Dasco Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI, Sepakat Berdamai dan Cabut Laporan
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mempertemukan Hotman Paris Hutapea dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir di Jakarta, Selasa (28/7/2026), sebagai upaya menyelesaikan polemik melalui dialog dan semangat persatuan. (Foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONEWS5.COM – Perselisihan antara pengacara Hotman Paris Hutapea dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memasuki babak baru. Melalui mediasi yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik secara damai.
Kesepakatan itu ditandai dengan permintaan maaf langsung dari Hotman Paris kepada PWI, yang direspons dengan keputusan organisasi untuk mencabut laporan polisi yang sebelumnya telah dilayangkan.
Pertemuan berlangsung di Jakarta pada Selasa (28/7/2026) dalam suasana silaturahmi yang mengedepankan semangat persatuan.
Momen tersebut turut dibagikan Dasco melalui akun Instagram pribadinya dengan mengunggah foto bersama Hotman Paris dan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir disertai pesan pentingnya menjaga nilai Persatuan Indonesia.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan yang sempat memanas antara Hotman Paris dan kalangan wartawan.
Dalam pertemuan itu, Hotman menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pernyataan yang memicu keberatan dari PWI hingga berujung pada pelaporan ke kepolisian.
Munir menegaskan, sejak awal PWI lebih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dibanding memperpanjang konflik melalui jalur hukum.
Karena itu, permintaan maaf yang disampaikan Hotman diterima sebagai bentuk itikad baik.
Selain meminta maaf, Hotman Paris juga disebut berkomitmen untuk tidak mengulangi pernyataan maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan serupa terhadap insan pers di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut dari kesepahaman tersebut, PWI memastikan akan mencabut laporan polisi terhadap Hotman Paris. Proses pencabutan laporan dijadwalkan dilakukan paling lambat sehari setelah pertemuan berlangsung.
“Dicabut, dicabut. Nanti dicabut (laporan polisi terhadap Hotman),” ujar Akhmad Munir kepada wartawan di Jakarta, sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Munir mengatakan dirinya bersama Hotman Paris diundang oleh Sufmi Dasco Ahmad untuk mengedepankan persatuan bangsa, khususnya setelah polemik yang terjadi antara Hotman dan wartawan.
Sebelumnya, PWI melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya melalui laporan polisi yang didaftarkan pada 20 Juli 2026.
Selain PWI, organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia juga melaporkan Hotman atas dugaan pelanggaran sejumlah ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sementara itu, saat dikonfirmasi PRONEWS5.COM, Ketua Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho mengatakan hingga saat ini organisasi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pertemuan tersebut.
“Masih rapat,” ujarnya singkat saat dihubungi.
Meski demikian, pernyataan Akhmad Munir kepada wartawan yang dikutip ANTARA menguatkan bahwa penyelesaian damai telah dicapai dan PWI akan segera mencabut laporan polisi terhadap Hotman Paris.
Penyelesaian melalui dialog ini diharapkan menjadi akhir dari polemik yang sempat menyita perhatian publik, sekaligus menjadi contoh bahwa penyelesaian perselisihan dapat ditempuh dengan mengedepankan komunikasi, penghormatan terhadap profesi pers, dan semangat persatuan.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar