Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Terungkap Detik Terakhir Purbaya Sebelum Dicopot Prabowo

Terungkap Detik Terakhir Purbaya Sebelum Dicopot Prabowo

  • account_circle (**/ARP)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONEWS5.COM – Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto berlangsung secara mendadak ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi pemerintahan.

Beberapa jam sebelum kursinya dicopot, Purbaya masih menghadiri Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut bahkan menjadi agenda terakhir Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum, rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di Ruang GBHN Kompleks Parlemen. Purbaya hadir bersama Wakil Kepala Bappenas Drs. Febrian Alphyanto Ruddyard dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, suasana rapat berubah.

Purbaya menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara. Setelah menerima panggilan tersebut, rapat dihentikan sementara dan Purbaya disebut meninggalkan ruangan.

Ia kemudian tidak memberikan banyak keterangan kepada wartawan yang menunggu di sekitar lokasi.

Beberapa jam kemudian, teka-teki mengenai telepon tersebut terjawab.

Presiden Prabowo resmi memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Suahasil kemudian dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama. Pengangkatan tersebut menandai pergantian mendadak di posisi yang sangat strategis dalam pemerintahan.

Reuters melaporkan Suahasil menjadi Menteri Keuangan ketiga dalam waktu kurang dari dua tahun di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Pergantian Purbaya juga disebut berlangsung di tengah kekhawatiran mengenai pengelolaan fiskal dan kepercayaan investor.

Ironisnya, sebelum meninggalkan ruang rapat, Purbaya masih menerima berbagai masukan anggota DPD RI mengenai kebijakan fiskal nasional dan kebutuhan pembangunan daerah.

Senator asal Sulawesi Utara, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, yang juga Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih menghambat percepatan pembangunan daerah.

Salah satunya menyangkut tumpang tindih regulasi serta program pemerintah pusat dan daerah yang perlu diselaraskan agar kebijakan fiskal nasional memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

Stefanus juga mengangkat persoalan kesejahteraan aparatur, termasuk guru dan tenaga kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak cukup hanya terhadap pembayaran gaji PPPK guru. Tenaga kesehatan serta PPPK di lingkungan pemerintah daerah juga perlu mendapatkan perhatian serupa.

Ia juga mendorong adanya kepastian peningkatan status PPPK menjadi aparatur sipil negara (ASN), termasuk bagi PPPK yang bekerja pada pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Purbaya disebut memberikan sejumlah respons yang dinilai memberikan harapan bagi daerah.

Salah satunya terkait pembiayaan pembangunan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Di tengah keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap dimungkinkan memperoleh pembiayaan melalui lembaga tersebut.

Purbaya juga disebut menyampaikan gagasan mengenai skema pembiayaan mulai 2027 yang memungkinkan kewajiban pembayaran tertentu tidak sepenuhnya membebani APBD, melainkan dapat ditopang melalui penerimaan negara yang bersumber dari sektor pertambangan.

Dalam pembahasan perpajakan, Purbaya disebut menegaskan peningkatan penerimaan pajak pada 2027 tidak semestinya hanya memberikan tekanan kepada masyarakat luas, tetapi diarahkan lebih kuat kepada kelompok usaha berskala besar.

Pembahasan lainnya menyangkut pegawai paruh waktu dan PPPK. Dalam forum tersebut muncul gagasan agar pegawai paruh waktu dapat memperoleh status PPPK penuh waktu, sedangkan PPPK yang telah ada diarahkan menjadi bagian dari ASN dengan dukungan pembiayaan gaji dari APBN.

Purbaya juga disebut memberikan klarifikasi mengenai pembayaran gaji ASN. Dalam pembahasan tersebut, pembayaran gaji ASN tetap dimungkinkan melalui bank pembangunan daerah atau BPD.

Sebelum dicopot, Purbaya juga sempat mendorong gagasan pembentukan Bank UMKM untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Skema tersebut antara lain diarahkan untuk membantu nasabah program UMi Mekaar memperoleh akses pinjaman dengan tingkat bunga yang diharapkan setara atau lebih rendah dibandingkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di sisi lain, dalam beberapa pekan terakhir Purbaya juga menjadi sorotan karena rencana setoran keuntungan Danantara sebesar Rp120 triliun ke kas negara.

Purbaya sebelumnya menyatakan Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun ke APBN sebagai bagian dari penerimaan negara. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo.

Namun, persoalan tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Purbaya pada awal September mengungkapkan bahwa Danantara masih keberatan dengan rencana penyerahan sebagian keuntungan tersebut. Menurut Purbaya, dana itu akan dimasukkan sebagai cadangan atau fiscal buffer pemerintah.

CEO Danantara Rosan Roeslani kemudian membantah bahwa internal Danantara telah membahas rencana setoran keuntungan Rp120 triliun tersebut seperti yang diberitakan sebelumnya.

Karena itu, hubungan antara persoalan Danantara dengan pencopotan Purbaya belum dapat dinyatakan sebagai penyebab resmi.

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah langkah Purbaya merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan hanya beberapa hari sebelum dirinya diberhentikan.

Pada Kamis (10/9/2026), Purbaya melakukan perombakan terhadap sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional hingga pejabat pada unit organisasi non-eselon Kemenkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyatakan perubahan jabatan dilakukan sebagai bagian dari proses organisasi agar Kemenkeu menjadi lebih adaptif.

Ia juga menekankan perlunya mempercepat penggunaan APBN, memperkuat penerimaan tanpa menambah beban masyarakat, meningkatkan efektivitas belanja dan membenahi sistem perpajakan dengan tetap menjaga disiplin fiskal.

Empat hari setelah perombakan tersebut, Purbaya justru dicopot dari posisi Menteri Keuangan.

Pergantian mendadak tersebut juga mendapat perhatian pasar.

Pada perdagangan Senin (14/9/2026), rupiah ditutup melemah sekitar 0,33 persen ke level Rp17.669 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.611 per dolar AS. Sejumlah analis mengaitkan sentimen domestik dengan pergantian Menteri Keuangan, meski tekanan eksternal juga turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Reuters melaporkan sejumlah analis melihat pengangkatan Suahasil sebagai langkah yang dapat membantu memulihkan kepercayaan investor karena Suahasil merupakan teknokrat yang telah lama berada di Kementerian Keuangan.

Ia juga menyatakan komitmen menjaga kredibilitas APBN dan mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3 persen terhadap PDB.

Meski berbagai faktor mulai dikaitkan dengan pergantian tersebut, pemerintah belum mengumumkan secara terbuka alasan spesifik Presiden Prabowo memberhentikan Purbaya.

Karena itu, isu mengenai persoalan disiplin fiskal, komunikasi kebijakan, hubungan dengan lembaga lain, kebijakan Danantara maupun dinamika internal Kementerian Keuangan masih harus ditempatkan sebagai analisis dan spekulasi, bukan sebagai alasan resmi pencopotan.

Yang sudah pasti, Presiden Prabowo telah mengganti Purbaya dengan Suahasil Nazara.

Dan yang menarik, keputusan tersebut terjadi ketika Purbaya masih berada di ruang rapat DPD RI dan baru saja menerima telepon dari Mensesneg.

Wakil Ketua DPD RI Dr. Dra. Hj. Elviana, M.Si., bahkan mengaku tidak menyangka rapat kerja tersebut menjadi pertemuan terakhir DPD RI dengan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

Dari ruang rapat di Senayan, Purbaya pergi tanpa banyak bicara.

Beberapa jam kemudian, kursi Menteri Keuangan yang ditinggalkannya telah ditempati Suahasil Nazara.

Telepon di tengah rapat itulah yang kini menjadi salah satu titik paling menarik dalam kronologi pergantian mendadak Menteri Keuangan tersebut.

  • Penulis: (**/ARP)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penguatan Industri Pengolahan Jadi Kunci Strategi Hilirisasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta – Penguatan industri pengolahan dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong keberhasilan strategi hilirisasi nasional. Melalui pengembangan industri yang mampu mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan berupaya memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global. Salah satu upaya tersebut didorong melalui berbagai […]

  • Gabung Board of Peace, Indonesia Pilih Jalur Diplomasi dari Dalam

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan membawa Indonesia resmi bergabung ke dalam Board of Peace (BoP). Keputusan strategis tersebut bertujuan untuk mengawal stabilitas serta rekonstruksi pasca-konflik di Gaza, Palestina, langsung dari meja perundingan internasional. Melalui keterlibatan aktif di lembaga rintisan Amerika Serikat itu, Indonesia berkomitmen memastikan hak kemerdekaan Palestina tetap menjadi […]

  • Franky Wolayan Resmi Dilantik sebagai Ketua DPRD Minahasa, Siap Pimpin Sisa Masa Jabatan 2024–2029

    Franky Wolayan Resmi Dilantik sebagai Ketua DPRD Minahasa, Siap Pimpin Sisa Masa Jabatan 2024–2029

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MINAHASA, PRONEWS5.COM– Franky Wolayan resmi mengucapkan sumpah dan janji sebagai Ketua DPRD Kabupaten Minahasa untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Minahasa, Senin (6/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi tonggak pergantian kepemimpinan di DPRD Minahasa setelah Franky Wolayan ditetapkan menggantikan Robby Longkutoy hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024–2029. Prosesi pengucapan […]

  • Kasus Penikaman di Bolmong, Suami Serang Istri Lalu Kabur

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 360
    • 0Komentar

    BOLAANG MONGONDOW, PRONews5.com – Seorang pria berinisial RP diduga menikam istrinya, AD, menggunakan pisau setelah terjadi cekcok rumah tangga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara. Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.Peristiwa penikaman tersebut terjadi di Desa Lalow, Kecamatan Lolak, pada Jumat (20/2/2026). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan […]

  • Krisis Pasokan Energi, Australia Gandeng Singapura Amankan Stok BBM

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle pronews 5
    • visibility 216
    • 0Komentar

    JAKARTA, PROnews5.com – Krisis pasokan energi dilaporkan melanda Autralia. Ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok BBM. Mengantisipasinya, pemerintah setempat menggandeng Singapura guna menjaga aliran distribusi bahan bakar tetap berjalan, Menteri Energi Australia Chris Bowen mengatakan, kekosongan BBM terjadi di berbagai wilayah, termasuk Victoria, Queensland, dan New South Wales. Ia memerinci sebanyak 109 […]

  • Polda Sulut Akhirnya Angkat Bicara soal Mundurnya Aipda Vicky Katiandagho

    Polda Sulut Akhirnya Angkat Bicara soal Mundurnya Aipda Vicky Katiandagho

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 10.150
    • 0Komentar

    MANADO — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya video yang menarasikan pengunduran diri anggota Polri, Aipda Vicky Aristo Katiandagho (VAK), di media sosial. Melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Polda Sulut menegaskan bahwa informasi yang beredar telah mengalami distorsi dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. “Hasil klarifikasi […]

expand_less