Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Pantas Saja Menghilang! Cale dan Kiky Diduga Tiarap Usai Skandal Mafia Solar SPBU Tateli Viral

Pantas Saja Menghilang! Cale dan Kiky Diduga Tiarap Usai Skandal Mafia Solar SPBU Tateli Viral

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINAHASA, PRONEWS5.COM — Tak lagi menampakkan batang hidungnya di lapangan! Setelah asumsi penyimpangan alokasi solar bersubsidi di SPBU 74.953.21 Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, meledak di publik dan viral di media sosial, dua nama kunci yang mencuat Carles Calamu alias Cale dan Risky Supit alias Kiky mendadak lenyap dari peredaran.

Hilangnya keberadaan  kedua figur ini memicu spekulasi panas di tengah masyarakat. Apakah keduanya memilih “tiarap” demi menunggu situasi mereda, atau ada skenario lain di balik layar? Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi yang mampu membongkar alasan di balik aksi bungkam tersebut.

Informasi yang dihimpun redaksi PRONews5.com pada Senin (12/10/2026) mencatat bahwa problematika penyaluran BBM bersubsidi ini menjadi sorotan utama warganet di grup Facebook Lambe Kawanua Official dan Viral Sulut.

“Setelah berita ramai dan viral, mereka langsung menghilang dari lokasi. Kami mendesak aparat penegak hukum tidak terkecoh hanya karena situasi mulai tenang.

Substansi kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya!” tegas seorang sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Sumber warga membeberkan bahwa Cale dan Kiky diduga kuat telah lama menguasai pergerakan di sekitar SPBU Tateli.

Bahkan, muncul dugaan kuat adanya kolaborasi dan main mata dengan oknum internal SPBU demi memuluskan perburuan solar subsidi secara tidak sah.

Oleh karena itu, publik mendesak Polda Sulawesi Utara untuk turun tangan secara profesional dan sistematis.

Polisi diminta merinci alur distribusi, memeriksa catatan transaksi, hingga membongkar jaringan pihak-pihak yang terlibat jika ditemukan evidensi pelanggaran hukum.

Bagi masyarakat, langkah penanganan yang efisien bukan sekadar menghentikan aktivitas kasat mata di lapangan, melainkan memberi kepastian hukum dan transparansi atas penyelewengan hak-hak rakyat.

Urgennya pengusutan kasus ini kian terasa setelah muncul pengakuan dari seorang sopir yang menyebut SPBU 74.953.21 Tateli menerima pasokan solar bersubsidi dengan estimasi rata-rata mencapai 8.000 liter per hari.

Data ini menjadi poin esensial yang wajib diuji ketepatannya melalui dokumen audit resmi penyaluran dan realisasi distribusi dari pihak terkait.

Pertanyaan utamanya: Apakah BBM bersubsidi tersebut disalurkan secara benar kepada yang berhak, atau justru dialihkan demi meraup profit ilegal bagi kelompok tertentu?

Jika terbukti ada implikasi kejahatan, aparat harus berani membongkar seluruh rantai pasok, pola pengisian berulang, hingga metode pengangkutan ilegal yang melanggar hukum.

Usaha redaksi PRONews5.com untuk mendapatkan eksplanasi resmi dari pengawas SPBU, Yohanis alias Anis Taliawo, masih menemui jalan buntu. Nomor WhatsApp yang bersangkutan berada dalam kondisi tidak aktif.

Begitu pula dengan Cale dan Kiky; hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi maupun tanggapan balik dari keduanya untuk menepis isu miring ini.

Kini, bola panas berada di tangan Polda Sulawesi Utara dan instansi berwenang. Warga menuntut eksekusi tindakan nyata, mulai dari pemeriksaan data transaksi, audit rekaman CCTV, hingga rekam jejak kendaraan yang mencurigakan di lokasi.

Penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi jelas mengangkangi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Publik kini menagih kredibilitas aparat: Apakah kasus ini akan diusut tuntas hingga tuntas, atau dibiarkan menguap begitu saja seiring redupnya pemberitaan?

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi VIII DPR RI : DTSEN Penting untuk Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran

    Komisi VIII DPR RI : DTSEN Penting untuk Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle (**/IND)
    • visibility 499
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM – Komisi VIII DPR RI mendorong penguatan pendataan mahasiswa penerima Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar bantuan pendidikan tersebut semakin tepat sasaran. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah mencocokkan data mahasiswa dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Haeny Relawati saat mengikuti […]

  • Harry Kane Menggila! Inggris Bangkit Singkirkan RD Kongo

    Harry Kane Menggila! Inggris Bangkit Singkirkan RD Kongo

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 231
    • 0Komentar

    GEORGIA, AS, PRONEWS5.COM – Tim Nasional Inggris memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Georgia, Amerika Serikat. Kemenangan dramatis itu ditentukan oleh dua gol kapten Inggris, Harry Kane, pada babak kedua setelah […]

  • Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Tim URC Polres Kotamobagu Bawa Pisau dan Obeng

    Residivis Curanmor Kembali Ditangkap Tim URC Polres Kotamobagu Bawa Pisau dan Obeng

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 161
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu kembali mengamankan seorang pemuda yang diduga membawa senjata tajam saat melaksanakan patroli rutin, Sabtu (12/9/2026) malam. Pemuda berinisial YN alias Yoga (27), warga Desa Poyowa Besar 2, diamankan sekitar pukul 23.50 WITA di kawasan Bundaran Paris, Kotamobagu. YN diketahui merupakan residivis dalam kasus pencurian kendaraan […]

  • Prabowo Larang Pemerintah Foya-foya: Daripada Rayakan Ultah, Lebih Baik Naikkan Gaji Guru

    Prabowo Larang Pemerintah Foya-foya: Daripada Rayakan Ultah, Lebih Baik Naikkan Gaji Guru

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle (**/VAN)
    • visibility 151
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara. Pemerintah di semua tingkatan diminta memangkas pengeluaran yang tidak efisien, termasuk belanja seremonial seperti perayaan ulang tahun kementerian dan lembaga, dan mengarahkan anggaran kepada kebutuhan yang lebih langsung dirasakan masyarakat, seperti pendidikan, kesejahteraan guru, sekolah, dan layanan kesehatan. Arahan tersebut disampaikan […]

  • Usai Dicopot Prabowo, Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Tim Jampidsus

    Usai Dicopot Prabowo, Dadan Hindayana Dikabarkan Dijemput Tim Jampidsus

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 298
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONews5.com – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dikabarkan dijemput tim penyidik ​​​​Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (3/6/2026) pagi. Informasi yang beredar menyebutkan, selain Dadan, dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, juga membawa penyidik ​​​​untuk dimintai keterangan terkait perkara yang tengah […]

  • Gempa M7,6 Hantam Sulut, Dua Gereja Rusak Parah

    Gempa M7,6 Hantam Sulut, Dua Gereja Rusak Parah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle (**/BEN)
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    MANADO — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.48 WITA. Guncangan kuat tersebut menyebabkan kerusakan serius pada Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Rumengkor di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, serta Gereja Advent Tamara di Mapanget Barat, Kota Manado. Peristiwa ini terjadi saat sebagian warga masih berada di rumah. […]

expand_less