IMI Sulut Bentuk Tim Khusus, Keselamatan Drag Race Kotamobagu Dibongkar Total
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- visibility 260
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pemprov IMI Sulawesi Utara sekaligus Kuasa Hukum Pemprov IMI Sulut, Berty Alan Lumempouw, S.H., saat diwawancarai di Manado, Rabu (12/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Utara membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi internal menyusul insiden maut dalam Kejurda Open Turnamen TIDAR Drag Race Kotamobagu Championship 2026 di sirkuit non-permanen Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh IMI Sulut terhadap pelaksanaan lomba, terutama menyangkut sistem keselamatan, kondisi lintasan, posisi penonton, barrier atau pagar pengaman, zona aman, kesiapan petugas, tenaga medis hingga mekanisme tanggap darurat.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pemprov IMI Sulawesi Utara sekaligus Kuasa Hukum Pemprov IMI Sulut, Berty Alan Lumempouw, S.H., mengatakan pembentukan tim investigasi internal merupakan bentuk tanggung jawab organisasi untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian.
Hal itu disampaikan Berty saat diwawancarai di Manado, Rabu (12/8/2026).
“IMI Sulut berduka atas jatuhnya korban. Kami memberikan penghormatan dan simpati yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga korban. Kami mendukung penuh proses hukum dan investigasi yang dilakukan aparat penegak hukum,” ujar Berty.
Menurut dia, investigasi internal IMI Sulut tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan Kepolisian. Tim tersebut akan bekerja dalam lingkup kewenangan organisasi untuk menelaah pelaksanaan kegiatan olahraga otomotif serta mengevaluasi penerapan aspek keselamatan.
Berty menjelaskan, investigasi akan dilakukan dengan mencermati berbagai aspek yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan perlombaan.
Di antaranya pelaksanaan perlombaan, kesiapan dan kondisi lintasan, sistem keselamatan, posisi penonton, pemasangan barrier, zona aman, pelaksanaan tugas pimpinan dan pengawas perlombaan, marshal serta petugas lainnya.
Tim juga akan melihat kesiapan tenaga medis, ambulans, jalur evakuasi, sistem komunikasi, pengamanan kegiatan, hingga koordinasi antara penyelenggara, IMI dan aparat keamanan.
“Secara internal, IMI Sulut juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan serta aspek keselamatannya,” kata Berty.
Tim khusus tersebut nantinya dapat meminta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui rangkaian pelaksanaan kegiatan, termasuk perangkat perlombaan, penyelenggara atau panitia dan pihak lainnya yang dinilai memiliki informasi relevan.
Tidak hanya mengumpulkan keterangan, IMI Sulut juga akan menelaah laporan Pimpinan Perlombaan dan Pengawas Perlombaan.
Penelaahan tersebut penting untuk mengetahui bagaimana perlombaan dilaksanakan sejak sebelum dimulai, bagaimana kondisi lintasan, bagaimana sistem pengamanan diterapkan, bagaimana penonton ditempatkan, serta bagaimana prosedur keselamatan dijalankan.
Termasuk pula tindakan yang dilakukan sebelum, saat dan setelah insiden terjadi.
Pendekatan ini diperlukan agar evaluasi tidak berhenti pada kronologi kecelakaan semata, tetapi dapat mengidentifikasi apakah terdapat kelemahan dalam sistem penyelenggaraan yang perlu diperbaiki.
“Setiap pihak harus dinilai berdasarkan tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya masing-masing, bukan semata-mata berdasarkan jabatan atau kedudukannya dalam kegiatan,” tegas Berty.
IMI Dukung Penuh Proses Hukum
Di tengah proses penanganan perkara oleh aparat penegak hukum, IMI Sulut menyatakan siap memberikan informasi, dokumen maupun keterangan yang diperlukan sepanjang berkaitan dengan kewenangan organisasi dan penyelenggaraan olahraga otomotif.
IMI Sulut juga menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk menentukan ada atau tidaknya unsur kesalahan maupun pertanggungjawaban hukum berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan, fakta dan alat bukti yang sah.
Berty meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab sebelum proses hukum selesai.
“Kami tidak ingin berspekulasi ataupun mendahului proses hukum. Biarkan fakta dan alat bukti yang berbicara. Namun kami memastikan bahwa IMI Sulut akan terbuka, kooperatif dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewenangan organisasi,” ujarnya.
Selain aspek hukum dan evaluasi teknis, IMI Sulut meminta penyelenggara atau panitia serta tim peserta yang terlibat dalam insiden menunjukkan perhatian nyata terhadap korban dan keluarga korban.
Perhatian tersebut dinilai penting, terutama bagi korban yang masih menjalani perawatan, keluarga korban yang meninggal dunia maupun mereka yang membutuhkan pendampingan dalam masa pemulihan.
Bagi IMI Sulut, proses hukum dan kepedulian kemanusiaan merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan.
“Proses hukum penting, tetapi nilai kemanusiaan juga harus menjadi perhatian bersama,” demikian sikap IMI Sulut.
Insiden Bermula Saat Kendaraan Kehilangan Kendali
Insiden terjadi ketika salah satu peserta kategori FFA (Free For All) mengalami kendala pada kendaraan saat memasuki area akhir perlombaan.
Kendaraan kemudian kehilangan kendali, bergerak ke sisi kiri lintasan dan menabrak pembatas di sekitar area penonton. Benturan tersebut menyebabkan sejumlah masyarakat yang berada di sekitar arena menjadi korban, dengan korban meninggal dunia dan korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keselamatan dalam penyelenggaraan olahraga otomotif, khususnya pada sirkuit non-permanen yang membutuhkan pengaturan zona aman dan perlindungan penonton secara ketat.
Namun, IMI Sulut menegaskan penyebab pasti serta ada atau tidaknya kelalaian dari pihak tertentu harus ditentukan melalui proses investigasi dan penegakan hukum.
IMI Sulut menilai tragedi tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan mendasar terhadap tata kelola penyelenggaraan olahraga otomotif di Sulawesi Utara.
Evaluasi tidak hanya diarahkan kepada teknis perlombaan, tetapi juga menyangkut desain dan kesiapan lintasan, jarak penonton dari jalur kendaraan, barrier, zona keselamatan, marshal, tenaga medis, ambulans, jalur evakuasi, sistem komunikasi dan emergency response.
“Ke depan, keselamatan pembalap, official, petugas dan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan olahraga otomotif,” kata Berty.
Ia menambahkan, IMI Sulut berkomitmen mendorong penyelenggaraan kegiatan otomotif yang semakin profesional, tertib dan memenuhi standar keselamatan.
IMI Sulut juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi, spekulasi maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan secara masif foto maupun video korban dan detik-detik kecelakaan, terutama materi yang berpotensi menambah trauma keluarga korban ataupun mengganggu proses investigasi.
“Jangan menghakimi. Biarkan fakta dan hukum yang menjawab,” tegas Berty.
Menurutnya, setiap pihak harus ditempatkan berdasarkan tindakan, kewajiban, kewenangan dan tanggung jawab konkret. Penilaian terhadap pertanggungjawaban tidak semestinya hanya didasarkan pada jabatan atau keterlibatan seseorang dalam sebuah kegiatan.
Dengan pembentukan tim investigasi internal tersebut, IMI Sulut kini memiliki dua jalur evaluasi yang berjalan bersamaan: mendukung proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum sekaligus melakukan pembenahan internal terhadap penyelenggaraan olahraga otomotif.
Bagi IMI Sulut, tragedi di Kotamobagu bukan hanya persoalan mencari siapa yang bertanggung jawab, tetapi juga menjadi peringatan keras bahwa keselamatan pembalap, petugas dan masyarakat harus ditempatkan sebagai syarat utama dalam setiap kegiatan balap.
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar