Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Festival Wanua Woloan 2026, Gotong Royong Hidupkan Budaya dan Tarik Perhatian Wisman

Festival Wanua Woloan 2026, Gotong Royong Hidupkan Budaya dan Tarik Perhatian Wisman

  • account_circle (**/ML)
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TOMOHON, PRONEWS5.COM – Semangat gotong royong masyarakat menjadi warna utama Festival Wanua Woloan 2026 yang digelar di Amphitheater Woloan, Kota Tomohon, Minggu (9/8/2026).

Festival yang digagas Sanggar Kamang Wangko Woloan berkolaborasi dengan Komunitas Siow Pa Siowan Woloan tersebut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-888 Wanua Woloan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WITA itu menghadirkan beragam kekayaan budaya, mulai dari upacara adat, sidang adat, musik kolintang, pentas Tari Mahzani, Tari Kawasaran, sastra, cerita rakyat dan dongeng, hingga prosesi napak tilas.

Festival ini tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk kembali mengenal, merawat dan menghidupkan identitas budaya Woloan.

Menariknya, Festival Wanua Woloan 2026 lahir dari partisipasi masyarakat itu sendiri. Penyelenggaraannya mengusung semangat dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Dukungan warga hadir dalam berbagai bentuk, bukan hanya dana, tetapi juga tenaga, waktu, pemikiran, fasilitas, perlengkapan, keterampilan serta talenta seni dan budaya.

Masyarakat terlibat dalam berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari persiapan lokasi, penataan panggung, penyediaan perlengkapan, pertunjukan seni, dokumentasi hingga menjadi pelaku langsung dalam berbagai prosesi budaya.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus bergantung pada pembiayaan besar. Dengan kebersamaan, kepedulian dan rasa memiliki, masyarakat mampu menciptakan ruang budaya yang hidup dan terus berkembang.

Ketua Sanggar Kamang Wangko Woloan, Armando Loho, M.Kom., mengatakan Festival Wanua Woloan 2026 merupakan bentuk nyata kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan Woloan.

Menurutnya, festival tersebut bukan hasil kerja satu atau dua pihak, melainkan buah kolaborasi banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan budaya Woloan.

“Festival ini kami bangun bersama. Ada yang memberikan dukungan dalam bentuk dana, ada yang menyumbangkan tenaga, waktu, pemikiran, fasilitas, bahkan talenta seni mereka. Semua menjadi bagian penting dari kegiatan ini,” ujar Armando.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, komunitas, pelaku seni, budayawan, pemerintah serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival Wanua Woloan 2026.

Dukungan terhadap festival juga datang dari unsur pemerintah yang bergerak di bidang kebahasaan dan kebudayaan.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Januar Pribadi, S.IP., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi inisiatif masyarakat Woloan dalam menghidupkan kembali budaya lokal.

Menurutnya, kegiatan seperti Festival Wanua Woloan memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kekayaan bahasa, cerita dan sastra lokal.

“Yang paling penting adalah adanya partisipasi masyarakat. Ketika masyarakat menjadi pelaku utama, maka pelestarian budaya tidak berhenti sebagai program, tetapi menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Utara, Anton Hariyanto, S.Kom., M.M.S.I.

Anton menilai Festival Wanua Woloan memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan di Sulawesi Utara.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi maupun pertunjukan, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pelaku budaya.

“Kebudayaan tidak akan hidup kalau hanya disimpan atau dipertontonkan. Kebudayaan harus dipraktikkan, diwariskan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam Festival Wanua Woloan ini merupakan sesuatu yang sangat positif,” terangnya.

Ia mengatakan, kegiatan yang menggabungkan upacara adat, tari tradisional, sastra, cerita rakyat hingga prosesi napak tilas memiliki nilai penting karena mempertemukan unsur sejarah, tradisi dan generasi masa kini.

Wisman Ikut Larut dalam Tradisi Woloan

Makin menarik, kemeriahan Festival Wanua Woloan 2026 ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat lokal.

Pantauan media ini, sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang tampak antusias menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan budaya yang digelar masyarakat Woloan.

Sejak kegiatan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA, atmosfer budaya begitu terasa. Para wisatawan terlihat menikmati berbagai prosesi dan pertunjukan yang berlangsung di lokasi festival.

Upacara adat, sidang adat, musik kolintang, Tari Kawasaran, pertunjukan sastra, cerita rakyat, dongeng dan legenda, Mahzani massal hingga prosesi napak tilas menjadi bagian dari pengalaman budaya yang menarik perhatian mereka.

