Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Studi BRIN Bongkar Tren “Kumpul Kebo”, Manado Disebut Episentrum Indonesia Timur

Studi BRIN Bongkar Tren “Kumpul Kebo”, Manado Disebut Episentrum Indonesia Timur

  • account_circle rafael
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 583
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, PRONews5.com — Praktik kohabitasi atau yang dikenal luas sebagai “kumpul kebo” terungkap lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia Timur, khususnya daerah dengan mayoritas penduduk non Muslim. Fakta ini terungkap dalam studi The Untold Story of Cohabitation tahun 2021 yang menempatkan Kota Manado, Sulawesi Utara, sebagai salah satu wilayah dengan prevalensi kohabitasi tertinggi di Indonesia.

Temuan tersebut disampaikan Peneliti Ahli Muda Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN, Yulinda Nurul Aini, berdasarkan analisis data Pendataan Keluarga 2021 PK21 milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN. Dari hasil riset itu, tercatat 0,6 persen penduduk Kota Manado hidup dalam hubungan kohabitasi tanpa ikatan pernikahan resmi.

Menurut Yulinda, terdapat tiga faktor utama yang mendorong pasangan memilih hidup bersama tanpa pernikahan, yakni beban finansial yang berat, prosedur perceraian yang rumit, serta penerimaan sosial yang relatif lebih longgar terhadap praktik kohabitasi di wilayah tertentu.

“Di Manado, kohabitasi tidak lagi sepenuhnya dipandang sebagai hal yang tabu. Faktor ekonomi dan sosial sangat memengaruhi keputusan pasangan,” ujar Yulinda, dikutip dari CNBC Indonesia, 4 Januari 2026.

Dari sisi demografi, pasangan kohabitasi di Manado didominasi kelompok usia muda. Sebanyak 24,3 persen berusia di bawah 30 tahun, 83,7 persen berpendidikan SMA atau lebih rendah, dan 11,6 persen tidak memiliki pekerjaan. Sementara itu, 53,5 persen lainnya bekerja di sektor informal. Bahkan, 1,9 persen dari pasangan kohabitasi tersebut tercatat sedang hamil saat survei dilakukan.

Yulinda menegaskan bahwa dampak paling serius dari praktik kumpul kebo justru dirasakan oleh perempuan dan anak. Dalam hubungan kohabitasi, tidak terdapat jaminan hukum terkait keamanan finansial maupun perlindungan hak anak dan ibu sebagaimana diatur dalam pernikahan yang sah.

“Dalam kohabitasi, ayah tidak memiliki kewajiban hukum untuk memberikan nafkah. Ketika pasangan berpisah, tidak ada regulasi yang mengatur pembagian aset, hak waris, hak asuh anak, maupun alimentasi,” jelasnya.
Selain persoalan hukum dan ekonomi, kohabitasi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mental dan menurunkan kepuasan hidup.

Minimnya komitmen, rendahnya rasa percaya antar pasangan, serta ketidakpastian masa depan menjadi faktor utama pemicu konflik.

Data PK21 menunjukkan 69,1 persen pasangan kohabitasi mengalami konflik ringan seperti saling diam atau tegur sapa. Sebanyak 0,62 persen mengalami konflik serius berupa pisah ranjang atau pisah tempat tinggal, sementara 0,26 persen lainnya terlibat konflik kekerasan dalam rumah tangga.

Anak anak yang lahir dari hubungan kohabitasi juga menghadapi risiko sosial yang besar. Mereka cenderung mengalami gangguan perkembangan, masalah kesehatan, hingga tekanan emosional akibat stigma sosial.

“Anak dapat mengalami kebingungan identitas dan merasa tidak diakui karena stigma anak haram, bahkan dari lingkungan keluarga sendiri. Kondisi ini menyulitkan mereka menempatkan diri dalam struktur keluarga dan masyarakat,” tutur Yulinda.

Fenomena menguatnya praktik kohabitasi ini menjadi tantangan serius bagi negara. Tanpa kehadiran regulasi dan edukasi yang memadai, kohabitasi berpotensi melahirkan persoalan sosial lintas generasi, terutama terkait perlindungan perempuan dan anak di luar sistem hukum perkawinan.

[**/IND]

  • Penulis: rafael

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMSI Sulut Matangkan Pelantikan, Bentuk Panitia dan Perkuat Konsolidasi Organisasi

    SMSI Sulut Matangkan Pelantikan, Bentuk Panitia dan Perkuat Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Red Pronews
    • visibility 302
    • 0Komentar

    MANADO, PRONews5.com – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Utara mulai mematangkan berbagai agenda strategis organisasi menjelang pelantikan kepengurusan periode 2026–2030. Langkah itu ditandai dengan rapat pengurus yang digelar di Sekretariat SMSI Sulut, Jalan Pierre Tendean, Lingkungan V, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado, Selasa (2/6/2026). Rapat yang dipimpin Ketua SMSI Sulut, […]

  • Stimulus Ramadan–Lebaran Turun, Daya Beli Masyarakat Diperkuat

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Jakarta – Pemerintah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan insentif Ramadan dan Lebaran 2026. Gelontoran stimulus fiskal dan berbagai program perlindungan sosial dinilai menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, tekanan inflasi, serta potensi gejolak harga bahan pokok yang kerap terjadi pada periode musiman. Kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai […]

  • Kapolri Buka Muktamar Pemuda Persis, Soroti Ancaman Digital hingga Ajak Perkuat Persatuan Bangsa

    Kapolri Buka Muktamar Pemuda Persis, Soroti Ancaman Digital hingga Ajak Perkuat Persatuan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle (**/ARP)
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BANDUNG|Pronews5.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat (kamtibmas), di tengah meningkatnya tantangan global dan ancaman kejahatan berbasis teknologi. Penegasan itu disampaikan saat Kapolri membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026). Dalam […]

  • Prabowo Tunjuk Putra Sulawesi Jadi Konsul Kehormatan Belanda

    Prabowo Tunjuk Putra Sulawesi Jadi Konsul Kehormatan Belanda

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle (**/VIC)
    • visibility 404
    • 0Komentar

    JAKARTA, PRONEWS5.COM– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menerbitkan Surat Pengakuan (Exequatur) yang menetapkan Osco Olfriady Letunggamu sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda berkedudukan di Makassar. Penugasan tersebut mencakup seluruh wilayah Provinsi di Pulau Sulawesi dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Belanda di kawasan timur Indonesia. Penetapan itu memberikan pengakuan resmi dari Pemerintah Indonesia […]

  • Tambang Emas Ilegal di Bolmut Menggila, Warga Desak Kapolda Sulut Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle rafael
    • visibility 493
    • 0Komentar

    BOLMUT, PRONews5.com — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Huntuk, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, dilaporkan semakin tak terkendali. Warga minta Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H.,.turun tangan langsung menindak tambang ilegal yang diduga beroperasi terbuka selama lebih dari satu tahun tanpa penegakan hukum tegas. Sejak […]

  • Tim URC Polres Kotamobagu Gagalkan Tawuran Pelajar di Tumubui

    Tim URC Polres Kotamobagu Gagalkan Tawuran Pelajar di Tumubui

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle (**/NOX)
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KOTAMOBAGU, PRONEWS5.COM — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kotamobagu bergerak cepat menggagalkan dugaan aksi tawuran antar pelajar di lingkungan SMK Kristen Kotamobagu, Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Kamis (20/8/2026). Gerak cepat personel kepolisian dilakukan setelah menerima laporan dari seorang guru yang menginformasikan adanya potensi tawuran di lingkungan sekolah. […]

expand_less