Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Akses Wilayah Terpencil Terbuka
- account_circle rafael
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- visibility 437
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, PRONews5.com – Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan akses transportasi, terutama di daerah terdampak bencana. Peresmian dilakukan secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman Presiden di Hambalang, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemulihan daerah yang terdampak bencana alam.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana menuntut kesiapsiagaan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa secara geologis Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau lingkaran api yang memiliki banyak gunung berapi aktif.
Kondisi ini membuat Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah sekaligus berpotensi mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.“Kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Kita berada di ring of fire dengan banyak gunung berapi yang menjadikan tanah kita subur dan kaya mineral, namun dari waktu ke waktu kita juga harus siap menghadapi bencana alam,” ujar Presiden.
Presiden juga mengapresiasi kerja keras berbagai pihak, khususnya prajurit TNI dan petugas di daerah, yang mampu menyelesaikan pembangunan ratusan jembatan dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, penyelesaian 218 jembatan dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan merupakan capaian yang patut diapresiasi.“Peresmian 218 jembatan yang dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan merupakan prestasi luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah-daerah yang terdampak bencana maupun wilayah yang sangat membutuhkan akses jembatan,” kata Presiden.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Ia menjelaskan, hingga saat ini pembangunan jembatan telah dimulai di 1.072 titik di seluruh Indonesia, dengan 218 di antaranya telah selesai dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Laporan tersebut disampaikan dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Menurut Maruli, pembangunan jembatan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.
Selain itu, TNI AD juga memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah yang terdampak bencana alam.“Khusus di daerah bencana, kami telah melakukan survei dan menemukan sekitar 480 jembatan yang membutuhkan penanganan segera. Dari jumlah tersebut, 145 jembatan sudah berhasil diselesaikan,” ujarnya. Maruli juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan koordinasi lintas kementerian yang dinilai sangat membantu kelancaran program pembangunan tersebut.
Ia menargetkan percepatan pembangunan jembatan dapat terus berjalan hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia.“Kami menargetkan hingga Agustus mendatang pembangunan jembatan di daerah bencana dapat diselesaikan. Untuk pembangunan sekolah di wilayah terdampak bencana ditargetkan rampung pada Oktober. Sedangkan secara keseluruhan, kami berharap sekitar 7.000 jembatan di seluruh Indonesia dapat selesai pada awal tahun depan,” kata Maruli.
Turut mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Yusuf Jauhari.
[**/IND]
- Penulis: rafael



Saat ini belum ada komentar