Pagar Pengaman di KM 20 Manado–Tomohon Rubuh, Warga Desak Menteri PU Dody Hanggodo Evaluasi Kinerja BPJN Sulut
- account_circle Red Pronews
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 296
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kolase kondisi titik rawan longsor KM 20 ruas Jalan Nasional Manado–Tomohon. Pagar pengaman darurat yang telah terpasang bertahun-tahun terlihat rubuh di sejumlah bagian. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOMOHON, PRONews5.com – Kondisi titik rawan longsor di ruas Jalan Nasional Manado–Tomohon kembali menjadi sorotan. Pagar pengaman sementara yang terpasang di KM 20 dari Zero Point Manado, tepatnya di Kelurahan Tinoor Satu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, dilaporkan rubuh dan ambruk ke arah lereng.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan karena lokasi itu berada di salah satu jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Manado dengan Kota Tomohon serta sejumlah daerah di Minahasa dan Bolaang Mongondow Raya.
Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diperoleh PRONews5.com, Selasa (9/6/2026), pagar pengaman darurat yang terbuat dari kayu dan seng tampak tidak lagi berdiri kokoh. Sejumlah bagian pagar terlihat roboh ke arah jurang, sementara area di sekitar lokasi menunjukkan kondisi lereng yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Warga menilai kondisi tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan ruas jalan nasional tersebut.
“Kami khawatir jika hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi, kondisi lereng akan semakin memburuk dan dapat memicu longsor yang mengancam badan jalan maupun keselamatan pengguna jalan,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Menurut warga, pagar pengaman yang kini roboh tersebut telah terpasang cukup lama sebagai bentuk penanganan sementara terhadap titik rawan longsor. Namun hingga kini belum terlihat adanya pembangunan konstruksi permanen untuk memperkuat lereng maupun melindungi badan jalan dari ancaman longsor.
Akibatnya, masyarakat mempertanyakan efektivitas penanganan yang dilakukan terhadap lokasi tersebut.
“Kami meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan evaluasi terhadap kinerja BPJN Sulawesi Utara. Jangan sampai titik rawan longsor yang sudah lama diketahui ini terus dibiarkan tanpa penanganan permanen hingga akhirnya menimbulkan kerusakan lebih besar atau bahkan korban jiwa,” kata seorang warga.
Ruas Jalan Nasional Manado–Tomohon merupakan salah satu jalur strategis di Sulawesi Utara yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, baik kendaraan pribadi, angkutan umum maupun kendaraan logistik.
Karena berada di kawasan perbukitan dengan kontur lereng yang curam, jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang rawan longsor, terutama saat musim penghujan.
Masyarakat berharap Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sulut segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kondisi lereng di lokasi tersebut serta mengambil langkah penanganan permanen guna mencegah terjadinya longsor maupun kerusakan badan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait kondisi pagar pengaman yang rubuh tersebut.
Media ini telah melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, Handiyana, S.T., M.T., M.Sc., melalui pesan WhatsApp pada Selasa (9/6/2026) malam.
Konfirmasi dilakukan untuk meminta penjelasan terkait penyebab robohnya pagar pengaman, kondisi teknis lokasi rawan longsor tersebut, serta langkah penanganan yang akan dilakukan BPJN Sulut.
Namun hingga berita ini dipublikasikan, pesan konfirmasi yang dikirim belum memperoleh tanggapan. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan resmi dari BPJN Sulawesi Utara apabila telah diterima.
- Penulis: Red Pronews



Saat ini belum ada komentar