Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Trans Sulawesi Lumpuh Total di Hari Minggu, Proyek BPJN Sulut Picu Kemacetan 5 Kilometer dan Seret Ambulans ke Tengah Antrean

Trans Sulawesi Lumpuh Total di Hari Minggu, Proyek BPJN Sulut Picu Kemacetan 5 Kilometer dan Seret Ambulans ke Tengah Antrean

  • account_circle Red Pronews
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 340
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOLMONG, PRONews5.com – Ruas Jalan Trans Sulawesi Kaiya-Kotamobagu lumpuh total pada Minggu (14/6/2026) akibat pekerjaan Jembatan Muntoi di Desa Muntoi, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow. Tidak adanya jalur alternatif maupun sistem buka-tutup lalu lintas membuat ratusan kendaraan terjebak dalam antrean panjang yang mencapai sekitar lima kilometer dari dua arah.

Kemacetan terjadi saat pekerjaan jembatan berlangsung dan menyebabkan kendaraan dari arah Kotamobagu menuju Manado maupun sebaliknya tidak dapat melintas.

Akibatnya, arus kendaraan menumpuk dan mengular sepanjang ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung wilayah Sulawesi Utara tersebut.

Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, kemacetan melibatkan kendaraan pribadi, truk angkutan barang, kendaraan umum hingga ambulans yang ikut terjebak di tengah antrean panjang.

Para pengguna jalan terpaksa menunggu berjam-jam tanpa kepastian kapan akses jalan kembali dibuka.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat.

Banyak pengguna jalan menilai pekerjaan proyek tidak disertai perencanaan lalu lintas yang matang, padahal Jalan Trans Sulawesi merupakan jalur vital yang setiap hari digunakan ribuan kendaraan.

Keluhan warga pun ramai disampaikan melalui media sosial.

Dalam sejumlah unggahan di grup Facebook, warga mempertanyakan mengapa proyek jembatan dilakukan tanpa menyiapkan akses alternatif bagi masyarakat.

“Jalan utama Kotamobagu lumpuh total. Ini mesti jadi perhatian pemerintah agar ke depannya kalau ada pembangunan jembatan, tolong dibuatkan juga jembatan alternatif atau jembatan darurat. Perbaikan jembatan di Muntoi membuat antrean kendaraan sampai mengular panjang,” tulis salah satu akun.

Keluhan lain menyebut pengguna jalan merasa dirugikan karena tidak ada pemberitahuan yang memadai terkait penutupan akses jalan.

“Ini merugikan pengguna Jalan Trans Sulawesi karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu,” tulis seorang warganet.

Warga lainnya menilai pekerjaan di jalur strategis nasional seharusnya tidak dilakukan tanpa solusi bagi pengguna jalan.

“Seharusnya dibuat jalan alternatif dulu sebelum pekerjaan dimulai. Jalan Trans Sulawesi ini urat nadi ekonomi masyarakat,” tulis warga lainnya.

Kemarahan masyarakat semakin besar karena proyek tersebut disebut telah berlangsung cukup lama namun belum juga rampung.

Sejumlah warga mengaku heran mengapa pekerjaan jembatan yang berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara itu tak kunjung selesai.

“Sudah hampir satu tahun pekerjaan ini belum selesai-selesai. Yang dirugikan masyarakat pengguna jalan,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Lantas Polres Kotamobagu AKP Luster Simanjuntak mengakui adanya kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang menyebabkan kemacetan panjang.

“Ya, betul. Ada kesalahan dari pihak pelaksana proyek. Kami juga sudah dongkol di lokasi tadi. Harusnya jangan dibuat pengumuman seperti itu, akhirnya menjadi blunder,” kata AKP Luster Simanjuntak kepada wartawan PRONews5.com.

Meski kemacetan sempat melumpuhkan jalur Trans Sulawesi selama beberapa jam, arus lalu lintas kini telah kembali normal dan kendaraan sudah dapat melintas seperti biasa.