Wisman yang datang tidak sekadar menjadi penonton. Sejumlah di antaranya terlihat berbaur dengan masyarakat dan mengabadikan berbagai momen menggunakan kamera maupun telepon genggam.

Ekspresi penasaran dan antusias tampak ketika mereka menyaksikan secara langsung tradisi masyarakat Woloan yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui informasi pariwisata maupun media sosial.

Mereka memberikan perhatian terhadap berbagai unsur budaya yang ditampilkan, mulai dari simbol, busana, gerakan tari, musik tradisional hingga prosesi adat.

Kehadiran wisatawan mancanegara dalam festival ini sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Bagi masyarakat Woloan, kehadiran para wisman juga menjadi kebanggaan. Tradisi yang selama ini tumbuh, dijaga dan diwariskan di tengah masyarakat ternyata mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara.

Festival Wanua Woloan 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan HUT ke-888 Wanua Woloan. Festival ini menjadi gambaran bagaimana budaya dapat terus hidup ketika masyarakat mengambil peran sebagai pelaku utama.

Dari gotong royong, seni, tradisi hingga keterlibatan wisatawan, Woloan menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan identitas lokal kepada dunia.

  • Penulis: (**/ML)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranowangko Beach Resort Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 655
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Tempat wisata Ranowangko Beach Resort di Kabupaten Minahasa terbakar hebat pada Rabu malam, 7 Januari 2026, memicu perhatian publik. Polres Minahasa memastikan saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan sebagian area resort tersebut. Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian belum menyimpulkan […]

  • Tampang Para Pelaku Oknum BAIS TNI Muncul di Sidang Perdana Kasus Air Keras

    Tampang Para Pelaku Oknum BAIS TNI Muncul di Sidang Perdana Kasus Air Keras

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 347
    • 0Komentar

    JAKARTA|PRONEWS5.COM – Empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjalani sidang perdana dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Sidang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026). Keempat terdakwa yakni Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL) hadir […]

  • Pakar Hukum Pidana Desak Polisi Usut Pemilik dan Korporasi KM Barcelona

    Pakar Hukum Pidana Desak Polisi Usut Pemilik dan Korporasi KM Barcelona

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 279
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Pengacara senior sekaligus pakar hukum pidana, Dr. Santrawan Paparang, SH, MH, MKn, mendesak aparat penegak hukum tidak menghentikan proses pidana hanya terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK) dalam tragedi kebakaran KM Barcelona V. Menurutnya, penyidik perlu mendalami kemungkinan pertanggungjawaban pidana pemilik kapal hingga korporasi yang mengoperasikan kapal apabila ditemukan adanya unsur […]

  • Hadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang, Presiden Prabowo Dorong Kemitraan Indonesia-Jepang Naik Kelas dan Lebih Cepat

    Hadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang, Presiden Prabowo Dorong Kemitraan Indonesia-Jepang Naik Kelas dan Lebih Cepat

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle IND
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Jepang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang di bidang ekonomi, investasi, serta pembangunan industri masa depan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Jepang merupakan mitra yang sangat penting […]

  • PWI Sulut Copot Yongky Sumual dari Jabatan Wakil Ketua OKK

    PWI Sulut Copot Yongky Sumual dari Jabatan Wakil Ketua OKK

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 402
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara mengambil keputusan tegas dengan mereposisi Yongky Sumual dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kompetensi (OKK). Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno Diperluas yang digelar di Kantor PWI Sulut, Jalan Sudirman, Manado, Rabu (15/7/2026), setelah forum melakukan pembahasan dan pertimbangan secara menyeluruh […]

  • Osco Berlin Tantang Kreator Sulut Rancang Float TIFF 2026, Desain Terbaik Tampil di Parade Internasional

    Osco Berlin Tantang Kreator Sulut Rancang Float TIFF 2026, Desain Terbaik Tampil di Parade Internasional

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 208
    • 0Komentar

    TOMOHON, PRONEWS5.COM – Pelaku ekonomi kreatif, desainer, seniman, mahasiswa hingga masyarakat umum di Sulawesi Utara mendapat peluang untuk menampilkan karya mereka di ajang internasional. Putra asli Sulawesi Utara yang kini menetap di Berlin, Jerman, Osco Olfriady Letunggamu, membuka Sayembara Desain Float Besar Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 dengan desain pemenang akan diwujudkan menjadi float […]

expand_less