Polda Sulut Bangun Gedung Rawat Inap RS Bhayangkara Manado
- account_circle (**/ARP)
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 142
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie memimpin peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap baru RS Bhayangkara Tingkat III Manado, Kamis (20/8/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, PRONEWS5.COM — Polda Sulawesi Utara mulai membangun gedung rawat inap baru RS Bhayangkara Tingkat III Manado sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mempersiapkan rumah sakit tersebut naik kelas menjadi RS Bhayangkara Tingkat II.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan gedung tersebut berlangsung di RS Bhayangkara Manado, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan dihadiri jajaran Polda Sulut serta manajemen RS Bhayangkara Manado.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan pembangunan fasilitas baru itu merupakan tindak lanjut instruksi Mabes Polri melalui Pusdokkes untuk mempercepat peningkatan status RS Bhayangkara Manado dari Tingkat III menuju Tingkat II.
“Saat ini kapasitas RS Bhayangkara ada di angka 120 tempat tidur. Secara perlahan kita tingkatkan menuju 200 tempat tidur sebagai syarat menuju Tingkat II,” ujar Awi usai kegiatan.
Menurutnya, pembangunan tahap awal tersebut akan menambah 28 kamar rawat inap. Selanjutnya, Polda Sulut menargetkan pembangunan tambahan 52 kamar pada tahun berikutnya sehingga kapasitas rumah sakit secara bertahap dapat mencapai sekitar 200 tempat tidur.
Pembangunan gedung baru ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kerja atau sekitar pertengahan Desember 2026.
Polda Sulut juga menempatkan unsur pengawasan internal untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu maupun kualitas pekerjaan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan RS Bhayangkara Manado.
Peningkatan kapasitas tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi personel Polri, tetapi juga memperkuat akses pelayanan bagi masyarakat umum.
Selama ini, RS Bhayangkara Manado tetap memberikan pelayanan kedaruratan melalui unit gawat darurat dengan mengutamakan penanganan medis terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
“RS Bhayangkara Manado selama ini mengedepankan etos kerja serta pelayanan inklusif. Penanganan darurat di UGD selalu mendahulukan pertolongan korban tanpa membebani urusan administrasi di awal,” kata Awi.
Ia berharap penambahan fasilitas rawat inap tersebut tidak sekadar meningkatkan jumlah kamar, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan RS Bhayangkara Manado.
Dengan pembangunan secara bertahap dari 120 menuju 200 tempat tidur, Polda Sulut menargetkan RS Bhayangkara Manado memenuhi kebutuhan kapasitas sebagai salah satu persyaratan menuju rumah sakit tingkat II.
Pengembangan fasilitas ini sekaligus diharapkan memperkuat peran RS Bhayangkara sebagai fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan lebih luas bagi anggota Polri dan masyarakat di Sulawesi Utara.
- Penulis: (**/ARP)



Saat ini belum ada komentar