Namun peristiwa tersebut meninggalkan pertanyaan besar terkait kesiapan dan pengawasan proyek infrastruktur pada jalur nasional.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang karena bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan darurat ketika kendaraan seperti ambulans ikut terjebak di tengah kemacetan.

[**/NOX]

  • Penulis: Red Pronews

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Perselingkuhan yang Menyeret Nama Franciscus Enoch Ternyata Hoaks

    Isu Perselingkuhan yang Menyeret Nama Franciscus Enoch Ternyata Hoaks

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 263
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONews5.com — Anggota DPRD Minahasa dari PDI Perjuangan, Franciscus Enoch, SH, akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan perselingkuhan yang sempat beredar dan kembali dimunculkan menjelang pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minahasa. Franciscus Enoch menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar, tidak memiliki dasar yang jelas, dan hanya merupakan informasi bohong (hoaks) yang sengaja […]

  • Police Line Tak Bertahan Tambang Ilegal Bowone Kembali Beraktivitas Warga Minta Kapolda Turun Tangan

    Police Line Tak Bertahan Tambang Ilegal Bowone Kembali Beraktivitas Warga Minta Kapolda Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle (**/Frank)
    • visibility 109
    • 0Komentar

    SANGIHE, PRONEWS5.COM — Garis polisi atau police line ternyata belum sepenuhnya menghentikan dugaan aktivitas penambangan ilegal di wilayah Desa Bowone, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sekitar dua bulan setelah operasi gabungan aparat penegak hukum (APH) dilakukan di kawasan tersebut, aktivitas yang diduga berkaitan dengan pertambangan kembali terpantau. Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah warga Sangihe yang […]

  • Tiga Pendaki Tewas dalam Erupsi Dahsyat Gunung Dukono, Dua WNA Singapura Jadi Korban

    Tiga Pendaki Tewas dalam Erupsi Dahsyat Gunung Dukono, Dua WNA Singapura Jadi Korban

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 309
    • 0Komentar

    HALMAHERA UTARA, PRONews5.com — Erupsi dahsyat Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) pagi sekitar pukul 07.41 WIT menewaskan tiga orang pendaki, terdiri dari dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI) asal Ternate. Letusan gunung api aktif di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 […]

  • Tak Hanya di Danau, Ikan Sapu-Sapu Kuasai Sungai Tondano

    Tak Hanya di Danau, Ikan Sapu-Sapu Kuasai Sungai Tondano

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 476
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM — Ledakan populasi ikan sapu-sapu di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kini semakin mengkhawatirkan. Tak hanya mendominasi perairan danau, spesies invasif ini juga dilaporkan telah menyebar hingga ke dasar sungai dan aliran air yang terhubung, Sabtu (25/4/2026). Fenomena ini terungkap dari aktivitas penangkapan nelayan yang hampir setiap hari mendapati jaring mereka dipenuhi […]

  • Tak Terbendung! Spanyol Gilas Austria 3-0, Tiket 16 Besar di Tangan

    Tak Terbendung! Spanyol Gilas Austria 3-0, Tiket 16 Besar di Tangan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 205
    • 0Komentar

    GPRONEWS5.COM, PRONEWS5.COM– Tim nasional Spanyol memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 usai menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion SoFi, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026). Kemenangan ini menegaskan dominasi La Roja sepanjang pertandingan. Spanyol tampil superior dalam penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga disiplin […]

  • Polda Sulut Tetapkan Mantan Wawali Kotamobagu Nayodo Koerniawan Tersangka Dugaan Penipuan Rp10 Miliar

    Polda Sulut Tetapkan Mantan Wawali Kotamobagu Nayodo Koerniawan Tersangka Dugaan Penipuan Rp10 Miliar

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 435
    • 0Komentar

    MANADO, PRONEWS5.COM – Polda Sulawesi Utara (Sulut) resmi menetapkan mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan (NK), sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan senilai Rp10 miliar. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada 5 Oktober 2026. Kasus ini dilaporkan oleh Sandy Sumendap melalui laporan polisi nomor STTPL/B/265/V/2026/SPKT/Polda Sulawesi Utara tertanggal 2 Mei 2026. Penanganan […]

expand_less