah kosong, melainkan memiliki sistem pemerintahan dan hukum adat yang telah lama berdiri.

“BMR memiliki sejarah sebagai entitas yang jelas secara wilayah, adat, dan hukum. Namun hingga kini, perhatian negara belum sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

Menurutnya, selama puluhan tahun masyarakat BMR tetap menunjukkan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pembangunan nasional. Namun, aspirasi pemekaran daerah dinilai terus tertunda tanpa kepastian.

Massa aksi menyoroti lambannya proses kebijakan di tingkat pusat.

Mereka menilai usulan pemekaran yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik justru terhambat oleh kebijakan moratorium yang belum dicabut.

Selain itu, belum diterbitkannya regulasi terkait desa adat juga dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam mengakui dan melindungi hak masyarakat adat.

“Pemerintah perlu memberikan kepastian hukum. Tanpa regulasi, pembangunan daerah dan penguatan adat akan terus tertinggal,” tegas salah satu orator.

Pantauan di lokasi menunjukkan aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Massa membawa spanduk berisi tuntutan, serta melakukan orasi secara bergantian. Sempat terjadi aksi simbolik ketika salah satu peserta memanjat pagar kantor Kemendagri untuk menarik perhatian.

Meski demikian, situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan.

Aliansi BMR juga menyampaikan peringatan keras agar pemerintah tidak terus mengabaikan aspirasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa kesabaran publik memiliki batas dan menuntut adanya respons konkret.

“Yang kami minta adalah keadilan dan kepastian. Kesetiaan masyarakat harus dijawab dengan kebijakan yang nyata,” ujar Parindo.

  • Penulis: (**/ARP)
  • Editor: Christo Senduk

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Pasar Perkuat Stabilitas Harga di Bulan Suci Ramadan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah menegaskan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Neraca pangan hingga April 2026 menunjukkan sembilan komoditas strategis dalam posisi surplus produksi, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran […]

  • Presiden Prabowo Pastikan Kemandirian Sikap Indonesia Ditengah Standar Ganda Global

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara besar kerap menerapkan standar ganda dengan melanggar prinsip demokrasi, hak asasi manusia, rule of law, dan perlindungan lingkungan yang selama ini mereka ajarkan kepada negara lain. Menurutnya berangkat dari pengalaman sejarah Panjang, intervensi dan penjajahan, Indonesia didorong untuk bersikap waspada, memahami realitas dunia apa adanya, serta menjaga […]

  • Polisi Tangkap WN Malaysia Diduga Produksi Etomidate, Sita 131 Cartridge dan 10 Bungkus Bubuk

    Polisi Tangkap WN Malaysia Diduga Produksi Etomidate, Sita 131 Cartridge dan 10 Bungkus Bubuk

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 359
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial LYL (42). WN Malaysia tersebut diduga mengoperasikan industri rumahan untuk memproduksi narkotika jenis etomidate di Jakarta Selatan. Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan transaksi […]

  • Hilang Karcis Parkir di Bahu Mall Manado Kena Denda, Kebijakan Pengelola Picu Perdebatan di Media Sosial

    Hilang Karcis Parkir di Bahu Mall Manado Kena Denda, Kebijakan Pengelola Picu Perdebatan di Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 363
    • 0Komentar

    MANADO|PRONews5.com — Kebijakan denda bagi pengunjung yang kehilangan karcis parkir di Bahu Mall Manado menjadi perbincangan hangat di media sosial. Keluhan itu mencuat setelah sebuah unggahan di grup Facebook Lambe Kawanua mempersoalkan biaya administrasi sebesar Rp25 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp50 ribu untuk mobil apabila tiket parkir hilang. Dalam unggahan tersebut, akun pengguna […]

  • Skor 6,53! RI Nyaris “Juara Dunia” Penipuan

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 545
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara paling rentan terhadap penipuan digital dari 112 negara dalam Global Fraud Index 2025 yang dirilis perusahaan verifikasi asal Inggris, Sumsub. Indonesia berada di posisi ke-111 dengan skor kerentanan 6,53 dari skala 1–10, hanya di bawah Pakistan yang mencatat skor 7,48. Dilansir dari iBenews, Sabtu (28/2/2026), laporan […]

  • Kasus Warga Tewas Ditembak Brimob di Tambang Ilegal WNA Dihentikan, Komisi III DPR RI Angkat Bicara

    Kasus Warga Tewas Ditembak Brimob di Tambang Ilegal WNA Dihentikan, Komisi III DPR RI Angkat Bicara

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 529
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Penghentian penyidikan kasus penembakan yang menewaskan warga Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, almarhum Fedro Tongkotow, di kawasan tambang Alason, Ratatotok, kembali memunculkan pertanyaan. Perkara yang sempat menyita perhatian karena diduga melibatkan anggota Brimob dan aktivitas tambang ilegal itu kini resmi dihentikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Direktorat Reserse […]

expand_less